MOM'S LIFE

Belajar dari Kasus Amber Heard-Depp, KDRT pun Bisa Dialami Pria

Radian Nyi Sukmasari Kamis, 14 Mar 2019 - 12.31 WIB
Johnny Depp dan Amber Heard (Foto: Dimitrios Kambouris/Getty Images) Johnny Depp dan Amber Heard (Foto: Dimitrios Kambouris/Getty Images)
Jakarta - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), sesuatu yang tak bisa dibenarkan dalam sebuah pernikahan. Nah, baru-baru ini publik diramaikan dengan kasus KDRT yang dialami aktor Johnny Depp yang dilakukan mantan istrinya, Amber Heard. Sebelumnya, Heard justru yang mengaku mengalami KDRT.

Pada Mei 2016, Heard mengaku mengalami KDRT oleh Depp. Dalam tuduhannya, Heard bilang wajahnya dilempar Depp menggunakan ponsel, yang mengakibatkan pipi dan matanya terluka parah. Depp juga disebut menarik kencang rambut Heard yang sedang berusaha berdiri.

"Saya hidup dengan penuh ketakutan Johnny akan kembali dan meneror saya lagi secara fisik dan psikis," ujar Heard dalam dokumennya, dilansir CBS8.


Nah, beberapa waktu lalu, fakta terbaru disampaikan Depp. Dikutip dari NME, baru-baru ini Depp mengajukan tuntutan sebesar kurang lebih Rp713 miliar kepada Heard atas KDRT yang dilakukan pemain Aquaman tersebut. Dalam tuntutannya, Depp menyebut Heard melemparnya dengan botol vodka, lalu melukai jari kanannya dengan pecahan kaca hingga perlu operasi.

Johnny Depp, mantan suami Amber HeardJohnny Depp, mantan suami Amber Heard/ Foto: Istimewa
"Akibat insiden itu, tulang tangan kanan Depp cedera. Heard juga beberapa kali meninju Depp di tempat tidur, menendang, dan menyerangnya," demikian tertulis dalam laporan Depp.

Sampai saat ini, kasus ini masih bergulir. Berkaca dari apa yang terjadi pada mantan pasangan Amber Heard dan Johnny Depp, satu pelajaran yang bisa kita ambil adalah nyatanya, dalam keseharian KDRT enggak cuma dialami wanita alias istri, Bun. Sebab, selama ini sering dijumpai kasus KDRT dialami wanita, tapi jarang sekali seorang pria atau suami mengalami KDRT.

Situs Help Guide menyebutkan, satu dari tiga kasus KDRT dialami pria dengan beragam rentang usia, pekerjaan, dan latar belakang. Layaknya pada wanita, KDRT pada pria juga bisa berupa kekerasan fisik, verbal, atau psikis. Sayangnya, pria enggan melaporkan KDRT yang dia alami dengan alasan malu, takut tidak dipercaya, tidak ingin hal buruk terjadi pada anak, terkait keyakinan, masih mencintai pasangan, dan khawatir pasangannya akan balas dendam.


Untuk mengimbangi kekuatan, biasanya istri akan menggunakan alat dalam melancarkan aksi kekerasannya pada suami. Atau, mereka akan melakukannya saat si suami tidur. Ketika pria mengalami KDRT, diharapkan untuk mau buka suara. Setidaknya, bercerita dengan orang terdekat atau profesional jika dibutuhkan.

"Ketika melaporkan Anda mengalami KDRT, bukan berarti Anda gagal sebagai seorang pria dan suami. Saat mengalami KDRT, sama seperti bila terjadi pada wanita, tinggalkan pasangan sesegera mungkin, minta bantuan keluarga, pihak yang dipercaya, atau pihak berwajib. Jika khawatir dengan anak, 'selamatkan' dulu mereka misal dengan menitipkannya sementara pada pihak yang bisa dipercaya," demikian disampaikan dalam situs tersebut.

Bunda sendiri bagaimana? Apakah pernah mendengar tentang KDRT yang dialami para suami?

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi