moms-life

Sering Dilanda Migrain, Bun? Ini Cara Cerdas Mengatasinya

Asri Ediyati Selasa, 23 Jan 2018 09:00 WIB
Sering Dilanda Migrain, Bun? Ini Cara Cerdas Mengatasinya
Jakarta - Pada umumnya, migrain dapat terjadi hingga tiga kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria dan paling umum berusia 30-an dan 40 tahun. Faktanya, lebih dari satu dari empat wanita berusia 30-an mengalami migrain. Padahal, di usia tersebut adalah masa-masa mengasuh anak, Bun.

Nah, menurut dr Jessica Ailani, direktur Pusat Sakit Rumah Sakit Pusat MedStar Georgetown University, di Washington DC, yang sering menjadi pertanyaan besar bagi banyak ibu yang mengalami migrain adalah, "Bagaimana saya bisa membesarkan anak kalau mengangkat kepala saja sakit?".

"Jawabannya adalah mendidik diri sendiri dan melakukan segala kemungkinan untuk merasa lebih baik. Meskipun migrain tidak menentu kapan bisa redanya, kita perlu mengaturnya secara aktif, alih-alih menghindarinya," ujar dr Jessica dikutip dari Parents.


Sebuah studi dari Mayo Clinic juga menunjukkan bahwa kebanyakan ibu yang menderita migrain mengakui bahwa karena sakit kepala, mereka nggak menikmati aktivitas keluarga sebanyak yang mereka mau. Lalu, sebanyak 37 persen mengatakan bahwa gangguan tersebut telah mengganggu kemampuan mereka untuk menjadi orang tua dengan baik. Nah, berikut ini, cara cerdas mengatasi migrain.

1. Temukan Pemicunya

Migrain dapat dibawa oleh segala sesuatu mulai dari makanan, cuaca (terutama hari yang panas atau penuh badai) hingga aroma tertentu, seperti cairan pembersih dan parfum. Terlebih lagi, "otak migrain" itu hipersensitif, tidur atau makan yang tidak teratur, serta stres yang berkelanjutan.

Untuk menghindarinya, tulis beberapa makanan yang kita konsumsi atau mungkin kegiatan yang kita lakukan. Bisa juga kita gunakan aplikasi pelacak pemicu seperti "Migraine Buddy" (gratis untuk iOS dan Android).

2. Sesuaikan Gaya Hidup

Sebuah studi di Universitas Stanford baru-baru ini menemukan bahwa menjaga kebiasaan tidur, olahraga, makan, dan hidrasi yang baik dapat mengurangi frekuensi migrain sekitar 50 persen. Dalam sebuah penelitian di Swedia, latihan 40 menit tiga kali seminggu terbukti sama efektifnya dengan pengobatan resep untuk mengurangi frekuensi migrain.

"Saya menemukan bahwa ibu sering merasa mereka tak ada waktu untuk mengurus diri mereka sendiri. Saya sering menyarankan untuk modifikasi gaya hidup, seperti berlatih yoga atau berjalan-jalan setiap hari," kata Dawn Buse PhD dari Albert Einstein College of Medicine dan direktur pengobatan perilaku di Montefiore Headache Center.




3. Gunakan Obat yang Tepat

Untuk mengatasi migrain, dr Elizabeth Loder dari Harvard Medical School menyarankan untuk memilih obat yang tepat. Hal ini karena ada beberapa obat yang hanya menghilangkan nyeri sementara dan bisa kambuh lagi. Perhatikan juga efek samping yang bisa terjadi, seperti kelemahan otot, pusing, dan mual. Ada beberapa obat juga yang bisa menimbulkan alergi, untuk itu pilih obat yang sesuai ya, Bun.

4. Buat 'Kit Migrain'

Lisa Jacobson, pendiri komunitas online The Daily Migraine, merekomendasikan agar kita membuat kit atau bahan-bahan yang dibutuhkan saat kita dilanda migrain. Kit tersebut bisa dipenuhi dengan obat-obatan, air mineral, kompres es, permen jahe dan minyak peppermint.

Lisa juga menyarankan jika ingin melakukan kegiatan dengan anak-anak tapi ternyata kita terserang migrain untuk anak-anak. Kita bisa mempersiapkannya dengan mengisi tas kita dengan mainan favorit anak atau buku gambar. Nah, untuk bayi atau balita kan nggak bisa dibiarkan sendiri, jadi coba lakukan yoga bersamanya.

Nah, jika kita sedang mempersiapkan makan malam, tapi tiba-tiba migrain melanda, setidaknya kita sudah siap sedia dengan bahan masakan yang paling gampang dibuat, seperti tumisan atau sop.

(aci)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi