mom-life

Apa yang Harus Kulakukan agar Jadi Ibu yang Lebih Baik bagimu, Nak?

Radian Nyi Sukmasari Selasa, 20 Feb 2018 12:02 WIB
Apa yang Harus Kulakukan agar Jadi Ibu yang Lebih Baik bagimu, Nak?
Jakarta - Memang nggak ada seorang pun yang sempurna. Begitupun ketika kita menjadi ibu, sulit rasanya untuk jadi ibu yang sempurna buat anak-anak. Tapi, sah-sah aja kan kalau kita para bunda berusaha menjadi ibu yang lebih baik buat si kecil?

Seperti ibu tiga anak, sebut aja namanya Tina, Bun. Suatu hari terbesit di pikirannya apa yang bisa dia lakukan untuk bisa jadi ibu yang lebih baik buat anak-anaknya. Nah, suatu hari Tina bertanya ke anak tengahnya yang berumur 7 tahun dan berjenis kelamin laki-laki tentang hal apa yang bisa membuatnya jadi ibu yang lebih baik. Ternyata, si tengah menjawab kalau bundanya mau ngasih dia cokelat yang lebih banyak, bundanya bisa jadi ibu yang lebih baik buat dia.

Oke, Tina menghargai jawaban putranya itu. Nggak lama, si bungsu yang berumur 5 tahun masuk ke kamar dan Tina kembali bertanya ke si bungsu yang berjenis kelamin perempuan. Apa jawaban gadis cilik itu? Sama kayak kakaknya, Bun. Kalau sang bunda mau memberinya cokelat yang lebih banyak itu berarti Tina jadi ibu yang lebih baik buat dia.


Bertanya ke dua anaknya Tina rasa nggak membuahkan hasil. Untuk itu, dia coba bertanya ke si sulung, anak perempuan berumur 13 tahun. Tina pikir, dengan usianya yang lebih besar si sulung bisa memberi jawaban yang 'memuaskan'. Mendengar pertanyaan sang bunda, si sulung sempat menyatakan keheranannya karena dia nggak berpikir bundanya akan mengajukan pertanyaan kayak gitu.



"Tapi kalau bunda mau tahu jawabannya, tolong sediakan waktu lebih banyak bersamaku. Ya, cuma bunda dan aku. Aku rasa itu bisa membuat bunda jadi ibu yang lebih baik buatku," kata si sulung dikutip dari Essential Kids.

Tina cukup kaget dengan pernyataan si sulung. Soalnya, kata dia dari ketiga anaknya si sulunglah yang punya waktu paling banyak bersama Tina. Terlebih saat si tengah dan si bungsu lagi ada di tempat ayahnya, Tina dan si sulung sering menghabiskan waktu bersama dengan memasak, jalan-jalan, nonton bioskop, atau nonton DVD.

"Bahkan ketika hari biasa, saya tahu saya punya waktu untuk anak saya. Tapi anak saya justru lebih sibuk dengan iPad-nya. Namun, apapun itu saya menghargai keinginan anak saya. Saya akan berusaha menyediakan waktu lebih banyak untuknya dan pastinya meminta dia untuk nggak terlalu lama bermain iPad. Kemudian, sudah pasti saya akan membatasi si tengah dan si bungsu makan cokelat," kata Tina.

One on one time antara orang tua dan anak memang penting lho, Bun. Walaupun kita punya anak lebih dari satu, menyediakan waktu khusus dengan satu anak sehingga hanya ada bunda atau ayahnya dan anak perlu banget. Seperti kata psikolog anak dari Tiga Generasi Anastasia Satriyo yang akrab disapa Anas, one on one time ini bisa membuat hubungan orang tua dengan salah satu anak makin dekat dan terbuka.

Dengan anak hanya punya waktu berdua dengan bunda atau ayahnya, dia bisa merasa lebih bebas ketika menceritakan apa yang dialami. Ya, karena kan nggak ada saudaranya yang lain, Bun. Tapi, kalau Bunda sama Ayah mau sekalian berdua menghabiskan waktu sama salah satu anak boleh-boleh aja.

"Momen kayak gitu bikin anak merasa spesial. Justru di waktu kayak gitu, bunda bisa merasa obrolannyaa sama anak lebih dalam karena segala sesuatunya diceritain secara personal. Adanya quality time one on one sama anak, kita sebagai orang tua juga bisa lebih mengenal anak secara pribadi. Anak pun begitu, karena merasa spesial, di momen intim itu dia bisa menceritakan yang nggak dia ceritakan saat ada saudaranya," papar Anas.


(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi