mom-life

Jika Ibu adalah Pekerjaan, Waktu Kerjanya 2,5 Kali Lebih Banyak

Melly Febrida Minggu, 22 Apr 2018 17:23 WIB
Jika Ibu adalah Pekerjaan, Waktu Kerjanya 2,5 Kali Lebih Banyak
Jakarta - Bangun paling pagi, tidur paling malam. Sering kali hal semacam ini sudah biasa dilakukan seorang ibu. Di balik sosoknya yang dari luar tampak rapuh, ada kekuatan luar biasa yang dimilki seorang ibu.

Ibu-ibu pasti tahu benar ya, Bun, tugas ibu memang seolah nggak ada habisnya. Apalagi kalau semuanya dikerjakan sendiri. Mungkin suami yang kerja kantoran sudah bisa pulang di jam 17, di jam yang sama seorang ibu bisa jadi belum selesai melakukan tugas-tugasnya.

Hal ini dikuatkan dengan hasil penelitian yang menemukan pekerjaan ibu itu lebih berat ketimbang pekerjaan penuh waktu. Penelitian yang dipimpin perusahaan jus Welch's itu menyurvei 2.000 ibu di Amerika yang memiliki anak usia 5 sampai 12 tahun.


Nah, para responden ini diberi pertanyaan tentang jadwal mingguan mereka. Hasilnya, rata-rata ibu sudah mulai bekerja pukul 06.23 pagi. Ini lebih awal ketimbang orang yang mulai kerja kantoran.



Bagi ibu yang bekerja, sesampainya di rumah juga nggak semua bisa langsung istirahat. Beberapa dari mereka ada yang masih harus menyelesaikan pekerjaan rumah karena tidak memiliki asisten rumah tangga, masih mengasuh anak, dan sebagainya. Pun ibu di rumah, masih mengasuh anaknya di malam hari. Rata-rata pekerjaan baru berakhir di 20.31.

Dalam dunia pekerjaan rasanya nggak ada yang namanya bekerja selama lebih dari 14 jam ya, kecuali yang lembur. Jika umumnya pekerja kantoran ada libur di tanggal merah dan Sabtu-Minggu, pekerjaan yang dilakukan ibu nggak mengenal hari libur.

Kalau ditotal, Bun, dalam seminggu ibu bekerja selama 98 jam kerja atau 2,5 kali lebih banyak ketimbang rata-rata pekerjaan lainnya. Lantas berapa jam ibu bisa beristirahat? Menurut survei, rata-rata ibu hanya mendapat waktu satu jam tujuh menit setiap harinya untuk dirinya sendiri. Waktu ini hanya sedikit lebih lama ketimbang jam makan siang.

"Hasil survei itu menyoroti tuntutan peran ibu dan tugas yang tak ada berhentinya," kata Casey Lewis, pemimpin kesehatan dan nutrisi di Welch, seperti dilansir news.com.au

Untuk menjalani tugasnya itu, ibu membutuhkan bantuan yang bisa mereka dapatkan. Kalau ditanya ibu tak bisa hidup tanpa apa, jawabnya sebagian besar persediaan kopi, tidur siang, dan suara marah-marah yang efektif.

Selain itu bun, penyelamat kehidupan ibu adalah babysitter atau bantuan anggota keluarga, i-Pad, dan makanan ringan yang sehat.

Psikolog Vera Itabiliana beberapa waktu mengingatkan kepada kaum ibu untuk lebih rileks, sehingga nggak gampang tertekan. Kadang kita nggak perlu jadi perkasa jika energi yang kita punya nggak sebesar orang lain atau yang kita harapkan.



"Tiap orang beda-beda. Coba lebih rileks dengan jalan pagi, yoga, komunikasi dengan pasangan dan berbagi peran dengan suami," saran Vera.

Selain itu, nggak masalah kalau bunda harus kasih tahu atau minta tolong suami untuk melakukan sesuatu, meski cara atau hasilnya nggak sesuai ekspektasi kita. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi