sign up SIGN UP search


moms-life

4 Fakta Sedot Lemak yang Perlu Bunda Tahu

Safira Raudhatul Rabu, 14 Nov 2018 15:38 WIB
Untuk tampil langsing, bukan nggak mungkin beberapa wanita memilih menjalani prosedur sedot lemak. caption
Jakarta - Wajar adanya jika wanita ingin tampil cantik. Terutama untuk urusan tampil langsing, nggak sedikit wanita yang mencoba prosedur sedot lemak. Namun, bukan nggak mungkin sesuatu tak terduga terjadi ketika kita menjalani sedot lemak, Bun.

Seperti yang terjadi baru-baru ini pada seorang wanita di Jakarta bernama Irene (37). Dia mengalami perdarahan seusai menjalani operasi laser liposuction di salah satu klinik daerah Jakarta Selatan pada 13 Agustus 2018 lalu. Sehari setelah menjalani operasi tersebut, Irene dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosis mengalami infeksi dan multiple organ failure.

"Sebulan sebelumnya, Bu Irene sudah bikin appointment dan menghubungi klinik tersebut untuk konsultasi sama dokter yang akan melakukan bedah atau tindakan laser liposuction tersebut," kata Herna Sutana, pengacara Irene, dilansir detikcom.




Pasca operasi, Irene mengalami mual, sesak napas, perut mulas serasa ingin buang air. Semenjak itu, ia juga mengaku kesulitan tidur dan menggigil sehingga pada keesokan harinya mengalami perdarahan.

Ilustrasi sedot lemakIlustrasi sedot lemak/ Foto: thinkstock
"Langsung masuk UGD (Unit Gawat Darurat) lalu ICU (Intensive Care Unit) dan hasil yang kita terima dari dokter yang merawat ada luka di paha dalam, luka lebam yang luar biasa, ada keterangan juga bahwa Irene mengalami septic shock, infeksi, dan kegagalan fungsi organ," tambah Herna.

Sedot lemak merupakan treatment kecantikan untuk menghilangkan lemak, umumnya di bagian pinggul, perut, paha, pantat, punggung, lengan, atau wajah untuk memperbaiki bentuknya. Namun, sedot lemak juga dapat dilakukan dengan prosedur operasi termasuk bedah kecantikan, pengencangan payudara dan pengencangan perut.

Bicara soal sedot lemak, ada empat fakta yang perlu Bunda tahu nih, dikutip dari Web MD.

1. Persiapan

Bila seseorang ingin melakukan sedot lemak, ada berbagai kriteria yang harus dimiliki antara lain dalam kondisi sehat, tidak merokok, memiliki kulit yang kuat dan elastis serta memiliki berat badan ideal.

2. Proses konsultasi

Sebelum melakukan sedot lemak, konsultasi dengan dokter wajib dilakukan. Umumnya dokter tidak menyarankan pasien melakukan sedot lemak jika memiliki penyakit jantung, diabetes, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Menyampaikan ke dokter obat-obatan yang diminum termasuk suplemen perlu dilakukan. Dokter akan menyarankan untuk tidak meminum obat-obatan seperti pengencer darah dan obat penghilang sakit untuk beberapa minggu sebelum operasi.

3. Masa pemulihan

Setelah sedot lemak, pasien akan mengalami memar, bengkak dan nyeri selama beberapa minggu. Biasanya, dokter akan memberi antibiotik untuk mencegah infeksi. Proses pemulihan bisa berlangsung selama 2 minggu bahkan lebih, tergantung kondisi pasien.

4. Risiko

Ada beberapa risiko nih, Bun, jika melakukan sedot lemak seperti pendarahan, komplikasi dari anestesi, infeksi, terhambatnya aliran darah, luka bakar, adanya kantong pembentukan cairan di bawah kulit, dan mati rasa. Kemudian, bisa terjadi juga kerusakan saraf, pembuluh darah, otot, paru-paru, dan organ perut. Tidak hanya itu, Bun, risiko lainnya adalah timbul gumpalan di pembuluh darah.

Setelah operasi sedot lemak ada baiknya mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan susu rendah lemak. Ta lupa juga berolahraga secara teratur.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi