mom-life

Ungkapan Rindu Dewi Perssik pada Orang Tuanya

Yuni Ayu Amida Rabu, 21 Nov 2018 21:00 WIB
Ungkapan Rindu Dewi Perssik pada Orang Tuanya
Jakarta - Dewi Perssik lahir dari pasangan Mochammad Aidil dan Sri Munademi. Memiliki nama asli Dewi Murya Agung, pedangdut seksi ini
sebenarnya hidup di lingkungan yang religius dan sang ayah adalah seorang pensiunan polisi.

Dibalik sosok yang kontroversial, rupanya Dewi Perssik adalah anak yang sayang dengan orang tua. Ia sering mengungkapkan kerinduan kepada orang tua lewat unggahannya di Instagram. Dewi mengatakan bahwa dia sangat rindu dengan orang tuanya yang tinggal di Jember, Jawa Timur.


"Kangen tak terbendung, sama orang yang menyambung doa aku selalu. Beliau yang membuatku jaya dan sukses tiap sepertiga malam yang tak pernah henti mendoakan aku. Mukanya papine langsung ceria, mau mandi mau berpakaian rapi, dan minta foto katanya, sehat terus nggih pie sayang amin," tulis Dewi.


[Gambas:Instagram]


Foto Dewi beserta kedua orang tuanya lantas menuai komentar netizen. Ada yang mengatakan Dewi mirip dengan kedua orang tuanya, ada pula yang mendoakan semoga orang tua Dewi sehat selalu.

"Alhamdulillah Kak Dewi ortunya masih lengkap nggak kayak saya. Sayangilah mereka mumpung masih ada dan sehat selalu buat mami papinya," kata seorang netizen.

Untuk mengobati rindu karena tidak tinggal bersama dengan orang tuanya, Dewi sering menghubungi orang tuanya melalui video call. Hal ini tampak dari postingan Dewi dengan caption yang menyentuh.

Dalam tulisannya, Dewi mengatakan bahwa dia bersyukur memiliki orang tua seperti ayah dan ibunya. Pedangdut 32 tahun ini juga bercerita, dia bermimpi tidak enak soal ayahnya yang sedang sakit. Karena itu, dia mendoakan semoga sang ayah cepat sembuh.

[Gambas:Instagram]


Penelitian dari Queen's University di Australia menemukan, kedekatan fisik atau emosional dengan anggota keluarga bisa mengurangi stres situasional secara signifikan. Salah satu peneliti, Jessica Loughes PhD mengatakan, dia dan timnya ingin menguji teori evolusi baru dalam psikologi yakni Social Baseline Theory.


"Dalam teori tersebut disebutkan bahwa manusia beradaptasi untuk lebih terbuka pada manusia lain. Hal ini berkaitan dengan fungsi individu di mana saat mereka jauh dengan orang yang dipercaya, fungsi individu berada di tingkat defisit relatif," terang Jessica dikutip dari detikcom.

Loughes juga menekankan, kedekatan anak secara fisik, emosional, atau keduanya dengan ibu serta anggota keluarga yang lain bisa membuat mereka merasa lebih percaya diri dalam menghadapi situasi yang menantang. Serta dapat mengurangi tingkat stres pada yang bersangkutan. (yun)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi