mom-life

4 Pertimbangan Jika Ingin Punya Anak Banyak Seperti Baim Wong

Ratih Wulan Pinandu Jumat, 23 Nov 2018 13:32 WIB
4 Pertimbangan Jika Ingin Punya Anak Banyak Seperti Baim Wong
Jakarta - Baim Wong resmi mempersunting Paula Verhoeven pada Kamis (22/11). Aura kebahagian memancar dari pasangan pengantin baru tersebut.

Disinggung soal momongan, Baim langsung semangat menjawabnya. "Langsung dong maunya. Momongan maunya punya anak lima," jawab Baim Wong saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Wah, ternyata Baim dan Paula tidak ingin menunda untuk memiliki anak nih. Keduanya bahkan sudah siap menikmati bulan madu setelah ini. Melansir detikcom, Amerika menjadi tujuan Baim dan Paula untuk honeymoon.

Pasangan baru banyak yang mendambakan buah hati. Tapi, nggak sedikit juga yang memilih untuk menunda untuk memiliki momongan selama beberapa tahun. Mereka ingin merencanakan waktu yang tepat hingga benar-benar siap. Memang, sejatinya ada beberapa bahan pertimbangan mereka sebelum memiliki anak.
4 Pertimbangan Jika Ingin Punya Anak Banyak Seperti Baim WongFoto: Noel/detikFoto

Salah satunya, yaitu faktor kesiapan masing-masing pasangan. Mereka merasa belum siap menerima tanggung jawab, sebagai orang tua muda. Selain itu, faktor finansial juga bisa menjadi pertimbangan untuk menunda momongan.


"Saya sering bertemu pasangan yang bercerita mengenai kekagetan setelah memiliki bayi. Mereka tidak tahu seperti apa rasanya punya anak," ungkap Tina B. Tessina, Ph.D seorang konselor pernikahan di Long Beach, California seperti dikutip dari Bridal Guide.

Rasa tidak siap menjadi orang tua, bisa menjadi beban berat bagi banyak pasangan. Agar pasangan baru tidak mengalami 'baby shock', sebaiknya persiapkan empat hal di bawah ini.

1. Nikmati waktu bersama pasangan

Pengantin baru bisa menghabiskan tiga tahun awal pernikahan hanya bersama pasangan. Nikmati waktu berdua sepuasnya untuk traveling, nonton dan berburu kuliner. Pengantin baru harus saling memahami dan memanjakan pasangan, di tahun-tahun awal pernikahan.

2. Melakukan pendekatan dengan anak-anak

Beberapa pasangan suami istri memiliki pendekatan unik sebelum memiliki anak. Mereka 'meminjam' anak-anak saudaranya untuk diasuh seharian atau selama akhir pekan. Calon orang tua bisa mengambil pelajaran penting setelah menghabiskan waktu bersama anak-anak.

3. Cari bantuan

Sebagian perempuan takut untuk hamil dan memiliki anak, saat jauh dari orang tuanya. Mereka dibayangi ketakutan jika harus menghadapi keadaan darurat seorang diri. Memang, kenyataannya orang tua baru sangat membutuhkan support system yang baik.

Sebelum merencanakan kehamilan, coba untuk memastikan bantuan dari keluarga dan teman-teman terdekat. Sehingga para calon Bunda tidak merasa sendirian saat mengurus bayi pertamanya.

"Semakin banyak pasangan yang terisolasi, semakin banyak kesulitan yang akan mereka hadapi," terang John Evans, Ph.D penulis buku Marathon Dad: Setting a Pace that Works for Working Fathers.

4. Cari pekerjaan yang ramah anak

Sebagian orang tua memastikan untuk melakukan pekerjaan lebih sedikit, dibanding sebelum menikah. Pasangan perlu merencakan karier yang tepat, di tahun awal kelahiran anak mereka. Sehingga urusan pekerjaan tidak bertabrakan dengan merawat bayi.

Carilah pekerjaan yang memiliki waktu fleksibel, atau jam kerja kurang dari 14 jam sehari. Itu merupakan langkah untuk menyeimbangkan antara karier dan keluarga.

"Jika pasangan masih fokus berkarier sekarang, sedangkan keluarga dan anak-anak belum menempati peringkat teratas dalam perioritas sebagai orang tua, mungkin mereka belum benar-benar siap," pungkas Evans.
(rap/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi