HaiBunda

MOM'S LIFE

Cerita Ibu yang Kapok karena Sering Berteriak pada Anak

Melly Febrida   |   HaiBunda

Senin, 26 Nov 2018 17:00 WIB
Ilustrasi orang tua berteriak pada anak/ Foto: iStock
Jakarta - Sebagian besar ibu bisa jadi pernah berteriak ke anak. Walaupun, teriak ke anak nggak melulu karena marah ya, Bun. Bisa aja Bunda teriak karena khawatir si kecil terluka. Soal berteriak ke anak ada cerita unik dari seorang ibu bernama Lilian Saleh nih, Bun.

Lilian mengaku sering meneriaki putranya. Tapi, suatu hari pikiran Lilian berubah. Dia nggak mau lagi meneriaki anaknya. Selama ini, putra Lilian memang nggak bisa diam. Dia sering naik ke kursi santai, duduk di lengan kursi lalu melompat.

"Sebagai ibu, saya khawatir dia jatuh. Alhasil saya sering meneriakinya. Saya sudah menyampaikan alasan kenapa saya nggak membolehkannya melakukan itu. Tapi apa yang saya dapat? Anak saya hanya memberi tatapan kosong diikuti cekikiannya dan dia melanjutkan aksinya," kata Lilian dilansir Perth Now.




Nggak jarang Lilian spontan berteriak pada anaknya. Si kecil sempat menghentikan aksinya, tapi kemudian melanjutkannya lagi. Sejak saat itu, Lilian merenung. Dia berpikir meneriaki anak benar-benar nggak bagus. Selain nggak 'bekerja' untuk mendiamkan anaknya, cara itu juga bisa membuat Lilian dan anaknya malu.

Ilustrasi ibu berteriak pada anak/ Foto: iStock
Apalagi, Bun, di suatu hari si kecil sedang main sepeda. Saat itu, dia menirukan ucapan Lilian. "Jangan lakukan itu. Jangan lakukan itu. Jangan lakukan. Jangan sentuh. Jangan sentuh," kata Lillian menirukan ucapan putranya ketika naik sepeda sekitar rumah.

Saat itu Lilian sadar. Berteriak hanya memberi contoh nggak baik pada sang anak. Lilian pun merasa selama ini dia bak seorang raksasa yang selalu marah dan teriak pada anaknya. Sejak saat itu, Lillian mencoba mengubah kebiasaannya. Kalau ingin berteriak, Lillian menarik napas dalam-dalam dan menghitung hingga lima sebelum akhirnya dengan tenang mengatakan ke putranya untuk tak melakukan sesuatu yang berbahaya.

Berbicara tentang orang tua yang berteriak, Dr Laura Markham, pendiri Aha! Parenting dan penulis Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting, mengatakan tidak ada orang yang suka diteriaki, termasuk anak-anak.

"Ketika orang tua berteriak, anak-anak hanya patuh di luar, tetapi mereka tidak lebih terbuka," kata Laura dilansir Fatherly.

Penelitian menemukan berteriak terus menerus pada anak usia dini bisa menyebabkan orang tua dan anak saling berteriak. Ketika anak sudah remaja, kebiasaan itu bisa berlanjut. Karena itu, yuk sebisa mungkin kita kendalikan diri, Bun, sebelum berbicara pada anak dengan teriakan. Ya, walaupun ini nggak mudah ya.

Berteriak hanya akan mematikan semua bentuk komunikasi antara orang tua dan anak. Selain itu, teriakan juga sering kali gagal membuat anak belajar tentang kedisiplinan.

(rdn/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Bunda Dituntut Suami Biayai IVF karena Dituding Jadi Penyebab Sulit Hamil

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Kenapa Anak 14 Tahun Bisa Alami Gagal Ginjal? Ini Penjelasan IDAI, Bun

Parenting Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Pemberian MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Kecuali di Wilayah Ini

Parenting Nadhifa Fitrina

Mata Anak yang Suka Main HP Bisa Jadi Juling, Benarkah?

Parenting Asri Ediyati

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Desa Ini 17 Tahun Tak Mendengar Tangis Bayi, Kini Warganya Rayakan Harapan Baru

Heboh 12 Ton Cokelat KitKat Raib, Dicuri Orang Tak Dikenal

Kisah Bunda Dituntut Suami Biayai IVF karena Dituding Jadi Penyebab Sulit Hamil

Mata Anak yang Suka Main HP Bisa Jadi Juling, Benarkah?

Pemberian MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Kecuali di Wilayah Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK