moms-life

Pesan Ibunda Membuat Denny Sumargo Tetap Tegar

Yuni Ayu Amida Jumat, 14 Dec 2018 20:38 WIB
Pesan Ibunda Membuat Denny Sumargo Tetap Tegar
Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari aktor yang juga mantan pebasket nasional, Denny Sumargo. Beberapa waktu lalu melangsungkan prosesi lamaran mewah, Denny rupanya batal menikah dengan sang tunangan, seorang pengusaha yang dikenal sebagai sosialita, Dita Soedarjo.

Dikutip dari detikcom, keputusan batal nikah ini adalah keputusan yang berat bagi Denny dan Dita. Mereka butuh waktu enam bulan untuk mempertimbangkannya.


"Berat! 6 bulan saya ulur terus, mikir terus sampai tidur sering subuh-subuh. Saya kepikiran Dita akan terpukul paling berat pasti karena wanita lebih emosional," terang Denny.


Pastinya tidak mudah menerima kenyataan batal nikah seperti yang dialami Denny Sumargo. Namun, tampaknya, pria 37 tahun ini berusaha tegar. Ia selalu ingat pesan-pesan dari ibunda tercintanya.

Pesan ini tampak ditulis Denny dalam postingan-nya di Instagram, beberapa waktu yang lalu. Dalam foto tersebut, Denny Sumargo dan bundanya kompak tersenyum menghadap kamera.

"Belajarlah dari setiap kesalahan yang kamu buat, kamu tidak perlu jadi orang hebat menurut kata orang, mama tidak perlu itu, mama hanya ingin kamu jadi manusia yang punya tulus hati. Harta dan kekuasaan tidak membuatku bangga, tapi hati yang tidak membenci, yang mengampuni, yang penuh kasih, itulah warisanku," tulis pemain film A Man Called Ahok ini.

[Gambas:Instagram]


Menurut penulis dan ahli remaja, Sarah Newton, saat anak mengalami patah hati, sebagai orang tua jangan dorong mereka untuk berbicara. Cukup berada di sampingnya, tunjukkan bahwa kita ada dan siap saat mereka butuhkan. Setidaknya itu akan membuatnya lebih kuat dalam jangka panjang.


Tonton video: Ada Pertikaian Dita Soedarjo dengan Ibunda Denny Sumargo?

[Gambas:Video 20detik]



"Perkataan seperti semua akan baik-baik saja, masih banyak gadis atau laki-laki lain di luar sana, itu tidak akan membantu," kata Sarah, seperti dilansir Huffpost.

Lebih lanjut, Sarah mengatakan ketika anak mulai mau bicara, jadilah pendengar yang baik. Tetapi kita jangan terlalu banyak bicara atau mengambil kesimpulan.


"Berpihak, bahkan berada di sisi anak, mungkin bisa membuat anak marah dan malah membela orang yang menyebabkan dia luka," tutur Sarah.

Jadi, yang perlu dlakukan adalah tunjukkan kepada anak bahwa Bunda bersedia mendengarkan dan tetap mendukungnya. Tapi, beri mereka kesempatan untuk memutuskan sendiri tentang bagaimana perasaan mereka atas apa yang terjadi, tanpa gangguan apa pun. Selain itu, beri mereka pelukan karena itu bisa menjadi sumber kekuatan untuknya. (yun)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi