mom-life

Cerita Inspiratif Bunda Tetap Aktif Saat Hamil dan Menyusui

Amelia Sewaka Rabu, 19 Dec 2018 19:26 WIB
Cerita Inspiratif Bunda Tetap Aktif Saat Hamil dan Menyusui
Jakarta - Menjadi ibu bekerja sekaligus ibu rumah tangga, bukan hal yang mudah dilakukan. Tiap ibu punya pilihan dan alasan masing-masing kenapa memilih menjadi ibu bekerja. Seperti ibu bernama Cut Noosy Kumala Fajri, Head of Customer Experience Grab Indonesia.

Perempuan yang akrab disapa Cut ini punya prinsip tak ingin ada yang dipilih atau dikorbankan ketika wanita menjadi seorang ibu. Cut termasuk ibu bekerja yang saat hamil harus lebih aktif.

"Menurutku, apapun yang kita lakukan itu ngaruh ke bayi. Nah, ketika kita aktif dan otak kita terasah dalam suatu kegiatan atau pekerjaan, aku percaya itu bisa kasih nilai yang baik ke bayi kita," tutur Cut yang ditemui HaiBunda di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (19/12/2018).


Cut yang menikah pada Januari 2016, sudah dua tahun lebih bergabung dengam Grab. Saat bergabung dengan Grab, Cut sedang hamil 3 bulan, Bun.

"Hebatnya, pihak Grab waktu itu udah tahu aku hamil tapi masih mau hire aku. Padahal dari awal aku udah bilang bahkan sempat ngobrol langsung sama founder Grab, Tan Hooi Ling bahwa aku hamil dan setelah ini konsekuensinya ada 3 bulan maternity. Ya mereka cuma ucapin selamat dan aku tetap percaya I can do it, kemudian bisa set up selama 3 bulan," lanjut Cut.
Cerita Inspiratif Bunda Tetap Aktif Saat Hamil dan MenyusuiFoto: Amelia Sewaka



Sang suami, Mario yang kebetulan juga bekerja di salah satu perusahaan e-commerce, juga mendukung keputusan Cut untuk bekerja. Kata Cut, suaminya mengerti bagaimana ritme kerjanya di Grab. Terlebih, Cut kala itu tengah hamil anak pertama yang kemudian lahir di Oktober 2016.

Menurut Cut, di luar sana masih banyak ibu bekerja yang bisa mengatur rusan rumah tangga dan karier. Terlebih, teknologi kini makin banyak membantu para ibu, salah satunya Grab. Namun tetap, perencanaan matang tetap diperlulan.

"Aku nggak worry dengan banyaknya teknologi yang makin canggih sekarang, terutama untuk para ibu. Tapi pastinya, harus ada mitigation plan yaitu support functionnya harus bagus. Aku bersyukur, keluarga dan pihak Grab kasih support yang signifikan," ungkap ibu dua anak ini.

Kata Cut, untuk mengurus si kecil ada ibundanya yang membantu. Ya, meskipun ada baby sitter yang turut membantu. Namun, ketika memang ada waktu luang, Mario dan Cut nggan membantu sang istri. Terlebih, ada support yang oke dari pihak Grab.

"Official jam kerja memang jam pagi sampai 6 sore, standar. Yang penting di sini riset oriented, selama kita bisa deliver result yang oke dan di rumah ada urusan urgent, aku bisa urus pekerjaan dari rumah. Yang penting mencapai target. Lalu, kantor juga menyediakan nursery room. Bos dan tim juga ngerti ketika kita lagi meeting dan aku harus pompa ASI ya udah mereka maklum. Bahkan kalau meeting-nya nggak bisa ditinggal, aku pompa aja di situ, mereka no problem," ungkap Cut.


Cerita Inspiratif Bunda Tetap Aktif Saat Hamil dan MenyusuiFoto: Amelia Sewaka
Kini, anak pertama Cut dikatakan mulai posesif. Begitu Cut pulang kerja, si kecil melarangnya pegang HP. Cut pun harus fokus sama anak. Nanti begitu anak tidur baru deh Cut mengerjakan pekerjaan yang terpending seperti balas email. Cut menekanlan dia sudah memberi pengertian pada anak-anaknya bahwa dirinya adalah seorang ibu yang bekerja.

"Anak-anak itu cukup cerdas lho untuk menangkap apa yang kita sampaikan. Aku sering bilang ini dari mereka bayi, 'Mami kerja dulu ya, Nak' atau 'Sama Eyang dulu ya' jadi sekarang anakku yang pertama udah paham ketika ditanya mamanya ke mana, dia tahu jawabannya. Makanya dia juga udah ngerti kalau aku udah pulang berarti aku udah milik dia, dia suka cranky kalau aku pulang masih sibuk sama HP," imbuh Cut.

Sedangkan dalam membagi waktu dengan suami, Cut punya cara tersendiri. Biasanya saat weekend, paginya Cut dan Mario melakukan rutinitas bersama yaitu belanja bulanan. Setelah anak udah puas pergi seharian berlanja dan bermain, biasanya Cut dan Mario, mulai curi waktu sehabis Maghrib. Mereka bisa pergi berdua untuk nonton atau sekadar makan bersama. Tapi, quality time-nya bareng pasangan tak bisa sesering dulu, apalagi anak keduanya Cut masih bayi saat ini. (aml/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi