mom-life

Cerita Ridwan Kamil Kenang Masa Kecil, Suka Berebut Telur Dadar

Ratih Wulan Pinandu Kamis, 20 Dec 2018 12:09 WIB
Cerita Ridwan Kamil Kenang Masa Kecil, Suka Berebut Telur Dadar
Jakarta - Ridwan Kamil membagikan kebersamaan bareng ibunda tercinta, Tjutju Sukaesih. Melalui Instagram-nya, orang nomor satu di Jawa Barat (Jabar) itu bercerita mengenai kebiasaan makan malam bersama sang bunda.

Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, tak ada yang berubah dari rutinitas bersama sang bunda. Mereka menikmati makan malam di kediaman orangtuanya, yang disebut sebagai rumah masa kecilnya.

Bahkan, Kang Emil mengungkap jika dulu suka berebut telur dadar bersama keempat saudaranya. Momen makan malam sering dimanfaatkan orang tuanya untuk menasihati Kang Emil dan saudaranya.



Diungkap Kang Emil, kini tak ada yang berubah dari kebiasaan orang tuanya. Di meja makan yang sama, dia dinasihati agar selalu jadi manusia yang sabar, tidak sombong dan pantang meninggalkan kewajiban ibadah.

Namun, yang paling membuat haru adalah pengakuan sang bunda yang ternyata kangen sama anak-anaknya. So sweet banget ya, Bun, kedekatan Kang Emil dan ibunya.

[Gambas:Instagram]


Bentuk perhatian kecil kita untuk orang tua memiliki peran yang sangat besar lho, Bun. Di saat anak-anaknya sudah memiliki kehidupan sendiri, akan membuat sebagian orang tua merasakan kesepian. Apalagi untuk mereka yang tinggal terpisah dengan anak dan cucunya.

Melansir Aging in Place, rasa terisolasi, kesepian, dan kebosanan adalah masalah paling umum yang dirasakan orang tua. Masalah ini diperparah dengan ketidakmampuan mereka bepergian sendiri. Kondisi akan bertambah buruk saat mereka mendengar kabar teman-teman mereka meninggal dunia.

Meskipun pada sebagian orang tua, ada juga yang terus berupaya untuk mempertahankan kemadiriannya. Mereka tidak ingin bergantung pada anaknya. Muncul ketakutan di dalam hatinya, jika sampai harus merepotkan dan dirawat oleh orang lain.

Dikutip dari The Atalantic, sebuah penelitian yang dilakukan dua profesor dari State University of New York di Albany, profesor kesehatan Mary Gallant dan sosiolog Glenna Spitze menemukan hal menarik. Saat mewawancarai para lansia, mereka menemukan bahwa para peserta mengungkapkan keinginan kuat untuk memiliki hak atau wewenang atas diri mereka sendiri. Namun, tetap berharap bantuan dari anak-anaknya dalam bentuk perhatian.

"Salah satu yang paling menakutkan bagi lansia adalah mereka tidak merasa memegang kendali lagi," ungkap Steven Zarit, seorang profesor pengembangan manusia dan studi keluarga di Pennsylvania State University.

Sikap keras kepala yang mereka tunjukkan memang menjadi faktor rumit dalam hubungan antar generasi. Namun, dengan menghindari argumen dan kesabaran akan membuat komunikasi jadi lebih baik.

"Jangan pilih argumen. Jangan membuat para orang tua merasa defensif. Berikan sebuah ide dan sampaikan secara pelan-pelan dengan sabar," imbuhnya.

Nah, Bunda cobalah luangkan lebih banyak waktu dengan orang tua. Ingat untuk selalu bersabar dan memberikan kebebasan orang tua untuk menikmati masa senja mereka ya!

(rap/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi