mom-life

Cerita Sarah Azhari Jalani Hidup Bersama Anaknya di Amerika

Asri Ediyati Sabtu, 12 Jan 2019 13:05 WIB
Cerita Sarah Azhari Jalani Hidup Bersama Anaknya di Amerika
Jakarta - Sudah lama tak terlihat di layar kaca, baru-baru ini Sarah Azhari membawa putranya, Albany Ray 'pulang kampung'. Kunjungannya ke Indonesia nggak lama kok, Bun. Nantinya, Sarah dan Albany akan kembali pulang ke Los Angeles, AS. Keduanya sudah menetap di sana selama delapan tahun.

Jauh dari sorot kamera, ternyata Albany Ray sudah dewasa. Putra semata wayangnya itu kini berusia 18 tahun. Kalau di AS, usia tersebut merupakan usia yang sudah diperbolehkan untuk hidup mandiri, Bun. Meskipun demikian, Sarah masih berat melepas anaknya. Sarah mengaku masih ingin fokus mengurus Albany yang tengah duduk di bangku kuliah.

"Sampai sekarang masih ada yang menawarkan (pekerjaan), tapi saya mesti fokus mengurus anak saya, walaupun dikit lagi bisa ditinggal. Di mana-mana tiap orang tua pasti berat melepas anaknya sendiri," kata Sarah dikutip dari InsertLive.


Apalagi menurutnya, Albany merupakan tipe anak penurut. Kegiatan yang dilakukan pun positif, bahkan Albany terbilang jarang keluar malam. Sampai sejauh ini, dia lebih fokus pada olahraga.
Sarah Azhari dan putranya, Albany Ray/ Sarah Azhari dan putranya, Albany Ray/ Foto: Insert Live

"Kalau ditanya udah mandiri, dia sudah bisa. Alhamdulillah penurut, tapi namanya anak laki-laki dibilangin kadang agak susah. Kegiatannya positif, dia keluar malam juga tapi nggak sering dan lebih fokus ke olaraga," tutur Sarah.

Sepulangnya dari AS, Sarah Azhari mengaku sering dibilang kakak adik dengan anaknya. Kebanyakan orang-orang yang ia temui sampai nggak percaya kalau Albany sudah besar.

"Sering dibilang adiknya, mungkin karena udah lama nggak lihat, jadi orang kaget, mungkin dulu ngeliatnya (Albany) masih kecil," tutup Sarah.

Wah time flies ya, Bun? Ketika anak makin besar, mungkin kelak mereka akan sibuk dengan dunianya sendiri. Di saat itulah kita akan makin kangen masa-masa mereka kecil, saat ke mana-mana membuntuti kita, saat selalu ingin bermain bersama kita, juga saat gendongan dan ciuman kita adalah hal yang membahagiakan mereka. Hiks, jadi mellow.

Karena itu, selagi masih ada waktu, yuk kita ciptakan memori positif sebanyak-banyaknya bersama anak. Psikolog anak, Feka Angge Pramita, beberapa waktu lalu bilang dengan mendampingi anak menciptakan memori positif, anak akan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.

Nah, saat anak-anak sudah beranjak dewasa, dikutip dari detikcom, psikolog anak dan remaja dari RSAB Harapan Kita, Ade Dian Komala MPsi, mengatakan yang penting dilakukan orang tua adalah menjaga komunikasi berjalan dengan baik. Sebab, dengan komunikasi orang tua bisa tahu sejauh mana kedewasaan anak.

Dari komunikasi, kita bisa melihat kemampuan dia dalam mengatasi masalahnya. Agar anak memiliki pikiran yang dewasa seiring perkembangannya jadi orang dewasa, sebaiknya kita tidak menerapkan pola asuh satu arah dan terlalu banyak 'menyuapi' anak.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi