mom-life

Pelajaran Hidup, Masa Depan dan Nasihat Ahok untuk Sean

Asri Ediyati Sabtu, 26 Jan 2019 09:12 WIB
Pelajaran Hidup, Masa Depan dan Nasihat Ahok untuk Sean
Jakarta - Bebas dari rumah tahanan, Basuki Tjahja Purnama atau lebih akrab disapa Ahok dijemput keluarganya. Ya, Kamis (24/1) Ahok bebas dari masa tahanan selama 2 tahun di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Ahok dijemput dan ditemani putra sulungnya, Nicholas Sean saat pulang ke rumah baruya. Di mobil, sepanjang perjalanan, Ahok berbincang dengan Sean. Pembicaraan keduanya direkam dalam sebuah vlog yang diberi judul #pulang.

Pembicaraan keduanya cukup mengalir dan menyenangkan. Layaknya anak dan ayah yang melepas rindu, obrolan dibuka dengan rencana Sean melanjutkan studi ke negeri kanguru, Australia. Ahok yang berencana untuk mengantar Sean ke Australia, berandai-andai menyewa mobil sampai pergi ke hutan di Australia. Mendengar perkataan sang ayah, Sean langsung menimpalinya dengan candaan.

"And die," timpal Sean.

"No... How come we die?" tanya Ahok keheranan.

"You said go to jungle. How if we got bitten by a snake," ujar Sean sambil tertawa.

Rupanya Sean terlalu serius menanggapi rencana ayahnya. Ia takut jika harus pergi ke hutan asli dan khawatir digigit ular. Alasan Sean lantas membuat Ahok langsung menasihati putra sulungnya itu. Ia meminta Sean untuk tidak asal ngomong dan berpikiran negatif.

"You never use the negative word, that's what I learned in the prison. You try not to use negative word for mind. Jadi pikiran kita, hati kita itu dipengaruhi oleh ucapan kita," ujar Ahok.

Ia melanjutkan, saat dipenjara ia berusaha mungkin tak menggunakan kata-kata yang negatif. Baginya, kalau selalu berpikiran negatif hidupnya negatif pula. Tak hanya obrolan serius, Bun, karena Ahok melanjutkan obrolan dengan topik lain yang nggak kalah seru. Dia menunjukkan cincin batu akik merah delima. Cincin itu disebut ajaib oleh Ahok, karena bisa menyala jika ditetesi air.

"Cincin ajaib ini, see ya? See? Nah!" kata Ahok sembari menunjukkan cincinnya.

Sean menganggap cincin itu memakai baterai tapi ternyata ia salah. Ahok bilang kalau cincin itu merupakan pinjaman orang yang menjenguknya saat di tahanan. Kini, dia berencana untuk mengembalikan ke pemiliknya. Obrolan nggak sampai di situ saja, Bun, karena tiba-tiba raut mukanya terkejut dan lebih antusias melihat jalan yang mereka lalui. Ahok terkejut melihat wajah Jakarta yang baru , melalui jendela mobilnya.

Pelajaran Hidup, Masa Depan dan Nasihat Ahok untuk SeanPelajaran Hidup, Masa Depan dan Nasihat Ahok untuk Sean/ Foto: YouTube Panggil Saya BTP

"Pernah lewat sini kan?" tanya Sean.

"Nggak pernah lah, waktu diresmikan udah ditahan, udah dikurung. Waktu belum jadi aja naik sini, waktu belum jadi masih ada yang harus disambung. Nih bagus nih gedungnya kaca-kaca ini, baru nih? Udah lama ya? Lama nggak lihat aja gua," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Wajar ya, Bun, kalau mantan gubernur Jakarta itu terlihat antusias melihat hasil kerja kerasnya dulu sudah membuahkan hasil. Lebih lanjut, Ahok juga mengutarakan beberapa keinginannya seperti potong rambut sama anggota Brimob, mau nonton film lagi di bioskop dan ingin bikin home theater di rumah. Sean juga menyinggung keinginan ayahnya menjadi influencer.

"But you wanna be a influencer?" tanya Sean disambung dengan tawa keras.

"Ya minimal gini jadi yang mau nonton papa mau keluar kan bisa nonton, nggak cuma di TV. Nah kalau banyak subscribe dan nonton, Papa mau upload band teman nyanyi," jawab Ahok.

Pria asal Belitung Timur itu mengungkap keinginannya untuk menyetir lagi. Sambil mengeluarkan SIM-nya, dia mengatakan bahwa SIM-nya sudah tidak berlaku lagi.

"Don't get into trouble again. You just got out of trouble," ucap Sean.

Menanggapi ucapan Sean, Ahok hanya tertawa dan balas menimpalinya dengan canda , bun. Dia malah mengatakan kalau SIM yang dimilikinya merupakan lisesnsi untuk mengendarai truk.

Bisa berkumpul kembali dengan keluarga, setelah terpisah lama menjadi momen yang tak tergantikan untuk keduanya. Memang, ayah yang dekat dengan anak laki-lakinya, dan dapat menunjukkan rasa cintanya dengan konsisten akan berdampak baik bagi pertumbuhan si anak ketika dewasa.

Anak cenderung menjadi pribadi penurut dan memiliki lebih sedikit masalah dengan teman sebaya, pendidikan, maupun perilakunya. Demikian dikutip dari Family Education.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi