moms-life

Duka Mendalam Marini Zumarnis Ditinggal Ibunda untuk Selamanya

Yuni Ayu Amida Jumat, 08 Feb 2019 16:24 WIB
Duka Mendalam Marini Zumarnis Ditinggal Ibunda untuk Selamanya
Jakarta - Kabar duka datang dari artis Marini Zumarnis. Istri Denny Wardhana ini baru saja kehilangan ibunda tercintanya.

Dikutip dari Insertlive, ibunda tercinta Marini Zumarnis, Fatmawati, mengembuskan napas terakhir pada Jumat (8/2/2019) sekitar pukul 08.45 WIB. Berita duka disampaikan aktris Lulu Zakaria melalui akun Instagram miliknya, @luluzakaria70.


"Telah Berpulang Ke Rahmatullah Bunda dari sahabat kita Marini Zumarnis : Ibu FATMAWATI Binti PATANDUK pada seputar jam 8.45 pg di RSPAD Gatot Subroto... mohon doanya agar Almarhumah Husnul Khotimah dan keluarga yg di tinggalkan di beri ketabahan dan kekuatan...," tulis Lulu.


Marini Zumarnis juga mengunggah fotonya bersama jenazah sang ibu di Instagram story akun miliknya, @marinizumarnisreal. Dalam potret tersebut, Marini terlihat sangat berkabung.

"Selamat jalan ibuku, hari Jumat Allah memanggil ibuku, doakan ibuku ya semua teman-temanku," tulis wanita 42 tahun ini.

Duka Mendalam Marini Zumarnis Ditinggal Ibunda untuk SelamanyaFoto: instagram @marinizumarnisreal

Bicara kesedihan anak yang ditinggal orang tua untuk selamanya, seperti dialami Marini Zumarnis, penelitian menunjukkan bahwa kehilangan orang tua mengubah orang dewasa secara psikologis dan biologis. Dalam keadaan yang lebih sulit, perubahan itu bisa menjadi patologis atau terkait penyakit.

Menurut psikolog klinis Carla Marie Manly, anak perempuan memiliki respons kesedihan lebih kuat daripada anak laki-laki. Pria yang kehilangan orang tua mereka biasanya lebih lambat menunjukkan kesedihannya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kehilangan ayah lebih terkait dengan hilangnya penguasaan diri, tujuan, visi, keyakinan, dan komitmen. Sedangkan kehilangan seorang ibu memunculkan respons atau kesedihan yang lebih dalam.


"Banyak orang melaporkan, merasa lebih kehilangan ketika seorang ibu meninggal. Ini bisa dikaitkan dengan sifat dari hubungan ibu dan anak yang memang cenderung lebih dekat," kata Carla, seperti dilansir Fatherly.

Sementara menurut psikiater dr.Nikole Benders-Hadi, dalam kasus kematian orang tua yang tidak terduga, seperti penyakit akut atau kecelakaan traumatis, membuat anak-anak maupun orang dewasa berada dalam tahap penolakan dan kemarahan dari kehilangan tersebut. Soal perbedaan kesedihan kehilangan ayah maupun ibu, itu tergantung pada kedekatan sang anak dengan orang tuanya.

[Gambas:Video 20detik]

(yun)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi