Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Sungkan Bicara pada Mertua? Coba Minta Suami Jadi Perantara

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 15 Feb 2019 08:59 WIB

Urusan bicara pada mertua kadang-kadang bikin bingung. Benar nggak, Bun?
Sungkan Bicara pada Mertua? Coba Minta Suami Jadi Perantara/ Foto: istock
Jakarta - Bunda pasti pernah bingung saat akan mengutarakan pendapat atau mencoba menolak permintaan mertua. Ini bisa karena perasaan 'tidak enak' atau takut akan menyinggung dan menyakiti perasaan mertua ya, Bun.

Orang tua memang cenderung punya pendapat sendiri yang dia yakini yang sering bertentangan dengan pendapat anaknya. Umumnya, mereka selalu merasa benar karena yakin lebih berpengalaman dari anak-anaknya.

Saat itulah komunikasi yang tepat dibutuhkan. Bila salah sedikit saja berkomunikasi dengan mertua, biasanya akan berdampak juga pada hubungan pasangan dengan orang tuanya. Bila ini sudah terjadi, bisa berakibat pada renggangnya hubungan keluarga besar juga lho, Bun.

Nah, untuk masalah berkomunikasi dengan mertua, tak ada salahnya Bunda minta bantuan suami. Menurut Psikolog klinis anak dan remaja, Monica Sulistiawati, kebanyakan menantu takut salah jika mengutarakan pendapat kepada mertua. Sehingga, mereka sulit menolak permintaan mertua. Padahal, perasaan tersebut jika dibiarkan akan membuat hubungan Bunda dan mertua semakin jauh nih.

"Minta bantuan suami untuk berbicara pada mertua. Biarkan dia memberikan pengertian yang sama seperti yang kita berikan pada orang tua sendiri," ujar Monica, di tengah acara 'Mothercare, Mother to Mothers, Unconditional Love' di Djakarta Theater XXI, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, orang tua paling mudah jika berbicara dengan anaknya sendiri, begitu pun sebaliknya. Dalam komunikasi orang tua dan anak, ada ikatan emosional yang terbentuk yang jarang muncul dalam komunikasi antara menantu dan mertua. Akan muncul perdebatan dan pertukaran pendapat yang dikeluarkan benar-benar dari perasaan orang tua dan anak.

"Penting juga untuk menjaga hubungan baik dengan pasangan agar dia tahu dan mengerti apa yang kita mau dan keinginan kita yang tidak sesuai dengan pandangan mertua. Nantinya pasangan dapat mengutarakan pendapat kita yang tidak tersampaikan," kata Monica.

Nah, hubungan dengan pasangan yang baik itu harus dibangun dengan sehat, mesra, kokoh dan kompak ya, Bun. Sehingga Bunda bisa jadikan pasangan sebagai pintu komunikasi yang baik dengan orang tuanya.

Bunda juga harus ingat ya, jika mertua memang susah untuk didekati dan diajak komunikasi, baiknya jangan membuat ekspektasi tinggi. Bunda nantinya akan kecewa dan stres sendiri lho. Dengan kata lain, kita juga harus pintar menilai sifat dan perasaan mertua ya, Bun.

[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda