moms-life
Cara Menghitung Pembagian THR untuk Mertua dan Orang Tua
HaiBunda
Minggu, 08 Mar 2026 13:50 WIB
Daftar Isi
Bingung ingin memberi THR berapa untuk mertua dan orang tua kandung? Mari bahas di sini, Bunda.
Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Selain diberikan kepada anak-anak atau kerabat, pasangan yang telah menikah juga biasanya menyiapkan sebagian THR untuk diberikan kepada orang tua maupun mertua sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.
Meski sudah menjadi kebiasaan setiap tahun, tidak sedikit orang yang masih bingung menentukan nominal THR yang tepat untuk orang tua dan mertua. Pertanyaan mengenai berapa jumlah yang pantas diberikan sering muncul, terutama ketika harus menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Bunda juga sering merasa kebingungan ketika membagi THR kepada orang tua? Jika iya, pahami hukum dan cara membagi THR kepada orang tua agar adil.
Hukum memberi uang THR dalam Islam
Memberikan THR kepada keluarga saat Lebaran pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam. Hal ini dijelaskan oleh Ustazah Lailatis Syarifah dari Aisyiyah dalam wawancara bersama HaiBunda.
Ia menjelaskan bahwa pemberian THR termasuk dalam aktivitas muamalah dengan hukum boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya.
“Memberikan uang THR pada Hari Raya hukumnya boleh. Berdasarkan kaidah fikih yang menyatakan, ‘al-ashlu fi al-mu'amalah al-ibahah illa ma dalla ad-dalil 'ala tahrimih’. Artinya pada asalnya semua hal yang berhubungan dengan muamalah hukumnya boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya,” ujar Lailatis.
Selain diperbolehkan, tradisi ini juga dinilai membawa kebahagiaan bagi keluarga. Anak-anak biasanya sangat menantikan momen menerima amplop Lebaran yang secara tidak langsung juga menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap perayaan Idul Fitri sebagai hari besar umat Islam.
Cara menghitung pembagian THR untuk orang tua dan mertua
Bagi pasangan yang sudah menikah, mengatur pembagian THR perlu dilakukan dengan bijak agar tetap seimbang antara kebutuhan keluarga inti dan pemberian kepada kerabat.
Financial advisor Christina Indah Desheila pernah menjelaskan bahwa uang THR sebaiknya tidak langsung dihabiskan untuk orang lain. Prioritas pertama tetap pada kebutuhan keluarga inti terlebih dahulu.
“THR ini tetap yang pertama untuk self reward. Jangan memikirkan orang lain dahulu, tapi pikirkan keluarga inti,” jelasnya.
Untuk lebih mudah mengatur pengeluaran THR, berikut cara pembagian THR yang mungkin Bunda bisa tiru.
1. Sisihkan 10% untuk self reward keluarga inti
Sebagian kecil THR dapat digunakan untuk menyenangkan keluarga inti. Misalnya saja dengan berlibur singkat, makan bersama, atau membeli mainan untuk anak.
2. Alokasikan sekitar 20% untuk hampers atau parcel Lebaran
Dana ini dapat dipakai untuk membeli hampers atau bingkisan yang akan diberikan kepada kerabat, tetangga, atau rekan kerja.
3. Sisihkan 20% sampai 25% untuk angpao Lebaran
Bagian ini biasanya diberikan kepada anak-anak dan keluarga, termasuk orang tua serta mertua. Pemberiannya bisa berupa uang tunai atau hadiah yang bermanfaat.
4. Simpan sisa uang untuk kebutuhan dan dana darurat
Sisa THR sebaiknya tidak langsung dihabiskan. Simpan sebagai tabungan atau dana darurat untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Dengan pembagian tersebut, Bunda bisa lebih mudah menentukan berapa nominal yang akan diberikan kepada orang tua atau mertua tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga.
Asal usul tradisi THR di Indonesia
Tradisi THR ternyata sudah ada sejak lama di Indonesia. Mengutip detikcom, kebijakan ini pertama kali muncul pada tahun 1951 pada masa pemerintahan Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo.
Pada saat itu, kabinet Soekiman memperkenalkan tunjangan khusus menjelang Hari Raya sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan aparatur negara. Tunjangan tersebut diberikan kepada para Pamong Pradja yang kini dikenal sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Seiring berjalannya waktu, konsep THR berkembang lebih luas di tengah masyarakat. Kini,istilah THR tidak hanya merujuk pada tunjangan dari perusahaan atau pemerintah, tapi juga identik dengan tradisi berbagi amplop Lebaran kepada keluarga, termasuk orang tua, anak, hingga kerabat dekat.
Jadi, berapa Bunda biasanya memberikan THR kepada orang tua?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
13 Ciri Mertua yang Tidak Menghargai Menantu dan Cara Mengatasinya
Mom's Life
10 Cara Bijak Menghadapi Suami yang Selalu Menyalahkan Istri
Mom's Life
7 Tanda Kesepian dalam Pernikahan, Penyebab & Cara Mengatasinya
Mom's Life
Mengenal Arti Prioritas dalam Hubungan, Tanda Pasangan Melakukannya & Contohnya
Mom's Life
Wanita Ini Tak Rela Uang Seserahan Dibagi 2 Demi Pesta di Rumah Calon Suami
5 Foto
Mom's Life
5 Seleb yang Dekat dengan Mertua, Jadi Menantu Kesayangan!
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
THR Datang, Ini Cara Membaginya Tanpa Rasa Bersalah: ke Keluarga atau Ortu Dahulu?
Belanja Lebaran: Mana Kebutuhan, Mana Tekanan Sosial?
Menaker Pastikan THR Karyawan Swasta Kena Pajak, Ini Perhitungannya