moms-life

Terasa Berat Ketika Ahmad Dhani Harus Berpisah dengan Anak-anak

Yuni Ayu Amida Rabu, 06 Mar 2019 08:00 WIB
Terasa Berat Ketika Ahmad Dhani Harus Berpisah dengan Anak-anak
Jakarta - Selama di penjara, musisi Ahmad Dhani mengaku sangat rindu anak-anaknya. Sang istri, Mulan Jameela pun menganggap wajar hal tersebut. Bahkan Mulan mengatakan, sang suami menjadi lemah karena itu.

"Dia yang paling berat itu ketika berpisah sama anak-anak, sama istri mungkin masih mending, tapi sama anak itu berat banget. Dan itu yang mungkin buat dia kadang-kadang agak lemah," terang Mulan Jameela, dikutip dari InsertLive.


Mulan sendiri mengaku hampir setiap hari menangis. Ketika melihat sang suami menangis karena harus berpisah dengan anak-anak mereka, Mulan pun sudah tabah.


"Aku hampir setiap hari nangis, jadi kayak tabah nangis banget pas Mas Dhani nangis banget itu," tutur mantan personel duo Ratu ini.

Walau demikian, ibu dari Safeea Ahmad ini mengatakan, sang suami tetap semangat dan terus berjuang. "Dia harus semangat, harus militan katanya. Dan jangan lupa setiap setelah sholat itu terus berdoa, dia enggak boleh lupa," ucap wanita yang dinikahi Ahmad Dhani pada 2009 ini.

Tidak hanya Ahmad Dhani, anak-anak mereka juga merasakan beratnya harus berpisah dengan sang ayah. Menurut profesor psikologi di York University, yang juga penulis buku Trauma and the Avoidant Client, Robert T. Muller, Ph.D., ketika orang tua ditangkap atau dihukum, anak-anak mereka menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah gangguan kelekatan orang tua dan anak.

Penelitian menunjukkan bahwa keterikatan orang tua dan anak secara langsung memengaruhi perkembangan kognitif dan perilaku pada anak-anak. Gangguan ini dapat menyebabkan masalah sosial dan perilaku di kemudian hari.


Bahkan reaksi emosional ini dapat berubah menjadi masalah perilaku yang parah. Dapat memicu konflik antara anak dan orang lain. Kata Muller, banyak anak-anak dari orang tua yang di penjara memiliki perasaan marah dan agresif, yang mengarah ke persahabatan yang gagal di sekolah.

"Beberapa mungkin juga menjadi depresi dan cemas, membawa tantangan akademik dan sosial," terang Muller, seperti dilansir Psychology Today.

[Gambas:Video 20detik]

(yun)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi