moms-life

Inspirasi Ucapan Manis dari Buku 'Talijiwo' Karya Sujiwo Tejo

Radian Nyi Sukmasari Selasa, 16 Jul 2019 14:40 WIB
Inspirasi Ucapan Manis dari Buku 'Talijiwo' Karya Sujiwo Tejo
Jakarta - Masing-masing orang punya cara untuk menyatakan rasa sayang atau cintanya pada pasangan. Salah satunya dengan memberikan ucapan manis. Nah, ucapan manis nyatanya bisa bersumber dari mana saja, termasuk buku.

Menurut peneliti di bidang filosofi psikologi, Aaron Ben-Zeev, Ph.D., menyatakan cinta dan sayang pada pasangan adalah hal alami yang dilakukan pasangan suami istri. Hal itu juga bisa jadi salah satu kunci langgengnya sebuah hubungan.

"Tapi, mengucapkan kata-kata manis atau cinta pada pasangan juga perlu dipikirkan. Terlebih jika pasangan memiliki karakteristik berbeda dengan kita. Saran saya, hindari mengatakan sayang atau cinta pada pasangan ketika mood Anda dan pasangan sedang tidak baik," kata Ben-Zeev dilansir Psychology Today.


Memang enggak ada ketentuan kapan baiknya seseorang mengemukakan perasaan cinta dan sayangnya pada pasangan. Hanya saja, pesan Ben-Zeev, lakukan ketika hati Bunda atau Ayah memang sedang ingin mengucapkan hal itu.

Nah, jika Bunda dan Ayah sedang mencari inspirasi ucapan manis, beberapa kalimat penuh makna cinta dari kutipan di buku Talijiwo karya budayawan Sujiwo Tejo bisa dijadikan ide lho. Kalimat ini bisa disampaikan langsung atau melalui pesan teks.

1. Bendera yang paling Memanggilku pulang adalah kibas rambutmu di atas bukit, Kekasih, yang bersedekap menantikanku sepanjang musim.

2. Lebih sunyi daripada kepak sayap capung di tanah rantau, Kekasih, rinduku padamu mengembara ke bintang-bintang.

3. Walau masih melekan, aku bukan pendoa, Kekasih. Aku hanya pekerja malam yang khusyuk menggali lubuk di hatimu.

4. Cinta bukanlah seluruh kata-kata yang pernah ada, sebab rasaku padamu tak tentang kata.

ilustrasi ucapan manis pasanganilustrasi ucapan manis pasangan/ Foto: iStock
5. Engkaulah satu-satunya milikku yang paling berharga di dunia.

6. Karena cinta bukan harga pas, Kekasih, dan tak mengenal kembalian.

7. Kekasih, bagaimana bisa kita satukan tawa kita sebelum kamu menjadi bagian yang sah dari tangisku?

8. Segunung apa pun aku diamku merenung, tak mungkin aku sampai pada pemahaman mengapa aku mencintaimu, Kekasih.

9. Laut mengarang batu, debar berdebur tak menghempasnya, Kekasih, di sana tegak abadi rinduku padamu.



10. Kekasih, merindu ibarat menyaksikan detik yang mengandung mengidam tahun.

11. Di dalam kita menjulang pohon, Kekasih, yang berakar padamu berkembang padaku, lalu orang-orang yang memberhalakan bahasa kata menyebutnya cinta.

Ketahui juga hal yang bikin Oka Antara dan istri sering berantem di video berikut, Bun.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi