sign up SIGN UP search


moms-life

9 Cara Mencegah Takikardia, Penyakit Jantung yang Diidap Jessica Iskandar

Asri Ediyati Jumat, 26 Jun 2020 18:34 WIB
Jessica Iskandar caption
Jakarta -

Belum lama ini, Jessica Iskandar berbagai pengalaman ketika didiagnosis penyakit takikardia. Dalam YouTube pribadinya, Jedar memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter karena merasa detak jantungnya berdebar kencang. Saat diperiksa, detak jantung ibu satu anak ini mencapai 124 kali per menit.

Menurut Ns. Osty Histry Kapahang, S.Kep, dari RSJPD Harapan Kita, Jakarta, takikardi atau takikardia merupakan jenis aritmia, yaitu denyut jantung yang tidak normal. Pada kondisi ini, detak jantung lebih cepat dari normal atau lebih dari 100 kali per menit.

Apa penyebabnya? Menurut James Beckerman, MD, FACC, banyak hal yang menjadi penyebab takikardia. Olahraga berat, demam, ketakutan, stres, kecemasan, obat-obatan tertentu, dan obat-obatan jalanan, bisa menyebabkan sinus takikardia.


"Ini juga dapat dipicu oleh anemia, tiroid yang terlalu aktif, atau kerusakan akibat serangan jantung atau gagal jantung," tulisnya, dikutip dari WebMD, Jumat (26/6/2020).

Lantas, apakah takikardia bisa dicegah? Jawabannya bisa, Bunda. Cara paling efektif untuk mencegah takikardia adalah menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Jika Bunda sudah memiliki riwayat penyakit jantung, pantau dan ikuti rencana perawatan untuk membantu mencegah takikardia.

Jessica Iskandar periksa jantungJessica Iskandar periksa jantung/ Foto: YouTube

Dilansir Mayo Clinic, Bunda bisa ambil langkah-langkah berikut:

1. Olahraga dan makan makanan sehat. Jalani gaya hidup sehat jantung dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan sehat rendah lemak seperti buah, sayuran, dan biji-bijian.

2. Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

3. Jaga agar tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkendali. Lakukan perubahan gaya hidup dan minum obat sesuai resep untuk memperbaiki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kolesterol tinggi.

4. Berhenti merokok. Jika merokok dan tidak bisa berhenti sendiri, bicarakan dengan dokter tentang strategi atau program untuk membantu menghentikan kebiasaan merokok.

5. Kurangi minum alkohol. Jika Bunda atau suami suka minum alkohol, lakukan dalam jumlah moderat atau sedang. Namun, untuk beberapa kondisi, disarankan untuk sepenuhnya menghindari alkohol.

6. Gunakan obat-obatan yang dijual bebas dengan hati-hati. Beberapa obat pilek dan batuk mengandung stimulan yang dapat memicu detak jantung yang cepat. Tanyakan kepada dokter obat apa yang perlu dihindari.

7. Batasi kafein. Jika suka konsumsi minuman berkafein, lakukan dalam jumlah moderat atau sedang, yakni tidak lebih dari satu atau dua cangkir setiap hari.

8. Kendalikan stres. Hindari stres yang tidak perlu dan pelajari teknik untuk menangani stres normal dengan cara yang sehat.

9. Lakukan pemeriksaan fisik rutin dan laporkan tanda atau gejala apa pun yang berkaitan dengan jantung ke dokter.

Semoga membantu ya, Bunda.

Simak juga diet mediterania yang bisa mencegah sakit jantung melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi