HaiBunda

MOM'S LIFE

Jenis Masker Ini Tak Efektif Cegah Corona, Bunda Perlu Tahu

Siti Hafadzoh   |   HaiBunda

Kamis, 13 Aug 2020 16:40 WIB
Jenis Masker Ini Tak Efektif Cegah Corona, Bunda Perlu Tahu/ Foto: iStock
Jakarta -

Di era new normal sekarang ini, semua orang diwajibkan memakai masker untuk mencegah penularan virus corona. Tapi, masker seperti apa yang sebenarnya paling efektif?

Seorang profesor dari Duke's School of Medicine melakukan penelitian tentang efektivitas masker yang biasa digunakan masyarakat luas. Penelitian ini bermula ketika seorang profesor ingin membantu kelompok lokal memberikan masker kepada orang yang membutuhkan. Tapi, profesor ingin memastikan dulu mana masker yang efektif.

Dalam penelitiannya, mereka menggunakan alat sederhana berupa kotak hitam, laser, dan kamera.


"Sinar laser diperluas secara vertikal untuk membentuk lembaran tipis cahaya, yang kami pancarkan melalui celah di kiri dan kanan kotak," kata Martin Fischer, salah satu penulis studi dikutip dari CNN.

Di bagian depan kotak, ada lubang untuk orang berbicara di dalamnya. Kamera ponsel merekam cahaya yang tersebar ke segala arah oleh droplet yang menembus sinar laser ketika berbicara.

Penelitian ini menemukan, masker yang paling efektif adalah N95. Masker ini digunakan oleh para petugas medis. Kemudian, masker bedah tiga lapis juga efektif.

Nah, Bunda yang hanya memiliki masker kain katun di rumah bisa bernapas lega nih. Menurut penelitian, masker ini berfungsi dengan baik lho dalam mencegah penularan COVID-19.

Jenis Masker Ini Tak Efektif Cegah Corona, Bunda Perlu Tahu/ Foto: iStock

Sedangkan neck fleeces atau masker buff ternyata tidak efektif menahan percikan dari mulut dan hidung.

Faktanya, bahan fleeces memecah droplet menjadi lebih kecil dan bisa lebih mudah terbawa udara.

Nah, kalau Bunda memakai masker kain yang sudah efektif, tetap diperhatikan cara penggunaannya ya. Misalnya saja sering menurunkan masker ke leher ketika makan dan minum, tentu sebaiknya dihindari.

Virus corona atau kuman lainnya mungkin saja menempel di pakaian atau bagian tubuh kita yang tidak tertutup masker.

"Jika bagian dalam masker menyentuh bagian lain dari tubuh yang terkontaminasi virus seperti rambut, dahi, dagu, leher, tangan, pakaian lain. Lalu, bagian dalam masker dikembalikan ke daerah hidung dan mulut (di mana ada selaput lendir yang rentan), infeksi dapat terjadi," kata Lucy Wilson, ketua departemen pelayanan kesehatan darurat di University of Maryland, Baltimore County dilansir Huffington Post.

Lihat juga cara membuat masker sendiri di rumah tanpa mesin jahit berikut ini, Bunda.

(sih/kuy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK