moms-life
Nikahi Wanita Turki, Begini Perjuangan Pria Jambi Meluluhkan Hati Mertua
Rabu, 24 Nov 2021 11:22 WIB
Pria asal Jambi, Muhammad Mutawalli menceritakan bagaimana ia memperjuangkan pernikahan dengan orang yang dicintainya. Wanita yang dicintainya bukanlah wanita biasa, wanita tersebut merupakan warga negara Turki, Bunda.
Setelah perjuangan yang cukup berliku, Mutawalli pun belum lama ini menikah dengan sang pujaan hati, seorang wanita dari Turki bernama Edanur Yildiz. Di balik kisah happy ending-nya, restu mertua dan pandemi COVID-19 sempat menjadi kerikil dalam kisah cinta mereka.
Keduanya bertemu melalui media sosial Instagram, pertemuan mereka pun terjadi dengan tidak sengaja dan langsung membuat Mutawalli jatuh hati pada Edanur.
"Saya kenal di Instagram pertama kali pada Agustus 2018. Saya lihat profil, lalu saya komen fotonya, ternyata dia suka dengan Aceh. Jadi itu pertama kenal," ungkapnya pada HaiBunda belum lama ini.
Dari mengomentari foto, Mutawalli akui bahwa dirinya juga pernah mengirimkan pesan pada Edanur. Namun, ia tak pernah dapat balasan hingga beberapa minggu.
Untungnya, usahanya tersebut berbuah manis. Edanur lantas membalas pesannya dan mereka melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp. Keduanya membahas soal ketertarikan pada negara asal masing-masing.
"Habis itu saya kirim pesan itu sebulanan awal belum dibalas. Tapi setelah itu dibalas, saya bilang 'Saya suka dengan presiden mu, Turki dan sejarahnya. Dia juga bilang 'Aku juga senang lihat video kamu. Aku cinta Indonesia juga. Aku cinta Aceh. Aku senang lihat video mu yang baca syalawat, membuat hati ku tersentuh' gitu awalnya."
"Jadi kami tukaran WhatsApp, lalu komunikasi. Saling kagum, saling berbagi informasi tentang Indonesia-Turki," sambungnya.
Mulai dari mengagumi dari postingan hingga komunikasi, Mutawalli akui bahwa dirinya merasa semakin tertarik dengan Edanur. Ia lantas mengakui hal tersebut dan mengajak wanita kelahiran Bursa 1 April 1998 itu menjalin hubungan yang serius dengan dirinya.
"Habis itu komunikasi dua hari, Saya langsung bilang ingin serius, ingin datang ke Turki, mau melamar. Awalnya masih agak ragu dia, tapi akhirnya dijawab, 'Kalau memang serius, aku juga punya kekaguman sama kamu. Datang ke Turki, aku tunggu'. Seperti itu jawabannya," ujar Mutawalli.
Mutawalli menggarisbesarkan bahwa ia dan sang istri tak berpacaran, Bunda. Memang sebelumnya mereka berkomunikasi, tapi tak intens.
"Jadi sebelum menikah, kami komunikasi terus tapi status enggak jelas. Tidak disebut pacaran karena kami enggak pernah yang berlebihan. Video call sangat jarang, itu pun kalau dia ada waktu. Kami komunikasi dalam seminggu berbagi informasi dan yang kabar kayak gitu," bebernya.
Simak kelanjutannya di halaman berikut ya, Bunda.