moms-life

13 Pemicu Mommy Wars Paling Umum, Konflik dengan Mertua hingga Perkembangan Anak

Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Senin, 07 Mar 2022 18:07 WIB

Jakarta -

Tahukah Bunda, bahwa tanggal 8 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai International Women's Day. Melansir dari laman resminya, tahun ini, International Women's Day mengusung tagar #BreakTheBias nih, Bunda.

Harapannya, agar kita para wanita bebas dari bias, stereotip, dan diskriminasi. Sehingga ke depannya diharapkan tercapai lingkungan yang beragam dan adil. Serta budaya kerja yang lebih terbuka dan lebih ramah untuk perempuan.

Nah, di saat banyak perempuan ingin mewujudkan hal tersebut, bagaimana ya cara-cara sederhana kita untuk dapat berpartisipasi? Salah satu yang mudah dilakukan adalah berhenti menciptakan bias itu sendiri di kalangan perempuan dengan tidak menormalkan terjadinya Mommy Wars ya!


Tanpa kita sadari, kebiasaan saling serang antar Bunda ini yang akan membuat kita sulit maju lho, Bunda. Seringkali dari kejadian semacam ini akan memunculkan diskriminasi dan stereotip.

Nah, apakah hingga saat ini Bunda masih kerap terjebak dalam Mommy Wars atau budaya saling perang komentar dengan ibu-ibu lainnya? Enggak bisa dipungkiri ya, Bunda, penggunaan media sosial kadang memicu konflik dengan saling serang dan beradu argumentasi.

Terkadang, memang ada beberapa hal sensitif yang membuat kita meradang dan susah menahan diri untuk tidak balas berkomentar. Seperti telah HaiBunda coba tanyakan pada para Bunda di polling Instagram, ternyata 80 persen Bunda mengaku pernah mengalami Mommy Wars.

Mommy WarIlustrasi Mommy War/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Lalu, sebenarnya apa saja sih isu-isu yang memicu Mommy Wars, berikut di antaranya:

1. Bunda @miftachuro****
Dibandingin antara harta suami sama mertua.

2. Bunda @bunda_kim***
Masalah piutang

3. Bunda @nabilafir***
Soal ASI

4. Bunda @imeldajul****
Debatin enaknya jadi IRT versi wanita karier. Katanya di rumah nggak ngapa-ngapain padahal punya batuta tiap detik beres-beres.

5. Bunda @fina***
Nitipin anak ke Daycare karena lebih milih kerja.

7. Bunda @ummuhasnif****
Anak nangis terus enggak kuat saya.

8. Bunda @rizkahari***
Kebersihan rumah

9. Bunda @mawar***
"Orang tua itu pengalaman", "Dulu itu gini gitu, kok ini...."

10. Bunda @aininur****
Kalau suami bilang, "Gitu aja nggak bisa."

11. Bunda @umma***
Suami yang terlalu sibuk sama kerjaannya dan anaknya yang kurang perhatian ayah.

12. Bunda @indri.rahmawati.****
Annaku dibilang autism, padahal gangguan bahasa ekspresif.

13. Bunda @anikeput****
Cuma di rumah aja bukannya cari kerja.

Dari 193 curhatan yang masuk ke Instagram HaiBunda, ada 154 orang mengatakan pernah terjebak pada perang komentar. Sedangkan 39 orang menyatakan tidak pernah. Bagaimana dengan Bunda lainnya?

Sedangkan untuk kasusnya sendiri banyak berkisar seputar pengasuhan anak, pilihan untuk menjadi ibu rumah tangga, hingga konflik dengan suami dan mertua.

Sebenarnya, kasus-kasus di atas bisa dihindari ya, Bunda. Sehingga energi kita tidak terbuang percuma untuk menanggapi komentar yang menyakitkan hati.

Diungkap Andrea Bonior, Ph.D, psikolog sekaligus penulis Psychology: Essential Thinkers, Classic Theories, and How They Inform Your World, terkadang mommy war menjadi pelarian yang menggoda dari penatnya mengasuh anak yang membuat stres.

Ya, Bunda, tanpa disadari mendebat dan saling serang dengan orang lain bisa menjadi pelarian dari masalah yang sebenarnya sedang dihadapi. Menilai orang lain, baik melalui komentar di media sosial atau yang terlintas di kepala, kadang-kadang membuat kita merasa lebih baik dibanding orang lain.

"Tetapi semakin buruk konflik ini, semakin besar bahaya kesehatannya. Wanita (dan pria) ketika memasuki transisi yang mengubah hidupnya menjadi orang tua bisa dibilang lebih membutuhkan dukungan emosional dibanding seluruh waktu lain dalam hidup mereka," tulis Bonior dilansir Huffpost.

Lebih jauh menurut Andrea, untuk mencegah mommy wars yang perlu dilakukan ternyata sangat sederhana yaitu fokus pada menjalin persahabatan dengan seseorang. Dukungan sosial yang berkualitas adalah salah satu prediktor terkuat dari kepuasan hidup dan kesehatan mental hingga usia tua.

Kemampuan untuk memilih teman dan komunitas dengan bijaksana, bisa menjadi pembatas agar tidakĀ terlibat dalam konflik di dunia online. Nah, #BreakTheBias dari sekarang ya, Bunda. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersahabat tapi juga menjaga kesehatan mental hingga usia beranjak tua.

Happy International Women's Day para Bunda. Semoga apa yang kita lakukan bisa menginspirasi dunia ya.

Bunda, bisa lihat juga nih putri Jet Li yang menginspirasi dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT