MOM'S LIFE
Ada Pandemi Tersembunyi Lebih Mematikan dari COVID-19? Simak Kata Pakar
Tim Haibunda | HaiBunda
Rabu, 30 Nov 2022 12:13 WIBBunda, terungkap ada potensi pandemi yang bisa lebih mematikan daripada COVID-19. Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan resistensi antibiotik akibat mikroba berpotensi menjadi pandemi tersembunyi atau silent pandemic.
Ini terlihat dari jumlah kasus kematian akibat resistensi ini sangat tinggi.
Menurut Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba, dr Harry Parathon, SpOG(K), angka kematian akibat resistensi ini kemungkinan akan terus mengalami kenaikan. Bahkan jumlahnya bisa mencapai 10 juta kematian per tahunnya.
"Artinya untuk menuju 10 juta mungkin tidak perlu sampai 2050. Mungkin 2035 atau 2040 itu sudah 10 juta (kematian) kalau kita tidak berupaya melakukan action untuk menekan silent pandemic. Dia pelan-pelan korbannya ini, dan jumlahnya cukup tinggi," jelas dr Harry dalam Virtual Media Briefing 'Inovasi Sorbact Mencegah Resistensi Anti Mikroba (AMR) dalam Perawatan Luka', Selasa (29/11/2022).
"Kematiannya luar biasa, dari enam bakteri saja itu menimbulkan 3,5 juta manusia meninggal per tahun karena infeksi. Akibat dari enam bakteri ini saja," lanjutnya.
Sejauh ini, kematian akibat bakteri resisten mencapai 4,9 juta per tahu. Bahkan, dr Harry mengatakan angka ini hampir dua kali lipat dari kasus kematian COVID-19 yakni sekitar 2,7 juta per tahun.
Biaya pengobatan yang mahal
Selain itu, dr Harry mengingatkan kasus ini juga dapat menimbulkan masalah lainnya.
"Dan yang menjadi serius adalah pembiayaannya," tegas dr Harry.
Di Indonesia, biaya untuk pengobatan infeksi biasa atau belum sampai resisten bisa mencapai 18 juta rupiah. Sedangkan pada kasus infeksi bakteri resisten, biayanya bisa tiga kali lebih besar atau sekitar Rp53 juta.
TERUSKAN MEMBACA DI SINI.
Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.
Saksikan juga yuk video tentang 3 bahan herbal tingkatkan imunitas anak.
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
COVID-19 Varian Baru Menyerang Singapura, Indonesia Diminta Waspada
Kemenkes Umumkan Syarat Vaksin COVID-19 Booster Kedua Mulai 24 Januari 2023
WHO Berencana Akhiri Darurat Pandemi COVID-19, Ini 3 Skenario yang Disiapkan
Tips Menjaga Keuangan Tetap Aman Selama Krisis Akibat Virus Corona
TERPOPULER
7 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan di Atas Rata-rata saat Sendirian
Cara Orang Tua Inuit di Kanada Mendidik Anak Tanpa Membentak Meski sedang Marah
7 Ciri Orang yang Selalu Memendam Emosi dan Terlihat Baik-Baik Saja
Berjaya Selama 92 Tahun, Pabrik Biskuit Legendaris Ini Tutup Akhir Oktober
Potret Nadia Soekarno Turun 20 Kg usai Melahirkan, Urus Anak Sendiri di Swiss
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan di Atas Rata-rata saat Sendirian
Cara Orang Tua Inuit di Kanada Mendidik Anak Tanpa Membentak Meski sedang Marah
Ikuti The Next Sobat Cermat 6 Under 6 & Raih Total Hadiah Ratusan Juta
7 Ciri Orang yang Selalu Memendam Emosi dan Terlihat Baik-Baik Saja
Akupunktur Bantu Kurangi Stres, Nyeri, dan Cemas saat Jalani Program Bayi Tabung
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cari Tablet untuk Belajar? Cek Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad SE 11
-
Beautynesia
Cara untuk Mulai Cut Off Gula, Baiknya Seperti Apa?
-
Female Daily
Menemukan Benjolan di Payudara? Ini yang Perlu Dilakukan Selanjutnya
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Kim Soo Hyun Bebas Tuduhan Pelecehan Seksual, Ibu Kim Sae Ron Dipolisikan
-
Mommies Daily
Bayi Menyusu Terus-Menerus, Apakah Normal atau Tanda ASI Kurang?