moms-life

Kisah Pasutri Buta Penjual Kerupuk yang Sering Makan Nasi Garam

Tim berbuatbaik.id   |   HaiBunda

Senin, 17 Apr 2023 20:15 WIB

Jakarta -

Berkolaborasi dengan berbuatbaik.id, tim insert berbagi menyambangi penjual kerupuk di Meruya, Jakarta Barat. Bukan penjual kerupuk biasa tetapi penjual kerupuk tuna netra bernama Ippit yang sering berdagang keliling untuk mencari nafkah.

Apalagi dia menjalaninya masih dengan berpuasa, menahan haus dan lapar. MenurutĀ Ippit, bahkan di bulan suci ini dia masih kesulitan mendapatkan pelanggan. Bukan cuma Ippit, istrinya yang juga tuna netra, Ponni, juga berjualan kacang mede di lokasi berbeda.

"Jualan dari jam 9 menjelanng zuhur, biasanya laku 10 bungkus dan kadang 3 bungkus," sebut Ippit kepada tim insertberbagi.


ippitippit/ Foto: berbuatbaik.id

Kondisi yang sama mirisnya dengan dagangan sang istri yang terkadang tak membawa uang sepeserpun. Dengan demikian, tak jarang keluarga ini pun hanya makan seadanya.

"Paling kalau gak ada uang buat belanja yaa makan nasi aja sama garam, kalau ga ada pemasukan yaa udah biasa aja," ungkap Ippit seolah itu adalah hal yang wajar baginya,

Bukan cuma perihal nafkah yang begitu minim, mereka pun sering terancam bahaya karena keterbatasannya sebagai tuna netra.

"Kadang kalau jalan kena got dan sampai keseleo gitu," jawab istri Ippit, Ponni.

Walaupun begitu, pasutri ini punya asa saat kembali ke rumah. Ada Hafsyah, anak semata wayang Ippit dan Ponni yang menjadi mata untuk mereka. Mempunyai orangtua buta, sebenarnya membuat Hafsyah sering bersedih hati. Si kecil ini pun sehari menjadi penuntun saat sang ayah berjualan dan pergi ke mana saja.

Terkadang lingkungan yang keras membuat gadis cilik ini sering menerima ejekan dari orang sekitar karena orangtuanya buta. Meski pedih dan menangis, Hafsyah memilih bersabar.

"ya gapapa yag penting bisa urusin aku, bisa biayain aku," pungkas Hafsyah menangis jika ayahnya sering terjatuh.

ippitippit/ Foto: berbuatbaik.id

Oleh karena itu, keluarga ini pun saling bahu membahu memenuhi kebutuhan dapur hingga sekolah. Terpenting mereka saling menguatkan. Ippit berharap ada masa depan cerah dalam gelap yang mengkungkungnya.

"Mudah-mudahan Allah kasih rezeki, kepengennya mah Allah kasih rezeki. Kalaupun emang Allah belum kasih ya sabar dulu," ucap Ippit pasrah.

Sahabat baik, tidak semua lahir seberuntung kita. Kadang ada saja cobaan untuk menguji ketabahan dan ketaatan kita. Namun selagi kita mampu alangkah baiknya kita saling membantu.

Yuk mulai bantu keluarga tuna netra Ippit agar tak lagi hanya nasi dan garam di piringnya dan bisa hidup lebih layak lagi. Caranya mulai Donasi sekarang juga hanya melalui berbuatbaik.id.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang juga.

(mul/ziz)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT