HaiBunda

MOM'S LIFE

BPOM Sebut Indomie di RI Aman Meski Ditarik di Taiwan, Ternyata...

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Jumat, 28 Apr 2023 14:07 WIB
Ilustrasi Mi Instan/Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak
Jakarta -

Belum lama ini dikabarkan bahwa produk mi instan asal Indonesia dan Malaysia ditarik dari pasaran Taiwan. Bukan tanpa alasan, petugas setempat menemukan bahwa terdapat kandungan etilen oksida dalam mi instan merek Indomie rasa ayam spesial sebesar 0,187 mg/kg dan Ah Lai White Curry Noodles.

Berbagai pihak terus melakukan tindakan karena adanya kandungan karsinogen yang bisa menyebabkan kanker dalam mi tersebut, Bunda. Temuan ini merupakan hasil inspeksi random terhadap 30 produk dari supermarket dan tempat penjualan lain di Taiwan.

Melansir dari laman The Star, kandungan etilen oksida dikaitkan dengan kanker limfona dan leukemia. Selain itu, zat berbahaya ini juga bisa berisiko menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.


BPOM buka suara

Melihat adanya kasus penarikan produk yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Taipei ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pun buka suara, Bunda. Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan bahwa Indonesia telah mengatur Batas Maksimal Residu (BMR) 1-CE sebesar 85 ppm melalui Keputusan Kepala BPOM Nomor 229 Tahun 2022 tentang Pedoman Mitigasi Risiko Kesehatan Senyawa Etilen Oksida.

Dengan begitu, kadar 2-CE yang terdeteksi pada sampel mi instan di Taiwan (0,34 ppm) masih jauh di bawahh 2-CE di Indonesia dan sejumlah negara lain seperti Amerika dan Kanada. Artinya, produk Indomie yang ada di Indonesia masih aman untuk dikonsumsi.

"Oleh karena itu, di Indonesia produk mi instan tersebut aman dikonsumsi, karena telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu produk sebelum beredar," terang BPOM dalam laman resminya, Kamis (27/4/2023).

Dalam keterangan tersebut, BPOM juga menyebut bahwa organisasi standar pangan internasional belum mengatur batas maksimal residu EtO. Ini termasuk Codex Alimentarius Commission (CAC), organisasi di bawah World Health Organization/Food and Agriculture Organization (WHO/FAO).

"Beberapa negara pun masih mengizinkan penggunaan EtO sebagai pestisida," lanjut Penny.

Tindak lanjut BPOM

Meski disebut aman dikonsumsi, BPOM tetap melakukan tindak lanjut, Bunda. Penny dan pihaknya telah meminta pelaku usaha termasuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk untuk melakukan mitigasi risiko. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus berulang.

Tak hanya itu, BPOM juga melakukan monitoring, pengawasan pre-market, serta post-market di sarana tempat produk beredar. Ini dilakukan untuk memastikan produk yang terdaftar di BPOM aman untuk dikonsumsi.

Lantas, hal apa yang perlu dilakukan pihak pelaku usaha? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Bunda, lihat juga video langkah mudah mengetahui kandungan skincare dan kosmetik di situs BPOM berikut ini:

(mua)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Langkah Mudah Mengetahui Kandungan Skincare & Kosmetik di Situs BPOM

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Endhita dan Oncy Ungu yang Dipuji Awet Muda, Kebersamaan dengan Anak Curi Perhatian

Parenting Amira Salsabila

Waspadai Anak Sering Sakit Perut saat di Sekolah Seperti Dialami Anak Mona Ratuliu

Parenting Asri Ediyati

Kenali Ciri Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial

Mom's Life Tim HaiBunda

Teduh! Deretan Rumah Artis yang Dikelilingi Pepohonan hingga Berseberangan dengan Sawah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Studi Ungkap Kondisi Mental Remaja yang Lahir dari Program Bayi Tabung

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Endhita dan Oncy Ungu yang Dipuji Awet Muda, Kebersamaan dengan Anak Curi Perhatian

Waspadai Anak Sering Sakit Perut saat di Sekolah Seperti Dialami Anak Mona Ratuliu

Kenali Ciri Orang IQ Tinggi dari Cara Main Media Sosial

Studi Ungkap Kondisi Mental Remaja yang Lahir dari Program Bayi Tabung

Teduh! Deretan Rumah Artis yang Dikelilingi Pepohonan hingga Berseberangan dengan Sawah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK