Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Waspadai Anak Sering Sakit Perut saat di Sekolah Seperti Dialami Anak Mona Ratuliu

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Rabu, 04 Nov 2026 21:30 WIB

Anak sakit perut di sekolah
Anak sakit perut di sekolah/ Foto: Getty Images/fstop123
Daftar Isi

Sebagai orang tua, kita pasti khawatir ketika anak sakit di sekolah. Gejala paling umum yang mungkin terjadi seperti pusing, demam, menggigil, atau sakit perut. Namun, bagaimana jika anak terus-menerus mengeluh sakit ketika di sekolah?

Tentu, kita menaruh curiga dan waspada pada kondisi anak. Kita pasti ingin tahu apa yang terjadi pada anak, apa penyebabnya? Apa ada masalah pada tubuhnya secara fisiologis? Atau jangan-jangan ada masalah dengan psikisnya?

Yup, Bunda tidak salah baca. Masalah psikis bisa menjadi biang keroknya. Ketika psikis anak terganggu, mungkin ada beberapa gejala yang bisa dirasakan anak. Salah satunya adalah sakit perut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Untuk Bunda ketahui bahwa beberapa waktu lalu, aktris dan presenter Mona Ratuliu sempat menceritakan kejadian yang dialami putri sulungnya, Devina Syafa Felisa atau Mima, ketika duduk di sekolah dasar. Lambat disadari bahwa ternyata Mima mengalami panic attack.

Mona Ratuliu bercerita bahwa Mima kerap melapor pada dirinya kalau dirinya alami sakit di sekolah. Kejadiannya tidak sekali, dua kali terjadi. Saat itu, Mona dan suaminya, Indra Brasco, belum mengetahui kondisi yang dialami sang putri. Keduanya sempat membawa Mima ke dokter anak, sebelum akhirnya menyadari bahwa sang buah hati mengalami gejala depresi.

"Sebenarnya dari SD kita ngerasainnya, tapi kita enggak tahu apa. Mima kadang suka telepon 'aku sesak napas, minta dijemput', dibawa ke UGD kirain kan asam lambung atau asma. Tapi ternyata enggak ada, bolak-balik begitu," kata Mona Ratuliu  acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV pada 2022 lalu.

Mona Ratuliu sempat menganggap bahwa ada masalah pada fisik Mima. Ia dan suami sampai berkonsultasi ke dokter spesialis anak konsultan gastroentero-hepatologi. Ia mulanya mencurigai Mima mengalami GERD.

"Akhirnya ditanya sama dokter, 'Ada masalah apa di sekolah? Apa yang kamu pikirin? coba deh ke psikolog'. Lho kok ke psikolog, apa hubungannya? Dari situ coba kita jalanin, ternyata sepertinya panic attack itu yang sudah terjadi dari SD, tapi kita enggak tahu," ungkap Mona Ratuliu.

Sering sakit perut di sekolah bisa jadi sinyal anak cemas

Kecemasan sebenarnya berkaitan dengan berbagai gejala fisik, seperti sakit kepala, mual, muntah, dan diare, serta jantung berdebar kencang, tubuh gemetar, atau berkeringat, gejala yang juga dialami orang dewasa saat mengalami panic attack atau serangan panik.

"Terutama pada anak-anak yang mungkin belum mampu mengungkapkan kecemasan mereka lewat kata-kata, kecemasan tersebut bisa muncul dalam bentuk gejala fisik," ungkap Amanda Greenspan, LCSW, seorang pekerja sosial klinis di Child Mind Institute.

Semua gejala fisik ini berkaitan dengan respons "lawan atau lari" (fight-or-flight) yang dipicu saat otak mendeteksi bahaya. Menurut psikolog Janine Domingues, PhD, setiap gejala tersebut memiliki fungsi. Saat berbicara dengan anak-anak mengenai sakit kepala atau sakit perut akibat kecemasan, ia menjelaskan peran dari masing-masing gejala.

Domingues mengatakan, "Perut terasa sakit karena sistem pencernaan melambat agar darah bisa dialirkan ke bagian tubuh lain. Tubuh tidak memprioritaskan pencernaan saat itu karena ia sedang bersiap untuk melarikan diri atau melawan bahaya."

Meski demikian, Domingues mengatakan bahwa gejala-gejala ini tidak berbahaya, Bunda. Itu hanyalah sistem darurat tubuh yang bereaksi terhadap alarm palsu. Namun, penting untuk dipahami bahwa anak-anak tidak mengada-ada mengenai gejala yang mereka rasakan. Bagi mereka, bahaya tersebut bisa terasa sangat nyata. Kecemasan akut yang mereka alami bisa jadi benar-benar menimbulkan rasa sakit.

"Sakit kepala dan sakit perut yang disebabkan oleh kecemasan adalah sensasi yang nyata, dan kita harus menanggapnya dengan serius," ujar Greenspan.

Cara mengetahui apakah sakit perut anak disebabkan stres

Sulit untuk menentukan penyebab pasti dari sakit perut, sembelit, diare, gangguan pencernaan, dan mual pada anak-anak. Tantangan ini terutama terjadi pada anak-anak yang masih kecil, yang mungkin kesulitan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Orang tua dapat memperhatikan tanda-tanda stres lainnya, yang dapat membantu menunjukkan apakah masalah pencernaan yang dialami anak berkaitan dengan kondisi emosional mereka.

Perubahan dalam pola tidur, nafsu makan, atau keterampilan perkembangan bisa menjadi indikator bahwa anak sedang mengalami stres. Perilaku lebih manja atau kemunduran ke tahapan perkembangan sebelumnya juga bisa menjadi tanda stres pada anak-anak.

Bunda juga dapat mengevaluasi lingkungan sekolahnya. Apakah mereka baru saja pindah sekolah? Apakah mereka akan menghadapi ujian besar? Apakah rutinitas mereka berubah? Perubahan-perubahan seperti ini, yang bagi anak mungkin terasa besar dan sulit untuk diproses, ini dapat memicu stres.

Cara bantu anak kelola stres dan sakit perut

Jika sakit perut yang dialami anak disebabkan oleh stres, Bunda dapat berupaya menghilangkan faktor pemicu stres yang memang bisa diubah. Sebagai contoh, cobalah untuk menetapkan rutinitas pagi atau sebelum tidur, agar anak selalu mengetahui apa yang akan terjadi pada waktu-waktu tersebut.

Jika anak sesekali mengalami gangguan perut sebelum menghadapi peristiwa yang memicu stres atau kegembiraan, seperti ujian atau hari pertama masuk sekolah. Cobalah untuk menenangkan mereka dengan memberikan kata-kata dukungan atau nasihat yang menguatkan.

Untuk hal-hal yang tidak mudah diubah, seperti situasi di sekolah, Bunda dapat membantu anak dengan mengajarkan keterampilan untuk mengatasi masalah (coping skills). Dikutip dari laman Children's Health, Bunda bisa membekali mereka dengan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan saat mereka merasakan sakit, antara lain:

  • Menata jadwal harian, kebiasaan, atau rutinitas
  • Mengelola gejala seperti alergi makanan atau sembelit
  • Melatih teknik pernapasan perut
  • Mengolah kekhawatiran atau kecemasan
  • Mengambil jeda istirahat singkat
  • Melakukan aktivitas relaksasi otot

Bunda juga dapat berkomunikasi dengan pihak sekolah mengenai kondisi yang dialami anak. Dengan demikian, pihak sekolah dapat bekerja sama dengan anak untuk menyediakan penyesuaian (akomodasi) tertentu, sehingga anak merasa lebih tenang karena mengetahui ada jalan keluar jika mereka mulai merasa tidak enak badan. Penyesuaian tersebut dapat berupa:

  • Tersedianya ruang untuk melakukan stretching
  • Izin untuk membawa botol minum atau bantalan pemanas ke dalam kelas
  • Izin untuk menggunakan toilet kapan pun diperlukan
  • Izin untuk pergi ke ruang kesehatan (UKS) guna beristirahat atau berbaring.

Demikian beberapa penyebab anak sering mengeluh sakit perut di sekolah. Selain mengkhawatirkan kesehatan Si Kecil, waspadai juga gangguan kecemasan yang mungkin dialami anak-anak.

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda