MOM'S LIFE
Arti Malam 1 Suro, Sejarah Perayaan di Indonesia dan Larangan dalam Tradisi
Amira Salsabila | HaiBunda
Rabu, 03 Jul 2024 10:55 WIBTahukah Bunda? Malam 1 Suro adalah perayaan awal bulan Sura yang menjadi awal tahun baru dalam kalender Jawa. Perayaan ini menjadi tradisi yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Jawa yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam.
Sebagian besar masyarakat suku Jawa menganggap bahwa bulan Suro merupakan bulan yang sakral, terutama pada malam 1 Suro.
Untuk merayakannya, berbagai macam acara diselenggarakan masyarakat Jawa dari berbagai daerah dengan kegiatan dan makna berbeda-beda dalam rangka merayakan malam 1 Suro.
Sejarah perayaan malam 1 Suro di Indonesia
Melansir dari laman detikcom, penetapan 1 Suro sebagai awal Tahun Baru Jawa dilakukan sejak zaman Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyikrokusumo, Raja Mataram yang berkuasa pada 1613-1645.
Pada 1633 M atau 1555 tahun Jawa, Sultan Agung mengadakan pesta atau selamatan secara besar-besaran. Dalam pesta tersebut, Sultan Agung menetapkan Tahun Jawa atau Tahun Baru Saka untuk diberlakukan di bumi Mataram. Sultan Agung juga menetapkan 1 Suro sebagai tanda awal tahun baru Jawa.
Penetapan tersebut diputuskan oleh Sultan Agung setelah memadukan kalender Hijriah, kalender Jawa, sistem penanggalan Hindu, dan sedikit pengaruh dari penanggalan Julian.
Kemudian, Sultan Agung mengeluarkan dektrit yang menyatakan bahwa pergantian penanggalan Saka yang berbasis putaran matahari dengan kalender Qamariah yang berbasis putaran bulan. Dektrit tersebut menjadi awal perubahan setiap angka tahun Jawa yang diteruskan dan berkesinambungan dengan tahun Saka.
Sementara itu, Sunan Giri II membuat penyesuaian antara sistem kalender Hijriah dengan sistem kalender Jawa pada 931 H atau 1443 tahun Jawa baru untuk memperkenalkan kalender Islam pada masyarakat Jawa.
Pada saat yang bersamaan, Sultan Agung menyeru kepada rakyatnya untuk bersatu melawan Belanda di Batavia. Seluruh kalangan masyarakat termasuk kaum santri dan abangan disatukan oleh Sultan Agung.
Untuk mengendalikan pemerintahannya, Sultan Agung mengadakan laporan pemerintahan yang dilakukan setiap Jumat Legi. Kegiatan tersebut juga disertai dengan pengajian sekaligus ziarah kubur dan haul ke makam Ngampel (Sunan Ampel) dan Giri. Kegiatan inilah yang menjadi cikal bakal kesakralan malam 1 Suro.
Larangan dalam tradisi malam 1 Suro
Pada perayaan malam 1 Suro, ada beberapa larangan dalam tradisi yang perlu ditaati oleh masyarakat. Sebagai berikut:
1. Larangan keluar di malam hari
Masyarakat mempercayai bahwa pada malam yang sakral tersebut lebih baik berdiam diri di rumah terutama saat malam hari. Jika dilanggar, dipercaya akan mendatangkan kesialan atau hal-hal negatif.
2. Tidak boleh mengadakan pesta atau hajatan
Jika menggelar pesta seperti pernikahan atau hajatan apapun pada malam 1 Suro, dianggap mendatangkan bencana. Akan tetapi, dalam Islam sebenarnya tidak ada aturan mengenai waktu yang tepat untuk menikah dan tidak ada larangan menikah di bulan tertentu, termasuk bulan Muharram.
3. Tidak boleh berbicara atau berbisik
Berbicara atau berbisik selama ritual malam 1 Suro juga sangat dianjurkan, Bunda. Salah satu ritual yang hanya ada di Keraton Yogyakarta adalah mubeng benteng dan tapa bisu atau tidak berbicara pada saat malam 1 Suro.
4. Dilarang berbicara kasar
Membicarakan hal-hal yang buruk atau kasar saat malam 1 Suro juga sangat dilarang. Hal ini karena dipercaya dikhawatirkan akan menjadi kenyataan.
Selain itu, larangan ini juga dikaitkan dengan sebagian orang Jawa yang percaya keberadaan makhluk gaib di bulan Suro yang keluar dan mencari manusia yang bertindak lalai dan tidak waspada.
5. Dilarang pindahan atau membangun rumah
Bunda juga tidak disarankan untuk pindah atau membangun rumah pada malam tersebut. Orang Jawa percaya bahwa hal ini dapat mendatangkan kesialan.
Nah, itulah sejarah perayaan malam 1 Suro di Indonesia hingga berbagai larangannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/fia)Simak video di bawah ini, Bun:
Kolesterol Dini pada Anak: Penyebab, Gejala hingga Dampak
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
50 Contoh Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1447 H/2025 M yang Menyentuh Hati
Tahun Baru Islam 1447/2025: Sejarah, Tanggal, Amalan, Makna, dan Keutamaannya
Anjuran Minum Susu pada 1 Muharram dan Bacaan Doa sesuai Sunnah
Bunda, Begini Penjelasan Ustazah tentang Ritual 1 Suro
TERPOPULER
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya
Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian
Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO
Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kulit Berminyak tapi Tetap Butuh Hidrasi? Ini Alasan Cetaphil Daily Facial Cleanser Layak di Lirik
-
Beautynesia
4 Manfaat Rutin Membaca Buku 20 Menit Setiap Pagi
-
Female Daily
Coba 6 Menu Spesial Hari Kemerdekaan di Bacha Coffee!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Anak Cindy Crawford & Richard Gere Pemotretan Vogue, Ikuti Ortu 34 Tahun Lalu
-
Mommies Daily
Menyimpan Parfum di Kulkas, Boleh atau Malah Merusak? Ini Penjelasannya