HaiBunda

MOM'S LIFE

WHO Kembali Umumkan Wabah 'Cacar Monyet' MPox Darurat Kesehatan Global

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 15 Aug 2024 11:15 WIB
Ilustrasi Cacar Monyet/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Marina Demidiuk
Jakarta -

Badan Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengumumkan update terbaru tentang wabah mpox atau cacar monyet, Bunda. Pada Rabu (14/8/24), WHO menyatakan cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat global dan public health emergency (PHEIC) untuk kedua kalinya dalam dua tahun.

Penetapan tersebut dibuat setelah wabah infeksi virus di Republik Demokratik Kongo telah menyebar ke negara-negara tetangga. Perlu diketahui, status PHEIC merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi WHO di mana memiliki tujuan untuk mempercepat penelitian, pendanaan, dan tindakan kesehatan masyarakat internasional, serta kerja sama untuk mengatasi penyakit.

"Jelas bahwa respons internasional yang terkoordinasi sangat penting untuk menghentikan wabah ini dan menyelamatkan nyawa," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi WHO.


Cacar monyet dapat menyebar melalui kontak dekat, Bunda. Infeksi cacar monyet umumnya ringan, namun dalam kasus yang jarang terjadi dapat berakibat fatal.

Cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini termasuk infeksi zoonosis, yakni dapat menular dari hewan ke manusia.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 21 hari. Ada beberapa fase gejala yang timbul selama masa inkubasi, yakni:

  • Fase awal: terjadi 1 sampai 3 hari dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.
  • Fase erupsi: gejalanya adalah muncul ruam atau lesi pada kulit, dimulai dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Secara bertahap, luka seperti blister dan nanah akan mengeras atau keropeng. Kemudian, bekas luka tersebut akan rontok.

Menurut WHO, gejala biasanya bilang dengan sendirinya atau dengan perawatan suportif, seperti minum obat nyeri atau demam. Seseorang yang terinfeksi virus ini tetap bisa menularkannya sampai bekas luka hilang atau terbentuk lapisan kulit baru.

Wabah cacar monyet di Kongo menjadi perhatian dunia. Penyebaran wabah dimulai dengan strain endemik yang dikenal sebagai klade I. Tetapi, ada pula varian baru, klade Ib, yang tampaknya lebih mudah menyebar melalui kontak dekat dan rutin, termasuk melalui hubungan seksual.

Lantas, seperti apa penyebaran cacar monyet di Kongo hingga membuat WHO kembali menaikkan statusnya menjadi darurat kesehatan global?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

Simak video di bawah ini, Bun:

Waspada Bun, Ini 5 Perbedaan Cacar Air dan Cacar Monyet

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

100 Ucapan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus 2026 Penuh Makna

Mom's Life Azhar Hanifah

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Menyusui Annisa Karnesyia

Jarang Tersorot, Ini Potret Aishakyra Zara Anak Teuky Zacky yang Warisi Wajah Bule Ibunda

Parenting Amira Salsabila

Flamingo Era, Fase Perubahan 'Warna' Perempuan Pasca Melahirkan sampai Anak Beranjak Dewasa

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sudah Remaja, Intip Potret Dua Cucu Gus Dur yang Mulai Curi Perhatian

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Flamingo Era, Fase Perubahan 'Warna' Perempuan Pasca Melahirkan sampai Anak Beranjak Dewasa

14 Drama Korea Lim Ji Yeon Terbaik Rating Tertinggi, Wajib Ditonton

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK