HaiBunda

MOM'S LIFE

Budaya Kerja Amerika vs Jepang, Mana yang Lebih Baik?

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 25 Oct 2024 06:00 WIB
Ilustrasi Budaya Kerja Amerika vs Jepang, Mana yang Lebih Baik?/Foto: Getty Images/ Edwin Tan
Jakarta -

Budaya kerja di Jepang sangat berbeda dengan negara-negara barat seperti Amerika. Budaya kerja di Jepang meliputi hubungan antara karyawan dan atasan, aturan berpakaian, perilaku rekan kerja, hingga etika di tempat kerja.

Namun, perlu diketahui bahwa Jepang adalah negara dengan peluang kerja yang sangat besar. Orang-orang dari seluruh dunia ingin bekerja di sini. Pada 2021, jumlah pekerja asing di Jepang mencapai 1,73 juta orang.

Amerika Serikat dan Jepang terkadang terasa seperti dua dunia yang berbeda. Memahami perbedaan budaya antara kedua negara ini dapat menjadi kunci keberhasilan saat bekerja sama dengan perusahaan Jepang atau berbisnis di Jepang.


Budaya kerja Amerika vs Jepang

Berikut adalah beberapa perbedaan utama yang bisa Bunda pahami terkait budaya bisnis di Amerika dan Jepang:

1. Gaya komunikasi

Tahukah Bunda? Orang Amerika cenderung lebih menyukai komunikasi langsung. Sedangkan orang Jepang menghargai komunikasi tidak langsung.

Di Amerika, orang cenderung mengutarakan pendapat secara langsung, sedangkan di Jepang, orang lebih suka membaca maksud tersirat dan memahami isyarat non-verbal.

2. Membangun hubungan dengan rekan kerja

Di Amerika membangun hubungan dengan rekan kerja tidak selalu dianggap penting untuk kesuksesan bisnis.

Sementara itu, orang di Jepang membangun hubungan dianggap penting untuk menjalankan bisnis dan membangun kepercayaan.

Melansir dari laman CNBC, tempat kerja merupakan tempat orang Jepang melakukan sebagian besar interaksi sosial mereka, di mana karyawan sering kali bersedia bertahan lebih lama untuk membantu tim dan menghadiri jamuan makan malam perusahaan.

3. Hierarki dan otoritas

Perusahaan Amerika cenderung memiliki struktur organisasi yang lebih datar dan kurang menekan hierarki, sedangkan perusahaan Jepang cenderung lebih hierarki dan sangat menekankan rasa hormat terhadap figur otoritas.

4. Proses pengambilan keputusan

Orang Amerika selalu membuat keputusan cepat dengan fokus pada efisiensi. Melansir dari laman Forbes, di Barat, budaya cenderung tanpa kompromi.

Sedangkan di Jepang, keputusan dibuat melalui proses berbasis konsesus. Artinya, semua pihak yang terlibat diberi kesempatan untuk memberikan masukan dan mencapai kesepakatan.

5. Keseimbangan kehidupan dan pekerjaan

Orang Amerika cenderung lebih menekankan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, dengan banyak perusahaan menawarkan pengaturan kerja dan waktu istirahat yang lebih fleksibel.

Sebaliknya, perusahaan Jepang cenderung lebih menekankan pekerjaan dan budaya jam kerja yang panjang serta dedikasi terhadap perusahaan.

6. Gaya berpakaian

Di Jepang, perusahaan mengikut aturan berpakaian formal yang cukup ketat. Karyawan pria diharapkan mengenakan setelan abu-abu, biru tua, atau hitam bersama dengan kemeja putih dan dasi.

Sementara perempuan diharapkan mengenakan blazer warna serupa bersama dengan celana panjang, rok, sepatu hak tinggi, dan rambut kuncir kuda. Mencolok atau mengenakan warna-warna cerah adalah hal yang tidak boleh dilakukan di sebagian besar kantor Jepang.

Sementara itu, di Amerika segala sesuatunya lebih fleksibel karena karyawan bebas mengenakan pakaian casual di kantor. Sebagian besar jas dikenakan setiap kali ada rapat bisnis atau presentasi.

7. Keterampilan umum di perusahaan

Tempat kerja di Jepang berfokus pada kelompok. Selama proses perekrutan, banyak perusahaan kurang memprioritaskan keahlian dan spesialis. Sebaliknya, mereka melihat apakah orang tersebut cocok secara budaya atau tidak.

Ini karena perusahaan Jepang menginginkan karyawan yang dapat bekerja dengan baik dalam kelompok untuk jangka waktu yang lama.

Perusahaan di Amerika mencari kandidat yang memiliki spesialis serta keterampilan yang tepat untuk pekerjaan tersebut. Mereka mengikuti sistem individualisme struktural yang fokus utamanya adalah karier karyawan.

Itulah sebabnya berpindah perusahaan untuk mendapatkan peluang yang lebih baik merupakan hal lumrah yang terjadi di Amerika.

Nah, itulah beberapa perbedaan budaya kerja Amerika vs Jepang yang bisa Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing  soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tips agar Bunda Menjadi Wanita Karier yang Sukses & Mandiri

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

6 Kebiasaan yang Diam-diam Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Menyusui Indah Ramadhani

4 Kalimat Langka yang Diucapkan Laki-laki saat Tulus Jatuh Cinta Menurut Psikolog

Mom's Life Amira Salsabila

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Setop Makan Gula dan Tepung 24 Jam, Ini yang Terjadi pada Tubuh

83 Nama Bayi Heroik dari Tokoh Dunia, Penuh Makna Kuat dan Inspiratif

Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran

Sedang Merasa Dibenci Semua Orang? Ternyata Ini Maknanya Menurut Psikologi

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK