Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 30 Mar 2026 08:50 WIB

10 Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar
Ilustrasi Cara Menyikapi Masa Pubertas pada Remaja yang Benar/Foto: Getty Images/Complexio
Daftar Isi
Jakarta -

Membersamai anak memasuki masa pubertas, rasanya seperti membuka lembaran baru ya, Bunda. Sebagai orang tua, kita perlu mulai memahami cara menyikapi masa pubertas pada remaja.

Menilik dari laman Better Health, perubahan fisik dan emosional biasanya mulai muncul di fase ini. Kondisi tersebut sering kali membuat kita merasa perlu ekstra sabar menghadapi perubahan Si Kecil.

Perlu diketahui bahwa anak-anak sebenarnya sedang berusaha beradaptasi dengan tubuh dan perasaan barunya, Bunda. Tak jarang mereka jadi lebih tertutup atau justru lebih sensitif dari biasanya.

Karena itu, penting bagi kita untuk memahami tentang cara menyikapi masa pubertas pada remaja dengan benar. Yuk, kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

10 cara menyikapi masa pubertas pada remaja yang benar

Berikut ini beberapa cara menyikapi masa pubertas pada remaja dengan benar seperti dikutip dari berbagai sumber.

1. Ajari anak memperhatikan kebersihan diri

Memasuki masa remaja biasanya membuat anak jadi lebih aktif dan produksi keringatnya meningkat. Bunda bisa mulai mengingatkan mereka untuk rutin mandi setiap harinya.

Tidak hanya itu, pastikan mereka selalu memakai pakaian yang bersih dan mulai menggunakan deodoran supaya tetap merasa segar ya, Bunda. Perubahan fisik ini memang terjadi karena kulit mereka cenderung jadi lebih berminyak.

Mengutip dari Better Health, anak-anak memang akan mengalami fase keringat berlebih di masa pubertas ini. Oleh karena itu, Bunda perlu ajarkan mereka untuk menjaga penampilan dan kebersihan setiap harinya.

2. Kenalkan remaja perempuan seputar menstruasi

Bunda bisa mulai mengajak anak perempuan bicara soal menstruasi sejak awal. Ajarkan cara memakai pembalut dengan benar dan menjaga kebersihan area intim supaya tetap sehat.

Selain itu, penting juga untuk memastikan celana dalam mereka selalu kering. Hal ini dapat membantu mencegah infeksi jamur yang bisa muncul saat menstruasi.

Anak mungkin akan merasakan kram perut atau perubahan suasana hati setiap bulannya. Dalam hal ini, Bunda bisa ajak mereka bicara terbuka tentang hal ini.

Untuk meredakan nyeri, cara seperti mengompres perut dengan botol air hangat bisa cukup membantu. Jika diperlukan, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat.

3. Mengenalkan pola makan sehat pada anak

Selama pubertas, anak kemungkinan akan memiliki nafsu makan lebih besar dan membutuhkan asupan tambahan. Bunda bisa mulai mengajak mereka untuk memilih makanan yang sehat dan seimbang.

Di rumah, sediakan camilan dan minuman yang menyehatkan. Nah saat berada di luar rumah, Bunda juga bisa mengingatkan anak untuk tetap memilih makanan sehat.

Hindari makanan atau minuman tinggi gula dan lemak secara berlebihan, ya. Pola makan yang kurang baik bisa menyebabkan kelebihan berat badan atau masalah kesehatan lainnya selama masa pubertas.

4. Dukung aktivitas fisik anak

Anak membutuhkan setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari untuk mendukung kesehatan tubuh dan pikiran. Bunda bisa membiasakan mereka untuk bergerak lebih banyak setiap harinya agar tubuh tetap bugar.

Kegiatan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau bermain di halaman rumah bisa membantu. Selain itu, anak juga bisa mencoba berbagai kegiatan lain yang menyenangkan agar tetap aktif.

5. Ajarkan kebiasaan tidur yang sehat

Remaja membutuhkan tidur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya. Dalam hal ini, Bunda bisa mengajak mereka untuk tidur pada waktu yang teratur setiap malamnya.

Sebelum tidur, ajak anak bersantai dengan kegiatan seperti membaca atau mendengarkan musik. Pastikan lingkungan tidur nyaman dan tenang, agar mereka bisa beristirahat dengan maksimal.

Dilansir dari Health Direct, selama masa remaja, pola tidur anak bisa berubah karena hormon melatonin mulai diproduksi di siang hari. Anak mungkin tidak merasa lelah sampai larut malam dan lebih sulit bangun pagi dibandingkan dengan sebelumnya.

6. Hargai usaha dan perilaku positif anak

Memberikan pujian pada anak saat mereka berusaha atau berprestasi tentu penting ya, Bunda. Cara ini dapat membuat mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berbuat baik.

Selain itu, perhatikan juga perilaku positif dalam keseharian. Bunda bisa melihat hal-hal kecil yang mereka lakukan dengan baik supaya mereka tahu usahanya diperhatikan.

Jangan lupa juga untuk selalu beri tahu anak bahwa Bunda siap mendengarkan kapan pun mereka ingin berbicara. Dengan begitu, anak lebih nyaman berbagi perasaannya di masa pubertas.

7. Memahami perspektif anak

Selanjutnya, cobalah menempatkan diri Bunda pada posisi anak di saat menghadapi berbagai pengalaman baru. Dengan begitu, Bunda bisa lebih memahami reaksi dan perasaan mereka di masa pubertas.

Jika anak terlihat melanggar batasan, lihat perilakunya dengan tenang. Ingat, mereka sedang belajar menjadi seseorang yang lebih mandiri dan membentuk identitasnya sendiri.

8. Menyikapi perubahan kulit anak dengan bijak

Masa pubertas biasanya ditandai dengan timbulnya jerawat pada remaja. Jika anak mengalami hal ini, Bunda bisa mulai dengan membicarakan perasaan mereka agar lebih nyaman menghadapi perubahan kulitnya.

Apabila jerawat mengganggu, tanyakan apakah anak ingin diperiksa ke dokter. Nantinya, dokter akan merujuk anak ke spesialis kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

9. Memberikan dukungan dan empati pada perubahan tubuh anak

Berikutnya, cobalah memahami perasaan anak saat mereka mengalami perubahan tubuh. Yakinkan anak bahwa apa yang mereka alami itu normal dan wajar terjadi pada semua remaja.

Anak mungkin membandingkan tubuhnya dengan teman-teman dan merasa cemas dengan bentuk atau ukurannya. Bunda bisa menanggapi dengan empati, mendengarkan, dan memberinya pengertian. Tunjukkan juga bahwa setiap tubuh seseorang itu berbeda-beda.

10. Tetap tenang saat anak meluapkan amarah

Kalau anak sedang marah, sebaiknya Bunda tunggu sampai mereka lebih tenang sebelum membicarakan masalah, ya. Perilaku ini mengajarkan anak tentang cara mengatur emosi mereka sendiri.

Bunda menunjukkan contoh mengenai bagaimana menghadapi permasalahan dengan sabar dan bijak. Selain itu, jangan ragu untuk benar-benar mendengarkan apa yang mereka rasakan.

Demikian penjelasan mengenai beberapa cara menyikapi masa pubertas pada remaja dengan tepat dan bijak. Semoga informasinya bisa membantu, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda