MOM'S LIFE
Pasca Kematian Barbie Hsu Pemeran Shancai di Meteor Garden, CDC Taiwan Minta Warga Segera Vaksin Flu
Arina Yulistara | HaiBunda
Rabu, 05 Feb 2025 21:30 WIBKabar duka datang dari dunia hiburan Asia. Aktris Taiwan, Barbie Hsu, yang terkenal melalui serial Meteor Garden pada 2001, meninggal dunia akibat pneumonia di usia 48. Pascakematian Barbie Hsu, CDC Taiwan kemudian meminta warganya segera vaksin flu. Mengapa demikian?
Kasus kematian penyanyi terkenal Barbie Hsu menjadi titik balik pemerintah untuk mengajak warganya vaksin flu. Mengutip dari BBC, Barbie Hsu meninggal dunia karena komplikasi pneumonia yang diawali dengan infeksi flu.
Kabar tersebut tentu memberikan duka mendalam bagi para penggemar serta industri entertainment Taiwan. Untuk itu, demi menjaga kesehatan di tengah cuaca yang buruk dan mewabahnya penyakit flu, pemerintah Taiwan minta warga segera vaksin flu.
Jangan menyepelekan penyakit flu, Bunda, karena buktinya bisa mengintai nyawa. Simak ulasan mengenai kematian Barbie Hsu karena flu beserta imbauan pencegahannya agar mendapatkan perawatan sejak dini.
Barbie Hsu meninggal dunia usai terkena flu
Barbie Hsu jatuh sakit saat berlibur di Jepang bersama keluarganya selama liburan Tahun Baru Imlek. Kabar ini dikonfirmasi oleh sang adik, Dee Hsu, yang mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian kakaknya adalah pneumonia dipicu oleh influenza.
"Selama Tahun Baru Imlek, keluarga kami datang ke Jepang untuk berlibur. Kakak perempuan saya tersayang, Barbie, sayangnya telah meninggalkan kami setelah terkena pneumonia yang dipicu oleh influenza," kata Dee Hsu dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh manajernya, dilansir dari BBC.
Kematian mendadak aktris ternama ini mengejutkan banyak penggemarnya di berbagai negara, termasuk Indonesia, Filipina, dan Thailand, yang mengenalnya sejak Meteor Garden tayang di 2001. Selain memiliki riwayat epilepsi dan penyakit jantung, Hsu pernah dirawat di rumah sakit karena kejang.
Barbie Hsu meninggalkan suaminya, DJ Koo, serta dua anak dari pernikahan sebelumnya dengan pengusaha China, Wang Xiaofei.
Bahaya komplikasi pneumonia karena flu
Spesialis pengobatan pernapasan Leung Chi-chiu mengatakan bahwa banyak penduduk yang sebelumnya tidak pernah terpapar virus flu, kini mengalaminya. Hal tersebut menyebabkan kekebalan tubuh melemah dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi di daerah dengan aktivitas flu yang tinggi.
"Virus flu dapat menyebabkan pneumonia virus dan merusak sistem pernapasan kita, meningkatkan risiko infeksi bakteri sekunder, termasuk pneumokokus dan streptokokus," papar Leung Chi dilansir dari The Standart.
Meskipun pandemi COVID-19 mereda selama dua tahun terakhir, Leung Chi tetap memperingatkan bahwa banyak orang masih kurang memiliki kekebalan yang cukup terhadap flu. Ia menyarankan agar Bunda menghindari tempat yang ramai dan berventilasi buruk, mengatur waktu perjalanan, memakai masker, serta rajin menjaga kebersihan tangan.
Leung Chi pun mengatakan bahwa tidak hanya mereka dengan penyakit kronis yang harus waspada, pelancong yang mendampingi juga harus mengambil tindakan pencegahan.
“Jika satu orang terinfeksi, mereka berisiko menyebarkan virus ke hotel atau rumah, yang berpotensi menulari banyak orang lain,” tambahnya.
CDC imbau agar warga segera vaksin flu
Menyusul insiden tersebut, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Taiwan segera mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk segera mendapatkan vaksin flu. Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan, Tseng Shu-hui, menyebutkan bahwa kunjungan rumah sakit akibat gejala mirip flu meningkat tajam pada periode 19 sampai 25 Januari 2025, dengan angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir mencapai 162.352 kasus.
Meski jumlahnya sempat turun menjadi 88.889 pada minggu berikutnya karena banyak klinik tutup selama liburan, angka tersebut diprediksi kembali meningkat seiring dibukanya layanan kesehatan. Menurut data pengawasan CDC Taiwan, virus influenza A (H1N1) menjadi strain dominan saat ini.
Vaksin flu yang tersedia telah disesuaikan dengan strain ini sehingga efektif memberikan perlindungan. Sejak awal musim flu pada 1 Oktober tahun lalu, tercatat sudah ada 641 kasus komplikasi flu serius dan 132 kematian.
"Lebih dari 90 persen kasus parah dan kematian tidak mendapatkan vaksinasi pada musim flu ini,” katanya dilansir dari Taipei Times.
Mengenai situasi flu di Jepang, statistik resmi terbaru menunjukkan bahwa aktivitas flu mencapai puncaknya pada akhir Desember, dan penyebaran penyakit telah menurun, sementara jenis yang dominan juga adalah influenza A (H1N1).
Situasi flu yang parah tidak hanya terjadi di Taiwan tapi juga Jepang. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 172.417 kasus influenza tercatat di Jepang dalam sepekan pada awal Januari, melebihi ambang batas peringatan selama 4 minggu berturut-turut.
Tidak hanya itu, beberapa wilayah seperti Tokushima, Osaka, dan Tokyo, melaporkan lonjakan kasus tertinggi. Akibat meningkatnya kasus flu, beberapa rumah sakit dan apotek di Jepang mengalami kekurangan stok obat flu sejak Desember lalu.
Masyarakat yang berencana bepergian ke Jepang pun turut menyampaikan kekhawatirannya. Beberapa di antaranya mengaku membawa stok masker dan obat flu untuk berjaga-jaga selama perjalanan.
Sementara itu, pakar kesehatan menekankan bahwa orang yang bepergian bersama kelompok berisiko tinggi juga harus hati-hati agar tidak membawa virus ke lingkungan rumah atau hotel.
Warga diminta waspada terhadap gejala flu berat
Selain vaksinasi, dokter di Taiwan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gejala flu yang parah. Gejala seperti sesak napas, kulit membiru, darah dalam dahak, nyeri dada, tekanan darah rendah, serta demam tinggi berkepanjangan memerlukan perhatian medis segera.
Dokter juga menyarankan untuk rutin mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari tempat ramai guna mengurangi risiko penularan. Dengan kondisi flu yang masih mengkhawatirkan, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan pentingnya vaksinasi dan langkah pencegahan lainnya.
CDC Taiwan mengingatkan bahwa informasi tentang fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin flu dapat diakses melalui situs resmi mereka. Kesadaran akan pentingnya vaksinasi dan tindakan pencegahan diharapkan dapat mengurangi dampak flu yang berpotensi fatal, seperti yang terjadi pada Barbie Hsu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenang Barbie Hsu, Ini Deretan Drama dan Film yang Dibintanginya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Dialami Barbie Hsu, Bagaimana Flu Bisa Menyebabkan Pneumonia?
Barbie Hsu Pemeran Shancai di Meteor Garden Meninggal usai Terkena Pneumonia
Penjelasan Pakar soal Kebiasaan Mandi Malam Disebut Jadi Penyebab 'Paru-Paru Basah'
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
TERPOPULER
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
Momen Siraman dan Pengajian Syifa Hadju Jelang Nikah, Ayu Berkebaya Hijau Usung Adat Jawa
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Ibu Hamil yang Aman & Punya Manfaat Terbaik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Cuci 1 Tabung Bukaan Depan yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Kering, Bantu Melembapkan Sepanjang Hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
3 Tips Menjaga Kesehatan Selama Beribadah Haji
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Meyden Temukan Catatan Terakhir Sang Ayah yang Meninggal Sendirian, Isinya...
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Unik Orang dengan Kecerdasan Tinggi di Rumahnya
-
Female Daily
YSL Libre Berry Crush: Flanker Terbaru yang Juicy dan Cocok untuk Siang Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Selamat! Wakil Banten Agnes Aditya Rahajeng Juara Puteri Indonesia 2026
-
Mommies Daily
Kuis: Tipe Transportasi yang Paling Cocok dengan Kepribadianmu