MOM'S LIFE
Jangan Sering Bilang "Iya", Ini Kata Penggantinya Jika Lelah Mengiyakan Segala Hal
Amira Salsabila | HaiBunda
Kamis, 20 Feb 2025 03:00 WIBMemiliki perasaan tidak nyaman dan merasa bersalah ketika menolak tawaran orang lain dapat menyulitkan seseorang. Namun, sering menyetujui sesuatu tanpa pikir panjang juga bukan hal yang baik.
Jika mulai lelah mengatakan “Iya” kepada seseorang, Bubun telah menyiapkan kata pengganti yang dapat Bunda sampaikan dengan cara yang sopan dan tetap menghargainya, lho.
Konselor profesional, Jessica Hunt, mengatakan banyak orang belajar bahwa pengorbanan diri adalah hal yang baik.
“Hal ini pada akhirnya mengarah pada prioritas kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri karena takut akan konflik atau penolakan,” ungkapnya, dikutip dari laman Verywellmind, Rabu (19/2/2025).
Jessica menyarankan bagi orang yang ingin menyenangkan orang lain, tetapi kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan keinginan dan kebutuhannya sendiri, sebaiknya berhenti sejenak sebelum mengatakan iya.
“Gunakan jeda untuk memeriksa reaksi fisik dan emosional Anda. Tanyakan pada diri sendiri, ‘Apakah ini terasa asli, atau apakah ini terasa seperti sesuatu yang seharusnya saya inginkan?'” tuturnya.
Kata pengganti “Iya” yang sopan
Dalam hal ini, Jessica juga memberikan jawaban untuk mengganti kata “Iya” agar tidak menyinggung orang lain.
Bunda dapat mengatakan, “Terima kasih sudah memikirkan saya, tetapi saya tidak punya cukup waktu untuk proyek ini sekarang”. Jessica menjelaskan bahwa berkata “Tidak”, bukan menjadi ide yang buruk.
Pentingnya menetapkan batasan dan mengatakan “Tidak”
Seorang advokat dan penulis, Maria Ross, mengatakan menetapkan batasan itu menjadi hal penting bagi diri sendiri.
“Menetapkan batasan adalah tindakan perawatan diri karena hal itu memungkinkan saya untuk beroperasi dengan kapasitas penuh dan cukup hadir untuk mempraktikkan empati saat dibutuhkan,” ungkapnya.
Menurutnya, solusinya adalah perawatan diri. Ini bisa menjadi sulit jika Bunda tidak terbiasa dengan merawat diri sendiri.
“Saya ingin mengajak orang-orang untuk menganggap perawatan diri sejati sebagai sesuatu yang memberi energi pada tubuh, pikiran dan jiwa. Apa yang dibutuhkan untuk mengisi ulang, mengatur ulang, beristirahat, mengubah cara berpikir, menggunakan bagian otak yang berbeda?” ujar Ross.
Mengatakan “Tidak” sekali-kali bukan masalah. Meski interaksinya terasa tidak nyaman, itu adalah pelajaran untuk tetap teguh pada pendirian, bahkan ketika orang lain menentang.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Jessica yang mengatakan merasa bersalah ketika menolak tawaran merupakan hal wajar.
“Rasa bersalah itu umum ketika mencoba sesuatu yang baru, terutama ketika hal itu menantang keyakinan yang sudah dipegang teguh,” ujar Jessica.
Ia menyarankan untuk memulai dengan menetapkan batasan-batasan kecil untuk membangun rasa percaya diri. “Dengan latihan, Anda akan mulai memahami bahwa batasan-batasan itu tentang menghargai diri sendiri, bukan tentang tidak menghargai orang lain,” katanya.
Tidak apa-apa untuk memilih mengatakan “Tidak”. Sebab, tidak semua situasi memerlukan kata “Tidak” atau “Iya”. Fokus untuk mengatakan kedua hal tersebut di saat yang paling penting.
Namun, jika menyenangkan orang lain menyebabkan Bunda stres secara signifikan, sebaiknya pertimbangkan untuk konsultasi dengan terapis yang akan membantu Bunda merasa lebih baik.
Nah, itulah kata pengganti “Iya” yang dapat Bunda sampaikan dengan sopan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
4 Kebiasaan yang Menghambat Produktivitas Kerja di Kantor, Yuk Coba Hindari Bun!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Jangan Ucap "Tidak" di Tempat Kerja, Ini 6 Kata Penggantinya agar Terlihat Profesional Menurut Psikolog
Jangan Langsung Balas "Terima Kasih", Ini 10 Kata Pengganti Terbaik Menurut Psikolog
Jangan Sering Ucap "Maaf", Ini 10 Kata Penggantinya agar Terlihat Profesional Menurut Psikolog
Jangan Sering Ucap "Tidak Apa-apa", Ini 8 Kata Penggantinya Jika Punya Masalah Menurut Psikolog
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Mix and Match Polo dan Rok Pleated? Ini Formula yang Jarang Gagal
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Viral DIY Pakai Cabai untuk Menumbuhkan Rambut, Dokter Ingatkan Risikonya
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif