MOM'S LIFE
Gejala Awal Penyakit Infeksi Pernapasan Polimikroba yang Dialami Paus Fransiskus
Arina Yulistara | HaiBunda
Senin, 24 Feb 2025 13:20 WIBPaus Fransiskus masih dalam kondisi kritis pada hari kesepuluh perawatan di sebuah rumah sakit di Roma, Italia. Paus diketahui dirawat sejak 14 Februari 2025.
Paus Fransiskus saat ini dalam keadaan sadar dan terus menerima perawatan medis intensif. Paus juga menerima dua kantung darah merah terkonsentrasi. Adapun kadar trombositnya tetap stabil.
Meski demikian, tes darah menunjukkan adanya kegagalan ginjal ringan. Kondisi tersebut saat ini dalam kendali medis.
Sebelumnya Paus Fransiskus didiagnosis mengalami infeksi polimikroba pada saluran pernapasannya. Vatikan menyatakan bahwa pemimpin tertinggi gereja Katolik berusia 88 tahun ini awalnya dirawat karena bronkitis, tapi pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan kondisi yang lebih kompleks sehingga terapi medisnya mengalami perubahan.
Infeksi polimikroba adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh kombinasi beberapa patogen, seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit. Dalam kasus Paus Fransiskus, infeksi terjadi di saluran pernapasan yang mengindikasikan adanya mikroorganisme menyerang paru-parunya.
Sebenarnya, kondisi kesehatan Paus Fransiskus memang menjadi perhatian sejak lama. Sejak muda, beliau sudah memiliki riwayat gangguan pernapasan serius. Kini semakin komplikasi karena infeksi pernapasan yang baru-baru dialaminya.
Agar terhindar penyakit berbahaya seperti dialami Paus Fransiskus, mari kita pahami lebih dalam mengenai kondisi kesehatan Paus Fransiskus, serta mengenai apa itu infeksi polimikroba dan gejalanya, Bunda.
Kondisi kesehatan Paus Fransiskus
Sebelum dirawat di rumah sakit, Paus Fransiskus sebenarnya sudah mengalami gejala bronkitis selama beberapa hari yang kemudian berkembang menjadi pneumonia bilateral atau pneumonia ganda, di mana kedua paru-paru terinfeksi.
Hal tersebut membuat penanganan medis menjadi lebih kompleks karena memerlukan pendekatan terapi yang menyasar berbagai jenis mikroorganisme secara simultan. Sejak muda, beliau sudah memiliki riwayat gangguan pernapasan serius.
Paus Fransiskus pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya di Argentina pada 1957. Selain itu, selama masa kepemimpinannya, Paus beberapa kali mengalami infeksi saluran pernapasan yang mengharuskannya menjalani perawatan medis.
Pada tahun 2023, Paus Fransiskus sempat dirawat karena infeksi paru-paru dan mendapatkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis. Dengan usianya yang semakin lanjut dan sistem imun tidak sekuat dahulu, infeksi polimikroba kali ini menjadi kondisi yang perlu diawasi secara ketat.
Mengutip USA Today, Paus Fransiskus bahkan sesekali menggunakan alat bantu jalan atau kursi roda saat tampil di depan publik. Ia juga baru-baru ini terjatuh dua kali pada bulan Desember dan Januari.
Apa itu infeksi polimikroba?
Infeksi polimikroba adalah penyakit yang disebabkan oleh kombinasi beberapa patogen, termasuk bakteri, virus, jamur, bahkan parasit. Menurut National Institutes of Health (NIH), kondisi ini bisa bersifat akut maupun kronis.
Infeksi ini terjadi ketika satu mikroorganisme dalam sistem tubuh seseorang membuat orang tersebut rentan terhadap infeksi kedua oleh mikroorganisme yang berbeda. Atau ketika dua patogen bersama-sama menyebabkan suatu penyakit.
Dalam kasus Paus Fransiskus, infeksi polimikroba terjadi di saluran pernapasan yang berarti mikroorganisme telah menyerang paru-parunya. Vatikan belum mengonfirmasi apakah infeksi ini lebih dominan disebabkan oleh bakteri atau virus.
Gejala awal infeksi pernapasan polimikroba
Infeksi polimikroba pada pernapasan memiliki gejala yang dapat berkembang dan menjadi lebih serius, terutama pada lansia atau mereka dengan riwayat penyakit paru-paru. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
1. Batuk terus-menerus
Pada tahap awal, batuk mungkin bersifat kering. Seiring berjalannya waktu, batuk bisa menjadi berdahak bahkan dalam beberapa kasus dapat mengandung darah.
2. Demam dan menggigil
Infeksi polimikroba dapat menyebabkan demam tinggi karena respons tubuh terhadap patogen. Pasien juga bisa mengalami menggigil, terutama jika tubuh sedang berjuang melawan infeksi.
3. Sesak napas
Infeksi yang menyerang paru-paru dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Beberapa pasien mengalami napas pendek atau kesulitan bernapas saat beraktivitas ringan.
4. Nyeri dada
Infeksi dapat menyebabkan peradangan di saluran pernapasan sehingga menyebabkan rasa nyeri atau tekanan pada dada. Nyeri ini bisa semakin parah saat batuk atau mengambil napas dalam.
5. Kelelahan yang berlebihan
Pasien dengan infeksi pernapasan polimikroba sering mengalami kelelahan ekstrem bahkan setelah istirahat. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang terus bekerja keras untuk melawan infeksi.
Kelompok orang yang rentan terkena infeksi pernapasan polimikroba
Orang tua dengan sistem kekebalan yang lebih lemah atau masalah kesehatan yang kompleks dapat rentan terhadap infeksi polimikroba. Seperti Paus Fransiskus yang memiliki riwayat kesehatan pernapasan cukup panjang.
Bagi lansia atau orang dengan sistem imun lemah, infeksi polimikroba bisa lebih berbahaya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk gagal napas atau pneumonia berat.
"Bakteri dapat datang dan menjajah saluran pernapasan pada mereka yang paru-parunya rusak dan Anda mulai melihat infeksi yang membuatnya lebih sulit diobati," papar Nick Hopkinson selaku direktur Asthma + Lung UK, dilansir dari AP.
Pengobatan infeksi pernapasan polimikroba
Jika infeksi polimikroba disebabkan oleh bakteri maka dokter kemungkinan akan memberikan antibiotik. Kalau berasal dari virus maka pengobatan akan lebih berfokus pada terapi suportif hingga sistem imun tubuh mampu melawan infeksi.
Dalam beberapa kasus, pasien juga bisa menerima antijamur atau antiparasit, tergantung pada jenis patogen yang terlibat. Perawatan tambahan seperti oksigen dan pemantauan ketat mungkin diperlukan, terutama jika pasien mengalami sesak napas parah.
Kasus infeksi polimikroba yang dialami Paus Fransiskus menunjukkan betapa seriusnya infeksi pernapasan, terutama bagi lansia dan Bunda dengan riwayat penyakit paru-paru. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja untuk mengenali gejala awal infeksi ini agar bisa segera mendapatkan perawatan medis yang tepat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Jangan Anggap Remeh, Ini 6 Gejala Asam Urat & Kolesterol Tinggi pada Wanita
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
TERPOPULER
Kenali 8 Ciri Orang dengan IQ Rendah saat Berinteraksi Sosial
Cara Mengenali Orang IQ Tinggi Dilihat dari Cara Balas Chat
Keren! Siswa-Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Luncurkan Buku Antologi Cerpen & Komik
Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi
Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Jangan Asal Diberi Sebelum Cukup Usia
REKOMENDASI PRODUK
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Kostum Halloween Karakter Anime Perempuan yang Ikonik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Kukus 3 Susun Stainless Terbaik Multifungsi dan Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Parfum Bayi yang Aman & Wanginya Tahan Lama
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Tripod HP Terbaik untuk Bikin Konten, Foto, dan Video
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kenali 8 Ciri Orang dengan IQ Rendah saat Berinteraksi Sosial
Keren! Siswa-Siswa SD Islam Al Azhar 8 Kembangan Luncurkan Buku Antologi Cerpen & Komik
Sering Alami Nyeri Haid Hebat? Kenali Tanda Endometriosis yang Bisa Ganggu Kesuburan
Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Jangan Asal Diberi Sebelum Cukup Usia
Ramai Sepekan: Tasya Farasya Renovasi Rumah Sampai Bumil Ikut JRF 2026
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Flat Shoes Baru Bikin Tumit Lecet? Ini Cara Mencegahnya Sebelum Dipakai Seharian
-
Beautynesia
BeauPicks: Rangkaian Full Makeup Viva Cosmetics di Bawah Rp150 Ribu, Wajib Coba!
-
Female Daily
3 Pengganti Elektrolit yang Bisa Dicoba Saat Cuaca Nggak Menentu, Bye Dehidrasi!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Prewedding Sarah Menzel & Azriel Hermansyah, Mesra di Tepi Pantai
-
Mommies Daily
7 Rekomendasi Koleksi JFW 2027 yang Cocok untuk Mommies, Stylish untuk Kerja hingga Lebaran!