HaiBunda

MOM'S LIFE

Kisah Pilu Bunda Keira, Bayi Dibawa Negara karena Tak Lulus Uji Kompetensi Orang Tua

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 28 Nov 2025 06:29 WIB
Ilustrasi bayi / Foto: iStock
Jakarta -

Belakangan ini seorang Bunda bernama Keira tengah menyita perhatian publik karena kisahnya yang begitu menggetarkan hati. Keira yang tinggal di Denmark hanya diberi waktu dua jam untuk memeluk bayinya Zammi, sebelum dibawa ke panti asuhan.

Setiap detik terasa begitu cepat bagi Keira, seolah waktu sengaja berlari menjauh darinya. Ia hanya bisa meresapi tubuh sang anak sambil berharap kebersamaan itu bisa terasa lebih lama, Bunda.

"Begitu dia lahir, saya mulai menghitung detik-detik bersamanya," kata Keira menilik dari laman BBC.


"Saya terus melihat jam untuk mengetahui berapa lama waktu yang kami miliki," tambahnya.

Hingga kini, rasa sesak itu masih terus menghantui langkah Bunda Keira. Dalam keputusasaannya, ia hanya bisa membisikkan kata "maaf" kepada bayinya itu, Bunda.

"Rasanya seperti sebagian dari jiwaku mati," jelasnya.

Banyak anak yang dipisahkan dari orang tuanya di Denmark

Bunda Keira adalah satu dari banyak perempuan Greenland yang tinggal di wilayah Denmark dan tengah menghadapi masalah serupa. Mereka berjuang keras untuk mendapatkan kembali anak-anak mereka yang dibawa oleh Dinas Sosial Denmark.

Dalam prosedurnya, bayi dan anak-anak bisa dipisahkan dari orang tuanya setelah melalui uji kompetensi orang tua atau FKUs. Tes ini digunakan untuk menilai kemampuan orang tua dalam menjalankan peran mereka di rumah, Bunda.

Tes tersebut diterapkan pemerintah Denmark sebagai standar penilaian kelayakan menjadi orang tua. Namun, sistem ini menuai banyak kritik karena dianggap tidak adil.

Pada bulan Mei lalu, pemerintah Denmark sebenarnya telah menghentikan penggunaan tes ini untuk warga yang tinggal di Greenland, Bunda. Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi mereka yang tinggal di Denmark yang masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark.

Uji kompetensi Bunda Keira dilakukan saat sedang hamil

Menilik dari The Guardian berdasarkan Pusat Penelitian Sosial Denmark, orang tua asal Greenland memiliki kemungkinan jauh lebih besar untuk kehilangan hak asuh anak dibandingkan orang tua di Denmark.

Perbandingannya bahkan mencapai lebih dari lima kali lipat, sehingga memunculkan banyak pertanyaan tentang keadilan sistem tersebut, Bunda. Pemerintah Denmark mengumumkan rencana untuk meninjau sekitar 300 kasus pemisahan anak asal Greenland.

Namun hingga kini, pemerintah baru memeriksa 10 kasus yang berkaitan dengan tes tersebut. Dari jumlah itu, tak satu pun bayi yang akhirnya dipulangkan kembali kepada keluarganya, Bunda.

Dalam kasus Bunda Keira ini, hasil uji kompetensi yang dilakukan saat ia sedang hamil pada tahun 2024 dinyatakan bahwa dirinya dianggap tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk merawat bayi baru lahir.

Lebih lanjut, Bunda Keira pun masih mengingat beberapa pertanyaan dalam tes tersebut. Pertanyaan seperti, "Siapa Bunda Teresa?" dan "Berapa lama sinar matahari membutuhkan waktu untuk mencapai Bumi?" membuatnya bingung karena tidak berkaitan dengan cara mengasuh anak secara langsung.

Bunda Keira merasa dipermainkan sebagai orang tua

Dilansir dari BBC, beberapa psikolog yang mendukung tes kompetensi orang tua berpendapat bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut mampu menilai pengetahuan umum seorang calon orang tua.

Namun bagi Bunda Keira, tes itu justru membuatnya merasa seolah sedang dipermainkan. Prosesnya terasa jauh dari pengalaman mengasuh anak dan tidak mempertimbangkan perasaan calon Bunda.

"Mereka membuat saya seperti bermain dengan boneka, lalu mengkritik saya karena tidak cukup melakukan kontak mata," tutur Kiera.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Psikolog Ungkap Pertanyaan Sederhana yang Sangat Berharga untuk Si Kecil

TOPIK TERKAIT

TERPOPULER

6 Nama Bayi Langka Terinspirasi Sastra & Seni yang Penuh Makna

Nama Bayi Annisya Asri Diarta

Momen Lucu Nikita Willy Naik Angkot: Minta Izin & Tanya Harga Duluan

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bocah WNI 6 Tahun Meninggal Usai Ditabrak di Singapura, Simak Kronologinya

Parenting Annisa Karnesyia

Terinspirasi Zodiak, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Tren 2026

Nama Bayi Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

Ciri Anak Akan Tumbuh Jadi Pribadi Baik & Empatik, Studi Ungkap Peran Orang Tua

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bocah WNI 6 Tahun Meninggal Usai Ditabrak di Singapura, Simak Kronologinya

6 Nama Bayi Langka Terinspirasi Sastra & Seni yang Penuh Makna

Terinspirasi Zodiak, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Tren 2026

Momen Lucu Nikita Willy Naik Angkot: Minta Izin & Tanya Harga Duluan

Ciri Anak Akan Tumbuh Jadi Pribadi Baik & Empatik, Studi Ungkap Peran Orang Tua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK