HaiBunda

MOM'S LIFE

Puasa 3 Hari Seminggu Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Ini Kata Studi

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Minggu, 30 Nov 2025 21:40 WIB
Ilustrasi puasa 3 hari seminggu lebih cepat turunkan berat badan/ Foto: Getty Images/Sasithorn Phuapankasemsuk

Bunda mau cepat turun berat badan? Coba deh puasa tiga kali seminggu yang bisa membantu menurunkan berat badan.

Lonjakan angka obesitas global dalam tiga dekade terakhir membuat banyak negara mulai mencari strategi penurunan berat badan yang lebih efektif, mudah dipatuhi, dan aman dalam jangka panjang. Di tengah berbagai metode diet dan tren gaya hidup sehat, intermittent fasting kembali mencuri perhatian.

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa puasa tiga hari dalam seminggu ternyata lebih efektif menurunkan berat badan dibandingkan diet dengan pengurangan kalori harian. Temuan ini menambah daftar bukti ilmiah bahwa pola makan bukan hanya soal jumlah kalori, tapi juga pola konsumsi harian.


Penelitian tersebut menunjukkan bahwa metode puasa 4:3, yakni berpuasa tiga hari dalam seminggu, mampu menghasilkan penurunan berat badan lebih besar dibandingkan diet rendah kalori yang dilakukan setiap hari.

“Kami pikir berpuasa tiga hari seminggu mungkin merupakan titik ideal untuk menurunkan berat badan,” kata Victoria Catenacci, salah satu penulis utama penelitian dan profesor madya di University of Colorado Anschutz Medical Campus, mengutip Financial Times.

Selain itu, pendekatan ini dianggap lebih fleksibel karena tidak mewajibkan peserta untuk terus menghitung kalori setiap hari sehingga beban mental pun lebih ringan. Tidak hanya dianggap praktis, metode ini juga dinilai mampu mengurangi rasa lapar yang berkelanjutan, biasanya dialami pelaku diet konvensional.

Dengan fleksibilitas tanpa pembatasan makan, banyak orang merasa lebih mudah mempertahankan kebiasaan puasa dibandingkan diet rendah kalori harian yang cenderung ketat dan menuntut kedisiplinan tinggi.

Puasa 3 hari seminggu kalahkan diet kalori harian

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Annals of Internal Medicine, para ilmuwan meneliti 165 orang dengan kondisi overweight atau obesitas. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, kelompok puasa intermiten 4:3 dan diet rendah kalori konvensional.

Pada kelompok 4:3, peserta harus memangkas asupan energi hingga 80 persen dari baseline hanya pada tiga hari puasa. Sementara empat hari lainnya mereka bebas makan selama memilih makanan yang sehat.

Sementara itu, kelompok diet rendah kalori berusaha menciptakan defisit energi sekitar 34,3 persen setiap hari. Secara teori, kedua kelompok memiliki target defisit kalori mingguan yang setara. Namun hasil akhir menunjukkan perbedaan signifikan dalam efektivitas masing-masing metode.

Setelah satu tahun, kelompok puasa 4:3 mengalami penurunan berat badan rata-rata 7,7 kg atau sekitar 7,6 persen dari massa tubuh. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok diet harian yang hanya kehilangan 4,8 kg atau sekitar 5 persen massa tubuh.

Dengan demikian, metode intermittent fasting menghasilkan lebih dari 50 persen penurunan berat badan tambahan. Selain lebih efektif, metode ini juga terbukti lebih mudah diikuti.

Tingkat putus di tengah jalan (dropout) peserta intermittent fasting berada di bawah 20 persen, jauh lebih rendah dari diet harian yang hampir mencapai 30 persen. Para peneliti menyebut bahwa tidak perlu menghitung kalori setiap hari dan adanya 'cheat day' memberikan kenyamanan bagi peserta.

Victoria juga mengatakan bahwa puasa tiga hari per minggu mungkin merupakan titik optimal yang paling bisa dipatuhi.

“Jika lebih banyak hari, mungkin terlalu ketat. Kalau lebih sedikit, mungkin tak cukup untuk menghasilkan defisit kalori yang lebih besar dibanding diet harian,” ujarnya.

Adam Collins, associate professor nutrisi dari University of Surrey yang tidak terlibat dalam studi, menilai bahwa hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa intermittent fasting merupakan salah satu strategi diet yang efektif dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa banyak orang secara sadar maupun tidak mengurangi porsi makan pada saat tidak puasa sehingga total defisit kalori lebih realistis tercapai sepanjang minggu.

Hal tersebut pula yang membuat kelompok 4:3 lebih dekat pada target defisit energi mingguannya dibanding kelompok diet harian.

Penelitian terbaru ini kembali menguatkan intermittent fasting sebagai metode penurunan berat badan yang bukan hanya efektif, melainkan lebih mudah dijalankan dalam kehidupan nyata. Dengan puasa tiga hari puasa per minggu dan empat hari tanpa pembatasan ketat, pola ini memberi keseimbangan antara hasil dan kenyamanan.

Meski begitu, para peneliti tetap menyarankan agar metode ini dilakukan dengan bimbingan ahli gizi atau tenaga kesehatan, terutama bagi Bunda yang memiliki kondisi medis tertentu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

5 Tips Diet Sehat Agar Kulit Sehat dan Glowing dari Dalam

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen

Parenting Nadhifa Fitrina

Kedekatan Asila dan Sang Ayah, Terbaru Beri Dukungan untuk Ramzi yang Jadi Wabup Cianjur

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bukan Nenek, Maia Estiany Ingin Dipanggil Ini oleh Anak Alyssa Daguise & Al Ghazali

Mom's Life Annisa Karnesyia

Puasa 3 Hari Seminggu Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Ini Kata Studi

Mom's Life Arina Yulistara

Vagina Gatal saat Hamil: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

73 Lagu Rohani Kristen Terbaik dan Terpopuler, Penyembahan & Pujian Syukur

5 Potret Nael Anak Kedua Nikita Willy, Ekspresi Wajahnya Selalu Curi Perhatian Netizen

Kedekatan Asila dan Sang Ayah, Terbaru Beri Dukungan untuk Ramzi yang Jadi Wabup Cianjur

Puasa 3 Hari Seminggu Lebih Cepat Turunkan Berat Badan, Ini Kata Studi

Vagina Gatal saat Hamil: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK