Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Gejala Super Flu yang Sudah Masuk ke Indonesia

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 01 Jan 2026 16:20 WIB

A young woman sits on a couch, wrapped in a blanket, using a tissue, clearly feeling unwell and battling cold or flu symptoms.
Ilustrasi super flu / Foto: Getty Images/wichayada suwanachun
Jakarta -

Bunda tampaknya harus waspada di musim liburan kali ini. Sebab, varian Influenza A (H3N2) Subclade K yang mendapat julukan super flu dilaporkan telah masuk ke Indonesia.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Pihaknya menyebut bahwa penyebaran virus itu telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian RI, dr Prima Yosephine, menjelaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan subclade K memicu keparahan penyakit yang lebih tinggi dibanding varian influenza sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


“Merujuk pada publikasi terbaru pada Desember 2025, influenza A (H3N2) merupakan salah satu virus emerging yang pernah menyebabkan pandemi di Amerika Serikat pada tahun 1968 dan kembali menjadi penyebab peningkatan flu pada 2024 hingga 2025, khususnya pada kelompok anak-anak,” ujar Prima, dikutip dari laman CNBC Indonesia, Kamis (1/1/2026).

Menurut peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, M.D., Subclade K sebenarnya merupakan cabang mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang telah bersirkulasi selama puluhan tahun.

Para ilmuwan pertama kali mendeteksinya pada Juni 2025 dan sejak saat itu, virus ini menyebar dengan sangat cepat.

Gejala super flu

Super flu biasanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari untuk menunjukkan gejala. Berikut beberapa gejala yang dapat Bunda kenali:

  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau badan
  • Kelelahan

Virus ini lebih berbahaya bagi orang lanjut usia, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan orang dengan tingkat kebugaran rendah. Kelompok-kelompok ini lebih rentan terhadap penyakit pembuluh darah dan memiliki risiko serangan jantung yang lebih tinggi.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda