HaiBunda

MOM'S LIFE

10 Kalimat yang Diucap Orang Pura-pura Peduli dan Baik

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Minggu, 11 Jan 2026 15:30 WIB
Ilustrasi kalimat yang diucap orang pura-pura peduli dan baik / Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpimon Rodchua

Saat kita sedang mengobrol, kita pasti sering mendengar ucapan yang terdengar manis. Siapa sangka bahwa ucapan manis tersebut bisa terasa tidak tulus. Tanpa disadari, hal itu bisa termasuk sebagai kalimat orang yang pura-pura mendengarkan atau hanya sekadar basa-basi.

Tidak semua perhatian yang diberikan orang lain benar-benar berasal dari niat yang baik. Ada juga kalimat-kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang pura-pura mendengarkan demi terlihat peduli di depan orang lain.

Ucapan seperti ini sering kali membuat Bunda merasa tidak nyaman, meski sulit untuk menjelaskannya. Dengan mengenali contoh kalimat orang pura-pura bisa membantu Bunda lebih waspada dalam bersikap.


10 Kalimat yang diucap orang pura-pura peduli dan baik

Bubun akan membahas 10 contoh kalimat yang sering kali terucap saat orang pura-pura peduli dan baik. Contoh-contoh kalimat ini telah Bubun kutip dari laman YourTango. Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda.

1. 'Saya mengerti maksud Anda'

Kalimat pertama yang sangat mencolok untuk menandakan orang tersebut pura-pura peduli adalah saat mengatakan "Saya mengerti maksud Anda". Mereka tampak memerhatikan saat melontarkan kalimat tersebut, tetapi sebenarnya mereka tidak memproses apa yang sedang dikatakan.

Padahal, orang yang benar-benar peduli saat berkomunikasi dengan orang lain biasanya akan berperilaku dengan menunjukkan bahwa mereka benar-benar terhubung dengan lawan bicara. Baik melalui pernyataan yang memberi semangat, bahasa tubuh yang terbuka, dan mengulang kembali apa yang dikatakan sebelum memberikan tanggapan.

2. 'Terima kasih telah berbagi itu denganku'

Saat seseorang tampak peduli namun sebenarnya tidak benar-benar mendengarkan, mereka kerap melontarkan ucapan seperti "Terima kasih telah berbagi itu denganku". Ungkapan seperti ini sering menjadi kalimat orang pura-pura yang terdengar sopan, tetapi kosong dari empati.

Rasa terima kasih harusnya hadir bersama perhatian dan pemahaman. Jika hanya diucapkan sebagai respons cepat tanpa menanggapi perasaan lawan bicara, itu hanya kembali menjadi kalimat orang pura-pura yang justru mengabaikan perasaan orang lain.

3. 'Kamu sudah melakukan yang terbaik'

Kalimat berupa "Kamu sudah melakukan yang terbaik" sering terdengar menenangkan di telinga. Namun, dalam situasi tertentu, kalimat ini bisa menjadi kalimat orang pura-pura yang diucapkan tanpa empati mendalam.

Kalimat "Kamu sudah melakukan yang terbaik" kerap dipakai agar seseorang merasa sudah cukup peduli. Dalam praktiknya, ini bisa menjadi kalimat orang yang pura-pura membuat lawan bicaranya merasa didengar tanpa keterlibatan emosional yang sebenarnya.

4. 'Itu sangat bisa dimengerti'

Orang yang pura-pura peduli saat berbicara dengan orang lain sering kali mengucapkan kalimat "Itu sangat bisa dimengerti'" saat sebenarnya ia tidak benar-benar mendengarkan. Sekilas terdengar empatik, tetapi sering kali kalimat tersebut hanyalah kalimat pura-pura untuk menutup jeda percakapan.

Kalimat ini berfungsi sebagai tanda aman agar pembicaraan terus berjalan. Dengan memakai kalimat seperti itu, pendengar bisa menghindari keterlibatan emosional yang dalam pada topik yang sebenarnya tidak menarik bagi mereka.

5. 'Masuk akal untuk merasa seperti itu'

Ungkapan "Masuk akal untuk merasa seperti itu" sering terdengar bijak, tetapi bisa juga menjadi bentuk empati yang dangkal. Dalam banyak kasus, kalimat ini berubah menjadi kalimat orang yang pura-pura peduli.

Hal ini menjadi salah satu yang paling menyakitkan dalam hubungan saat perasaan tidak benar-benar dianggap penting. Validasi yang tulus bisa membuat seseorang merasa dipahami dan didukung, sedangkan kalimat orang yang pura-pura peduli seperti itu justru akan menciptakan jarak dan membuat hubungan terasa semakin jauh.

6. 'Kamu sudah melalui banyak hal'

Saat seseorang berpura-pura peduli tanpa benar-benar mendengarkan, mereka kerap melontarkan ucapan yang terdengar simpatik. Ungkapan seperti "Kamu sudah melalui banyak hal" menjadi kalimat yang diucapkan orang pura-pura peduli karena hanya memberi kesan perhatian secara dangkal.

Kalimat tersebut dipilih agar terlihat pengertian, tanpa harus terlibat lebih jauh dalam masalah orang lain. Dengan kalimat seperti itu, mereka tetap terlihat empatik meski sebenarnya sedang menjaga jarak dan tidak ingin ikut merasakan cerita dari lawan bicaranya.

7. 'Sepertinya kamu sedang mengerjakan banyak hal'

Orang yang terlihat pura-pura peduli sering kali mengucapkan kalimat netral saat sebenarnya tidak peduli dan tidak menyimak. Mereka memilih kalimat seperti "Sepertinya kamu sedang mengerjakan banyak hal" kepada lawan bicara agar terdengar sangat peduli.

Kalimat seperti itu bisa jadi termasuk dalam contoh respons pura-pura mendengarkan lawan bicara. Kalimat ini terucap dan terjadi ketika orang berpura-pura terlibat dengan memberikan respons yang umum.

Pura-pura mendengar merupakan sebuah kontradiksi di mana kita menunjukkan kehadiran di tengah ketidakhadiran yang mendalam. Perilaku mendengarkan orang lain yang tulus seharusnya melibatkan perhatian pada perasaan dan makna di balik kata-kata. 

Kalimat seperti "Sepertinya kamu sedang mengerjakan banyak hal" sengaja dibuat samar agar tidak perlu menanggapi lebih jauh lagi. Hal inilah yang menjadi alasan jika kalimat tersebut terdengar baik, tetapi tetap terasa hampa.

8. 'Itu salah satu cara untuk melihatnya'

Sebagian orang juga memilih mengucapkan "Itu salah satu cara untuk melihatnya" saat pura-pura peduli dan tidak benar-benar menyimak lawan bicara. Kalimat ini kerap menjadi kalimat orang pura-pura peduli agar terlihat menghargai pendapat, tanpa niat melanjutkan pembahasan lebih dalam.

Menurut riset dari Maryville University tahun 2021 dengan judul How to Be a Better Listener: Exploring 4 Types of Listening, mendengarkan secara selektif itu seperti mendengarkan dengan stabilo. Alih-alih mempertimbangkan keseluruhan pesan pembicara, pendengar hanya memerhatikan bagian-bagian yang menurut mereka paling relevan.

Orang yang tidak memerhatikan tidak akan memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara. Orang tersebut akan teralihkan fokusnya pada hal-hal lain. Oleh sebab itu, kalimat tersebut sering kali terucap oleh orang-orang yang pura-pura peduli saat berkomunikasi.

9. 'Itu pasti sangat sulit bagimu'

Ungkapan lainnya yang sering kali terucap saat orang pura-pura peduli adalah "Itu pasti sangat sulit bagimu". Meskipun kalimat tersebut terdengar tulus dan menunjukkan empati, tidak selalu orang yang berucap demikian menunjukkan empati yang tulus.

Seorang peneliti dan cendekiawan, Chezare Warren, mendeskripsikan konsep empati palsu sebagai kegagalan orang yang berempati untuk melihat hal yang sama dengan individu yang ingin mereka beri empati. Menurutnya, kita harus menempatkan diri kita di luar pusat perhatian saat mendengarkan orang lain.

Warren juga menyimpulkan bahwa kita tidak bisa berempati tanpa memahami sudut pandang orang lain. Sayangnya, ungkapan seperti ini sering kali mengarah pada ketidakjujuran dan membuat semakin jauh dari empati.

10. 'Kamu jelas sedang menghadapi banyak hal saat ini'

Meskipun banyak orang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, mereka tidak selalu ingin menggunakannya. Bisa jadi mereka tidak ingin menunjukkannya saat berbicara dengan orang lain, dan mengatakan kalimat seperti "Kamu jelas sedang menghadapi banyak hal saat ini".

Kalimat tersebut menjadi cara bagi seseorang untuk memperlihatkan bahwa mereka sebenarmya mendengarkan tetapi masih pura-pura peduli terhadap topik obrolan. Dengan mengucapkan kalimat seperti itu, orang lain juga bisa untuk menetapkan batasan dan melindungi kedamaian batin mereka.

Itulah 10 kalimat yang sering terucap dari orang yang pura-pura peduli dan baik saat berbicara dengan orang lain. Dengan mengetahui dan memahami kalimat-kalimat ini, Bunda bisa lebih peka untuk membedakan kepedulian yang tulus dan sekadar basa-basi. Dengan begitu, Bunda bisa menjaga perasaan sekaligus memilih lingkungan yang lebih sehat dan jujur.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kenali 7 Tanda Seseorang yang Terlahir Egois

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Rizky Febian Bucin ke Mahalini, Akui Makin Sayang Setelah Lihat Istri Melahirkan

Mom's Life Amira Salsabila

Akurnya Anak-anak Jessica Iskandar, Don Dan Hagia Rebutan Kakak El Barack

Parenting Amira Salsabila

Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini

Kehamilan Annisa Karnesyia

Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling

Mom's Life Annisa Karnesyia

120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Rizky Febian Bucin ke Mahalini, Akui Makin Sayang Setelah Lihat Istri Melahirkan

Akurnya Anak-anak Jessica Iskandar, Don Dan Hagia Rebutan Kakak El Barack

Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini

Transformasi Alifa Lubis Eks Artis Cilik, Kini Sudah 19 Tahun dan Bikin Pangling

120 Kosakata Bahasa Malaysia Sehari-hari dan Artinya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK