Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Gejala Awal Demensia, Sering Ucapkan 2 Kata Ini

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 21 Jan 2026 10:55 WIB

In the living room
Ilustrasi Gejala Awal Demensia, Sering Ucapkan 2 Kata Ini/Foto: Getty Images/polkadot
Daftar Isi
Jakarta -

Tahukah Bunda? Para ahli mengatakan ada dua kata yang bisa menjadi gejala awal demensia pada seseorang. Jika digunakan secara teratur, kata-kata ini mengindikasikan penurunan kognitif yang serius.

Demensia adalah sindrom, atau sekelompok gejala, yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak yang berkelanjutan.

Paling umum terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti hilang ingatan, serta perubahan perilaku dan kepribadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, sulit untuk mengetahui kapan seseorang mengalami perubahan normal terkait usia dibandingkan dengan demensia.

Alzheimer’s Society menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, orang cenderung menyadari beberapa perubahan dalam kemampuan mental mereka.

“Meskipun perubahan-perubahan ini bisa membuat frustrasi, ini adalah bagian alami dari penuaan. Demensia bukanlah bagian normal dari proses penuaan,” tulis lembaga tersebut, dikutip dari laman Express, Selasa (20/1/2026).

Meskipun tanda-tanda penuaan dan demensia mungkin serupa, demensia akan lebih serius dan memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Lembaga amal itu juga menjelaskan bahwa ketika seseorang menderita demensia, penurunan kemampuan mental ini bisa jauh lebih serius.

“Agar seorang profesional kesehatan dapat mendiagnosis demensia, gejala seseorang harus secara signifikan memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Ini berarti mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas harian di rumah, di lingkungan masyarakat, atau di tempat kerja,” jelasnya.

Dua kata yang menjadi gejala awal demensia

Salah satu gejala demensia yang perlu diwaspadai adalah masalah bicara dan percakapan. Para ahli di Alzheimer’s Society menjelaskan bahwa sulit menemukan kata yang tepat, tetapi akhirnya mengingatnya, adalah sesuatu yang dialami banyak orang lanjut usia.

Namun, mengalami hal ini secara teratur seharusnya harus dikhawatirkan, Bunda. Lebih spesifiknya, jika seseorang sering menyebut benda sebagai “Benda itu”, alih-alih nama yang benar.

Mereka mencatat bahwa salah satu gejala demensia, yaitu kerap sulit menemukan kata yang tepat atau menyebut suatu benda dengan kata, “Benda itu”.

Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa kesulitan untuk berpartisipasi dalam percakapan, bisa menjadi tanda demensia.

“Ketidakmampuan untuk mengikuti apa yang dikatakan seseorang secara teratur bahkan tanpa gangguan, juga bisa menandakan demensia,” jelas mereka.

“Kehilangan jejak percakapan jika kamu terganggu atau jika banyak orang berbicara sekaligus, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan,” sambungnya.

NHS menyatakan bahwa kesulitan mengikuti percakapan atau menemukan kata yang tepat adalah tanda awal demensia yang umum. Hal ini dapat muncul beberapa waktu sebelum diagnosis resmi dibuat.

Ada juga beberapa tanda awal demensia lainnya yang dapat Bunda ketahui. Berikut di antaranya:

  • Hilang ingatan
  • Sulit konsentrasi
  • Merasa kesulitan melakukan tugas-tugas harian yang sudah biasa dilakukan, seperti bingung menghitung kembalian yang tepat saat berbelanja.
  • Bingung tentang waktu dan tempat
  • Perubahan suasana hati

Gejala-gejala ini seringkali ringan dan mungkin hanya memburuk secara bertahap. Jika mengalami gejala demensia, Bunda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Tips untuk menjalani gaya hidup yang menyehatkan otak

Berbagai strategi gaya hidup dan kesehatan dapat menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko terkena demensia. Berikut di antaranya yang dapat Bunda lakukan:

1. Latih otak

Dilansir dari laman Better Health, segala aktivitas yang melibatkan berpikir dan belajar dapat meningkatkan kesehatan otak, serta membantu melindungi dari demensia.

Bukti menunjukkan bahwa manfaat yang lebih besar diperoleh dari aktivitas mental yang lebih kompleks dan menantang. Semakin banyak aktivitas otak yang dilakukan, semakin sering dilakukan, dan semakin kompleks aktivitas tersebut, semakin rendah pula risiko demensia.

2. Tetap aktif secara sosial

Interaksi secara teratur dan menyenangkan dengan teman, keluarga, dan orang lain dapat membantu mengurangi risiko demensia.

3. Nikmati makanan yang menyehatkan otak

Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang baik untuk jantung dan tubuh mungkin juga baik untuk kesehatan otak dan melindungi dari demensia.

Nah, itulah dua kata yang menjadi gejala awal demensia dan cara pencegahan yang dapat Bunda lakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda