Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Kebiasaan yang Bisa Merusak Kesehatan Vagina, Perempuan Wajib Tahu!

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Minggu, 25 Jan 2026 15:40 WIB

attractive young brunette ponytail female asian doctor wear white coat explaining uterus model to woman at clinic
Ilustrasi organ reproduksi / Foto: Getty Images/PonyWang
Daftar Isi

Sebagai perempuan, Bunda tentu perlu memahami bahwa kesehatan vagina sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Tanpa disadari, beberapa rutinitas justru bisa menjadi kebiasaan merusak vagina.

Vagina memiliki sistem perlindungan alami yang harus dijaga keseimbangannya. Sayangnya, pola hidup yang kurang tepat sering kali mengganggu fungsi alami tersebut dan berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Banyak perempuan mengira kebiasaan tertentu aman karena sudah dilakukan sejak lama. Padahal, kebiasaan merusak vagina bisa memicu rasa tidak nyaman hingga masalah kesehatan yang lebih serius.

Melalui artikel ini, Bunda diajak mengenali kebiasaan merusak vagina yang sebaiknya mulai dihindari. Dengan pemahaman yang tepat, Bunda dapat menjaga kesehatan vagina dengan lebih bijak dan aman.

9 Kebiasaan yang bisa merusak kesehatan vagina

Berikut ini Bubun telah melansir dari berbagai sumber terkait 9 kebiasaan yang bisa merusak kesehatan vagina. Dengan mengenalinya sejak awal, Bunda dapat lebih waspada dan menjaga kesehatan area intim secara tepat.

1. Mengenakan pakaian dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat 

Dikutip dari laman Health Shots, mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat atau berbahan sintetis termasuk kebiasaan merusak vagina yang sering dilakukan tanpa disadari. Menurut Dr. Kavitha Kovi, dokter kandungan dan ginekolog, kondisi tersebut dapat memerangkap kelembapan dan panas sehingga memicu pertumbuhan bakteri serta jamur.

Sebagai gantinya, Bunda disarankan memilih pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun agar sirkulasi udara tetap terjaga. Kebiasaan sederhana ini penting untuk mencegah infeksi dan menjaga kebersihan serta kesehatan area kewanitaan.

2. Mengabaikan gejala yang tidak biasa

Mengabaikan gejala yang tidak biasa termasuk kebiasaan merusak vagina yang sering dilakukan tanpa disadari, seperti keputihan tidak normal, bau yang menetap, atau rasa gatal. Dr. Kovi mengingatkan agar Bunda tidak menunda pemeriksaan ke tenaga kesehatan jika keluhan berlanjut karena penanganan yang terlambat dapat memicu komplikasi.

3. Membersihkan atau membilas secara berlebihan 

Membersihkan area kewanitaan secara berlebihan atau membilas bagian dalam vagina merupakan kebiasaan merusak vagina yang sering tidak disadari. Kebiasaan ini justru dapat menghilangkan flora baik yang berfungsi melindungi vagina dari infeksi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Epidemiologic Reviews menyebutkan bahwa douching berkaitan dengan berbagai dampak buruk, seperti vaginosis bakteri hingga penyakit radang panggul. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya menerapkan kebiasaan membersihkan vagina secara lembut agar keseimbangan alaminya tetap terjaga.

4. Menggunakan produk yang keras atau beraroma kuat

Menggunakan produk pembersih yang keras atau beraroma kuat termasuk kebiasaan merusak vagina yang sering tidak disadari perempuan. Sabun, semprotan, atau cairan kewanitaan beraroma dapat mengganggu keseimbangan pH alami area intim.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Women's Health menyebutkan bahwa produk tertentu dapat merusak bakteri Lactobacillus dan mengubah lingkungan imun vagina. Kondisi ini berisiko menimbulkan iritasi hingga infeksi, sehingga Bunda sebaiknya memilih produk lembut tanpa aroma atau cukup membersihkannya dengan air bersih.

5. Menyeka dari belakang ke depan

Tidak menyeka dari depan ke belakang setelah buang air dapat menjadi kebiasaan merusak vagina yang sering dianggap sepele. Membersihkan area kewanitaan dari belakang ke depan berisiko memindahkan bakteri dari anus ke vagina dan saluran kemih. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih sehingga penting bagi Bunda untuk menerapkan cara membersihkan yang benar demi menjaga kesehatan area intim.

6. Tidak membersihkan produk menstruasi yang dapat digunakan kembali

Tidak membersihkan produk menstruasi yang dapat digunakan kembali dengan benar termasuk kebiasaan merusak vagina yang sering diabaikan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gynecology and Obstetrics Clinical Medicine menemukan bahwa mengeringkan pembalut kain di dalam rumah dan menyimpannya di dalam toilet berkaitan dengan tingginya prevalensi infeksi Candida.

Selain itu, kebiasaan mandi dalam posisi duduk saat menstruasi serta tidak mengeringkan area genital dengan tepat juga meningkatkan risiko infeksi. Kurangnya perhatian pada kebersihan tangan dan cara perawatan area intim menjadi kebiasaan merusak vagina yang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang.

7. Penggunaan produk menstruasi yang tidak aman

Penggunaan produk menstruasi yang tidak aman termasuk kebiasaan merusak vagina yang sering terjadi tanpa disadari. Membiarkan tampon, pembalut, atau cup menstruasi terlalu lama dapat memicu pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, Bunda perlu menjaga kebersihan area genital dan rutin mengganti produk menstruasi setiap 4–6 jam sesuai anjuran medis.

8. Menggunakan tisu basah untuk kebersihan intim

Menggunakan tisu basah untuk kebersihan intim sering dianggap praktis, padahal dapat memicu berbagai keluhan. Mengutip dari laman Only My Health, Dr. Panse mengatakan bahwa penggunaan tisu basah pada area intim dapat menyebabkan gatal, rasa terbakar, iritasi, reaksi alergi, hingga ruam berdarah, serta berisiko memicu infeksi saluran kemih.

Dr. Panse juga menjelaskan bahwa tisu pembersih area intim umumnya mengandung asam laktat dan zat lain yang tidak ramah bagi vagina. Kandungan tersebut dapat mengganggu keseimbangan pH alami, sehingga memicu berbagai masalah kesehatan pada area intim perempuan.

9. Mengenakan celana dalam yang ketat saat tidur

Mengenakan celana dalam saat tidur termasuk kebiasaan merusak vagina yang sering dianggap sepele oleh banyak perempuan. Dilansir dari laman Hindustan Times, kebiasaan ini dapat memerangkap kelembapan dan mengganggu keseimbangan pH vagina.

Hailey Puckett, seorang praktisi perawat kesehatan wanita dan kreator konten dari Tennessee, menjelaskan bahwa malam hari adalah waktu bagi area vagina untuk kembali ke kondisi alaminya. Jika kelembapan terus tertahan, tubuh justru memproduksi lebih banyak keputihan sebagai respons terhadap pH yang terganggu, sehingga menjadi kebiasaan merusak vagina.

Bila Bunda merasa kurang nyaman tidur tanpa celana dalam, Hailey menyarankan penggunaan pakaian tidur yang longgar agar sirkulasi udara tetap baik. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko keputihan berlebih dan menjaga kesehatan vagina secara optimal.

Bunda, penting bagi kita untuk lebih peka terhadap tubuh sendiri dengan menghindari kebiasaan merusak vagina yang sering dilakukan tanpa disadari. Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan sehat, kesehatan vagina dapat terjaga sehingga kualitas hidup perempuan pun tetap optimal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda