Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ini Ciri Kepribadian di Balik Orang Penyuka Makanan Manis Menurut Studi

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Minggu, 01 Feb 2026 15:40 WIB

A beautiful asian woman eating ice cream and a mixed berries pancakes with whipped cream by wooden spoon
Ilustrasi ciri kepribadian di balik orang penyuka makanan manis menurut studi / Foto: Getty Images/Farknot_Architect

Makanan manis sering menjadi pilihan favorit banyak orang, termasuk para Bunda, saat ingin memperbaiki suasana hati atau sekadar memanjakan diri. Menariknya, kegemaran terhadap rasa manis ternyata tidak hanya soal selera, tetapi juga dikaitkan dengan kepribadian penyuka makanan manis itu sendiri.

Sejumlah penelitian psikologi mengungkap bahwa rasa favorit bisa mencerminkan karakter dan perilaku sosial seseorang. Bahkan, ada studi yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan manis dapat memengaruhi cara seseorang bersikap.

Lantas, seperti apa gambaran kepribadian penyuka makanan manis menurut studi ilmiah? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Kepribadian di balik kecintaan pada makanan manis menurut penelitian

Melansir dari laman Huffpost, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan adanya hubungan antara kegemaran terhadap rasa manis dan sifat seseorang. 

Penelitian yang melibatkan mahasiswa ini menunjukkan bahwa orang yang menyukai makanan manis cenderung lebih mudah bergaul, ramah, kooperatif, serta memiliki rasa empati yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih menyukai rasa pahit atau pedas.

Peneliti juga menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi makanan manis lebih terdorong untuk membantu orang lain setelahnya. Hasil ini berbeda dengan kelompok yang tidak makan apa pun atau hanya mengonsumsi makanan hambar.

Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa rasa manis tidak hanya memengaruhi indera perasa, tetapi juga perilaku sosial. Salah satu peneliti menyebut adanya hubungan kuat antara rasa manis dan kecenderungan berperilaku baik terhadap sesama.

Selain itu, mengutip laporan dari MSNBC tentang studi lain yang meneliti hubungan antara kegemaran makanan manis dan bentuk tubuh. Studi tersebut menemukan bahwa penyuka makanan manis tidak selalu memiliki masalah berat badan.

Peneliti menduga hal ini karena mereka cenderung menyeimbangkan asupan kalori dengan aktivitas fisik, seperti olahraga, meski pendanaan riset tersebut sempat menjadi sorotan.

Sementara itu, melansir dari laman Psychology Today, Spence dalam ulasannya pada 2022 meninjau berbagai penelitian terkait makanan dan kepribadian. Ia menyebutkan bahwa orang yang menyukai makanan manis umumnya memiliki tingkat prososialitas yang lebih tinggi. 

Dalam artikel tersebut juga dijelaskan bahwa hubungan antara rasa manis dan kepribadian bersifat dua arah. Artinya, tidak hanya kepribadian yang memengaruhi pilihan makanan, tetapi mengonsumsi makanan manis juga dapat mendorong seseorang menjadi lebih ramah dan membantu.

Rasa manis dianggap sebagai rasa yang menenangkan dan memberi kenyamanan, sehingga sering diasosiasikan dengan kehangatan emosional. Sebagai pembanding, Psychology Today juga mengulas penelitian lain yang menemukan bahwa preferensi terhadap rasa pahit justru berkaitan dengan sifat antisosial dan rendahnya tingkat keramahan.

Hal ini membuat temuan tentang kepribadian penyuka makanan manis semakin menarik karena berada di sisi yang berlawanan dalam spektrum kepribadian.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini tidak bisa digeneralisasi sepenuhnya. Faktor budaya, kebiasaan makan, dan kondisi emosional tetap berperan besar dalam membentuk preferensi makanan. Namun, temuan-temuan ini memberi gambaran bahwa pilihan rasa bisa mencerminkan sisi kepribadian seseorang.

Nah, itu dia Bunda, fakta menarik di balik kepribadian penyuka makanan manis yang mungkin selama ini tidak disadari. Semoga bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda