moms-life
Niat Salat Malam Nisfu Syaban & Tata Cara Lengkap
HaiBunda
Minggu, 01 Feb 2026 22:00 WIB
Daftar Isi
- Salat Nisfu Syaban 2026 dikerjakan pada tanggal dan jam berapa?
- Waktu salat Nisfu Syaban
- Hukum salat malam Nisfu Syaban, harus dilaksanakan sendiri atau berjemaah?
- Bacaan niat salat Nisfu Syaban
- Surat-surat pendek Al-Qur'an yang dianjurkan saat salat Nisfu Syaban
- Bacaan salat Nisfu Syaban dan tata caranya
- Doa setelah salat Nisfu Syaban
- Amalan lengkap malam Nisfu Syaban
Malam Nisfu Syaban adalah momen istimewa yang dinanti banyak umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pada malam Nisfu Syaban, Bunda dapat menghidupkannya dengan ibadah dan doa yang penuh keikhlasan.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah melaksanakan salat Nisfu Syaban dengan niat yang benar dan hati yang khusyuk. Melalui salat Nisfu Syaban, Bunda bisa memohon ampunan serta keberkahan hidup.
Memahami niat salat Nisfu Syaban dan tata caranya menjadi penting agar ibadah dilakukan dengan tenang dan sesuai tuntunan. Dengan mengetahui tata cara lengkap salat Nisfu Syaban di malam Nisfu Syaban, ibadah pun terasa lebih bermakna dan menenangkan hati.
Salat Nisfu Syaban 2026 dikerjakan pada tanggal dan jam berapa?
Mengutip dari laman detikcom, salat Nisfu Syaban dilaksanakan menjelang pergantian tanggal dalam kalender Hijriah, sesuai penetapan resmi Kementerian Agama. Berdasarkan kalender tersebut, Nisfu Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Salat Nisfu Syaban 2026 sudah dapat dikerjakan pada Senin, 2 Februari 2026 malam karena penanggalan Islam dimulai sejak terbenam matahari. Waktu pelaksanaan salat Nisfu Syaban dimulai setelah salat Magrib di malam Nisfu Syaban hingga sebelum fajar tiba.
Waktu salat Nisfu Syaban
Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai waktu penuh keutamaan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bunda dan keluarga dapat menunaikan salat Nisfu Syaban pada 15 bulan Syaban 1447 H atau hari Senin, 2 Februari 2026, sebagai bentuk ikhtiar meraih keberkahan malam tersebut.
Pelaksanaan salat Nisfu Syaban dilakukan setelah masuk jam waktu Maghrib dengan suasana yang khusyuk. Selain mengerjakan salat Nisfu Syaban, malam tersebut juga sangat baik dimanfaatkan untuk berdoa dan menyampaikan harapan terbaik kepada Allah SWT.
Hukum salat malam Nisfu Syaban, harus dilaksanakan sendiri atau berjemaah?
Salat Nisfu Syaban dapat dilakukan secara sendiri maupun berjemaah, tergantung pada kondisi dan kenyamanan masing-masing umat Islam. Dalam pelaksanaan salat Nisfu Syaban 2026, tidak ada ketentuan yang mewajibkan berjemaah sehingga Bunda bebas memilih cara beribadah yang paling memungkinkan.
Meski demikian, sebagian ulama menilai salat Nisfu Syaban lebih utama dikerjakan sendiri karena dinilai lebih mendekati tuntunan sunnah. Seperti disampaikan di laman detikcom, Imam Nawawi menjelaskan dalam kitabnya Al-Majmu' bahwa salat sunnah dianjurkan dilakukan secara sendiri, kecuali terdapat alasan tertentu yang mendorong pelaksanaannya secara berjamaah.
Bacaan niat salat Nisfu Syaban
Salat Nisfu Syaban dilakukan sebanyak 2 rakaat hingga 100 rakaat, yang terdiri dari 50 kali salam (dua rakaat satu salam). Salat Nisfu Syaban ini dikenal sebagai amalan sunnah yang diamalkan oleh sejumlah ulama tasawuf terdahulu.
Ibadah salat Nisfu Syaban ini dilakukan sebagai bentuk latihan spiritual untuk memperbanyak ketaatan dan mengisi malam istimewa dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pelaksanaan salat ini dapat dilakukan secara berjamaah maupun secara sendiri. Sejumlah pendapat ulama menyatakan bahwa salat Nisfu Syaban berjamaah memiliki keutamaan tersendiri karena turut menghidupkan syiar ibadah, meskipun mengerjakannya sendiri tetap bernilai ibadah dan memperdalam keikhlasan seseorang dalam beribadah.
Melansir dari laman Baznas, berikut adalah bacaan niat salat Nisfu Syaban, baik untuk dilaksanakan sendiri maupun berjamaah yang dilengkapi dengan bahasa Arab, latin, dan terjemahannya:
Niat salat Nisfu Syaban sendiri
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli sunnata Nishfi Sya'bân rak'ataini lillâhi ta'ala, Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat sholat sunah nisfu sya'ban dua rakaat karena Allah Ta'ala. Allah Maha Besar.”
Niat salat Nisfu Syaban berjemaah
Niat salat Nisfu Syaban berjemaah sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli sunnata Nishfi Sya'bân rak'ataini imâman lillâhi ta'ala, Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat shalat sunah nisfu sya'ban dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala. Allah Maha Besar."
Niat salat Nisfu Syaban berjemaah sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli sunnata Nishfi Sya'bân rak'ataini ma'mûman lillâhi ta'ala, Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat shalat sunah nisfu sya'ban dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala. Allah Maha Besar.”
Surat-surat pendek Al-Qur'an yang dianjurkan saat salat Nisfu Syaban
Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sunnah sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah salat sunnah dengan membaca surat-surat pendek Al-Qur’an yang mudah dihafal dan dipahami.
Dalam pelaksanaan salat pada malam Nisfu Syaban, setelah membaca Surat Al-Fatihah, Bunda dapat melanjutkannya dengan beberapa surat pendek pilihan. Bacaan ini diharapkan dapat menambah kekhusyukan serta mengiringi doa agar memperoleh ampunan dan kelapangan rezeki dari Allah.
1. Surat Al-Kafirun
Pada rakaat pertama bacaan salat Nisfu Syaban di malam Nisfu Syaban, Bunda dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun sebagai bentuk peneguhan iman kepada Allah SWT. Surat ini mengajarkan ketulusan beribadah dengan memurnikan ajaran mengesakan Allah atau tauhid, sehingga hati tetap lurus dan tidak tercampur oleh keyakinan lain.
2. Surat Al-Ikhlas
Pada rakaat kedua bacaan salat Nisfu Syaban, Bunda dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali setelah Al-Fatihah sebagai bentuk penguatan iman kepada keesaan Allah SWT. Amalan ini memiliki keutamaan yang besar dan sangat dianjurkan untuk diamalkan pada malam Nisfu Syaban agar ibadah terasa lebih khusyuk dan bermakna.
Di luar bacaan dua surat utama, umat Islam dianjurkan melanjutkan amalan dengan membaca Surat Yasin setelah salat selesai. Bacaan ini dilakukan sebanyak tiga kali dengan tujuan yang berbeda, yakni memohon keberkahan umur, kemudahan rezeki, serta keteguhan hati dalam keimanan.
Amalan tersebut dipercaya dapat menambah kesempurnaan ibadah pada malam Nisfu Syaban. Dengan niat yang tulus dan bacaan yang khusyuk, ibadah yang dikerjakan diharapkan membawa kebaikan dan keberkahan.
Bacaan salat Nisfu Syaban dan tata caranya
Salat Nisfu Syaban dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan susunan bacaan yang telah dianjurkan oleh para ulama. Di bawah ini dijelaskan langkah-langkah pelaksanaannya secara lengkap.
1. Membaca niat salat Nisfu Syaban
Sebelum mengerjakan salat Nisfu Syaban, hendaknya menghadirkan niat di dalam hati terlebih dahulu. Berikut ini adalah niat salat Nisfu Syaban:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli sunnata Nishfi Sya'bân rak'ataini lillâhi ta'ala, Allahu Akbar.
Artinya: "Aku niat sholat sunah nisfu sya'ban dua rakaat karena Allah Ta'ala. Allah Maha Besar.”
2. Takbiratul Ihram
Mulailah dengan mengangkat kedua tangan sebagai tanda takbir pembuka, kemudian melafalkan Allahu Akbar. Setelah itu, bacalah doa Ifititah salat apabila menghafalnya, lalu lanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.
3. Rakaat pertama
Sesudah membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan melafalkan Surah Al-Kafirun. Setelah itu, lakukan ruku dengan tuma’ninah, lalu bangkit untuk i'tifal. Kemudian, turun untuk sujud dengan tuma’ninah, duduk sejenak di antara dua sujud, dan mengerjakan sujud kedua sebelum berdiri untuk melanjutkan ke rakaat berikutnya.
4. Rakaat kedua
Pada rakaat selanjutnya, setelah melafalkan Surah Al-Fatihah, bacalah Surah Al-Ikhlas sebanyak 10 kali. Lanjutkan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Kemudian, lanjutkan dengan duduk tasyahud akhir untuk membaca tahiyat, lalu tutup salat dengan salam ke arah kanan dan kiri.
5. Membaca surat Yasin
Sesudah menunaikan salat, dianjurkan untuk melantunkan Surah Yasin. Bacaan ini biasanya diamalkan sebanyak 3 kali, diawali satu kali setelah salam dengan niat memohon keberkahan usia dan kesehatan.
6. Membaca doa Nisfu Syaban
Usai menyelesaikan bacaan Surah Yasin, Bunda dan keluarga dianjurkan untuk melanjutkannya dengan membaca doa Nisfu Syaban. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan harapan akan ampunan, keselamatan dari hal buruk, serta limpahan kebaikan dalam kehidupan.
7. Membaca surat yasin ketiga
Usai menutup doa, Surah Yasin dibaca kembali untuk kali kedua dan ketiga. Pada pembacaan tersebut, luruskan niat untuk memohon limpahan rezeki yang baik dan diberkahi, serta memohon kekuatan iman agar tetap terjaga hingga akhir kehidupan.
Doa setelah salat Nisfu Syaban
Setelah menunaikan sholat sunnah Nisfu Syaban, umat Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai bentuk pengharapan kepada Allah SWT. Berikut ini adalah lafaz doa yang biasa dibaca setelah melaksanakan sholat Nisfu Syaban.
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَى فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِى وَاقْتَارِ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ ام الكِتَابِ الهِي بِالتَّجَلَّى الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. أَمِيْنَ
Arab Latin: Allaahumma yaa dzal manni walaa yamunnu 'alaika yaa dzal jalali wal ikraam, yaa dzath-thauli wal in'aam laa ilaha illaa anta, dzhahral laajiin, wa jaarul mustajiiriin, wa amaanal khaaʻifin. Allaahumma in kunta katabtanii 'indaka fi ummil kitaabi syaqiyyan au mahruuman au mathruudan au muqtarran 'alayya fir-rizqi famhu. Allaahumma bi fadlika fi ummil kitaabi syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii waiq taari rizqii wa ats-bitnii 'indaka fi ummil kitaabi sa'iidan marzuuqan muwaffaqal lil khairaat. Fa innaka qulta wa qaulukal haqqu fi kitaabikal munzali 'alaa nabiyyikal mursali, yamhullaahu maa yasyaaʻu wa yutsbitu wa 'indahu ummul kitaabi. Ilaahii bittajallil a'dzhami fi lailatin nishfi min syahri sya'baanal mukarramil latii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wa yubramu ishrif 'annii minal balaaʻi maa a'lamu wa maa laa a'lamu wa anta 'allaamul ghuyuubi birahmatika yaa arhamar rahimiin. Wa shallallahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallama. Aamiin.
Artinya: "Ya Allah, Dzat Pemilik anugerah, bukan penerima anugerah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah. Ya Allah, dengan anugerah-Mu, dari Ummul Kitab, akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisi-Mu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan. Sungguh Engkau telah berfirman, dan firman-Mu pasti benar, dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan melalui lisan Nabi-Mu yang terutus: Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab. Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak pada malam pertengahan bulan Sya'ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada junjungan kami, Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin."
Amalan lengkap malam Nisfu Syaban
Dalam buku Keutamaan dan Ibadah Malam Nisfu Syaban, Sayyid Muhammad al-Maliki melalui kitab Ma Dza Fi Sya'ban menerangkan bahwa tidak terdapat amalan khusus yang sahih dan secara tegas bersumber dari Rasulullah SAW untuk malam Nisfu Syaban. Penjelasan ini menegaskan bahwa tidak ada ibadah tertentu yang diwajibkan atau dikhususkan pada malam tersebut.
Meski demikian, para ulama menganjurkan untuk mengisi malam Nisfu Syaban dengan berbagai amalan kebaikan yang bersifat umum. Anjuran ini sejalan dengan teladan Rasulullah SAW dalam memperbanyak ibadah sunnah, sehingga umat Islam tetap dapat menghidupkan malam tersebut dengan amalan yang dianjurkan.
Berikut amalan lengkap yang bisa dilakukan Bunda dan keluarga pada saat malam Nisfu Syaban:
1. Puasa Nisfu Syaban
Puasa termasuk amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan menjelang malam Nisfu Syaban. Anjuran ini didasarkan pada riwayat hadis yang menyebutkan keutamaan ibadah tersebut sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW.
"Jika tiba waktu malam Nisfu Syaban, maka beribadahlah di malamnya dan puasalah di siangnya..." (HR. Ibnu Majah)
Adapun niat puasa Nisfu Syaban adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'baani sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya niat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah ta'ala.”
2. Salat tahajud
Allah SWT menganjurkan umat-Nya untuk menunaikan salat Tahajud sebagai bentuk ibadah di malam hari. Anjuran tersebut disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Al-Isra ayat 79.
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
3. Membaca Al-Qur'an
Sebagian ulama generasi awal, termasuk Anas bin Malik, menyebutkan bahwa kaum muslimin memperbanyak membaca Al-Qur’an saat bulan Syaban tiba. Pada waktu yang sama, mereka juga menunaikan zakat untuk membantu kaum fakir agar memiliki kesiapan fisik dalam menjalani puasa Ramadan.
Namun, riwayat tersebut dinilai memiliki sanad yang lemah. Meski demikian, membaca Al-Qur’an pada malam Nisfu Syaban tetap diperbolehkan sebagaimana dilakukan pada malam-malam lainnya, tanpa adanya pengkhususan ibadah tertentu.
4. Membaca surah Yasin
Membaca Surah Yasin maupun surah lain dalam Al-Qur’an dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharap kebaikan dunia serta akhirat tidak termasuk perbuatan yang terlarang. Selama niatnya lurus karena Allah, amalan tersebut tidak mengandung dosa.
Sayyid Muhammad al-Maliki menjelaskan bahwa membaca Surah Yasin atau surah lainnya dengan niat memohon keberkahan usia, kesehatan, dan kebaikan lain diperbolehkan. Oleh karena itu, menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan membaca Surah Yasin dibenarkan, asalkan tidak meyakini adanya kewajiban khusus pada malam tersebut.
5. Memperbanyak doa
Setelah menuntaskan bacaan Surah Yasin atau ayat Al-Qur’an lainnya, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa. Doa tersebut bisa berupa amalan yang telah dicontohkan maupun permohonan kebaikan lain yang biasa dibaca.
Melalui pemahaman niat dan tata cara yang tepat, salat Nisfu Syaban dapat menjadi amalan istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah di malam Nisfu Syaban. Semoga ibadah yang Bunda dan keluarga lakukan membawa ketenangan hati, keberkahan hidup, dan diterimanya setiap doa yang dipanjatkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban 2025: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Mom's Life
Malam Nisfu Syaban 2025: Jadwal, Bacaan Doa, Amalan, dan Keutamaannya
Mom's Life
Bacaan Doa Niat Puasa Nisfu Syaban, Panduan Lengkap, Keutamaan dan Tata Cara
Mom's Life
Niat dan Tata Cara Salat Nisfu Syaban, Lengkap dengan Artinya
Mom's Life
Anjuran Membaca Surat Yasin 3 Kali di Malam Nisfu Syaban
Mom's Life
Niat Puasa Ayyamul Bidh yang Bertepatan dengan Nisfu Syaban 2022, Catat Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Hukum Qadha Puasa Ramadhan setelah Nisfu Syaban
Bacaan Doa Niat Puasa Nisfu Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Tata Cara
Puasa Nisfu Syaban & Ayyamul Bidh Februari 2026: Detail Tanggal, Niat, Hukum & Keutamaan