moms-life
NgobrolinHPV, Cara Seru MSD Indonesia Ajak Para Bunda Jaga Kesehatan Serviks
HaiBunda
Minggu, 01 Feb 2026 16:30 WIB
Bunda, memiliki pengetahuan yang cukup tentang kanker serviks sangat penting agar kita bisa lebih waspada dan melakukan pencegahan sejak dini. Dalam rangka memperingati Cervical Cancer Awareness Month 2026, MSD Indonesia menggelar rangkaian kegiatan edukatif melalui inisiatif NgobrolinHPV di Zona Blu, Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.
Program ini bertujuan membuka percakapan yang lebih jujur dan inklusif seputar Human Papillomavirus (HPV) serta pentingnya pencegahan kanker serviks. Seperti Bunda ketahui, isu kesehatan perempuan ini masih kerap diselimuti stigma dan minim informasi.
Tak hanya sarat edukasi, rangkaian kegiatan NgobrolinHPV juga dikemas lewat berbagai acara seru yang bisa diikuti Bunda. Seluruh kegiatannya dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan gaya hidup perempuan masa kini.
Dimulai dari parade komunitas yang mengelilingi area Gelora Bung Karno (GBK), kegiatan ini menjadi simbol ajakan bersama untuk lebih peduli terhadap kesehatan perempuan, termasuk para Bunda. Acara ini juga menghadirkan talk show edukatif, serta area interaktif berupa wellness zone dan beauty zone.
Melalui format ini, edukasi kesehatan tentunya tidak hanya disampaikan lewat diskusi, tetapi juga melalui pengalaman yang menyenangkan dan relevan, sehingga Bunda bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, MARS, menyampaikan bahwa pencegahan kanker serviks merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat. "Pemerintah mendukung penuh berbagai inisiatif kolaboratif yang mendorong peningkatan kesadaran akan deteksi dini dan vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan," tegas dr. Indri Yogyaswari.
Sementara itu, Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menyampaikan bahwa MSD Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan edukasi terkait bahaya HPV dan ancaman kanker serviks bagi masyarakat Indonesia.
"Kami percaya bahwa langkah preventif yang disertai pengetahuan yang tepat dapat meningkatkan kualitas kesehatan generasi Indonesia. Melalui kampanye #NgobrolinHPV, kami berharap dapat mendorong lebih banyak individu untuk mengambil tindakan pencegahan seperti vaksinasi dan skrining, guna mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas kanker serviks," ungkapnya.
Salah satu agenda utama dari kegiatan ini adalah talk show NgobrolinHPV yang dikemas dengan konsep obrolan santai tanpa presentasi formal. Diskusi tersebut membuka ruang aman bagi Bunda untuk bertanya dan berbagi tanpa rasa takut dihakimi. Topik yang dibahas meliputi pemahaman dasar tentang HPV, risiko yang sering tidak disadari, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG(K) menjelaskan, HPV merupakan virus yang umum menginfeksi laki-laki maupun perempuan. Sekitar 8 dari 10 orang pernah terinfeksi HPV selama hidupnya.
"Tapi 90 persen akan sembuh sendiri tanpa intervensi apapun. Kita menggunakan imunitas yang akan fight back virus tadi," ujarnya.
Untuk Bunda ketahui, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), >95% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV. Di Indonesia, kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan sekitar 36.964 kasus baru dan 20.708 kematian setiap tahunnya.
Fakta ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai HPV serta langkah pencegahannya merupakan kebutuhan mendesak dalam upaya melindungi kesehatan perempuan Indonesia. Dalam diskusi tersebut juga diluruskan salah satu miskonsepsi terbesar di masyarakat, yaitu anggapan bahwa HPV hanya menyerang kelompok tertentu.
Faktanya, HPV dapat menular melalui kontak kulit ke kulit di area genital, dan risiko tidak semata-mata ditentukan oleh satu faktor saja. Kurangnya informasi yang menyeluruh membuat banyak orang salah memahami siapa saja yang dapat terdampak virus ini.
Dijelaskan juga bahwa HPV memiliki banyak tipe, di mana sebagian tergolong risiko rendah (low risk) yang dapat menyebabkan kutil kelamin, sementara tipe risiko tinggi (high risk) dapat berkembang menjadi kanker, termasuk kanker serviks. Karena infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala khusus, banyak orang tidak menyadari dirinya telah terpapar.
"Umumnya kalau low risk tadi sekadar tumor jinak biasa, seperti kutil di kelamin. Namun akan menjadi lebih berbahaya jika terinfeksi jenis high risk. Infeksi pada sel normal dalam beberapa tahun yang mengakibatkan sel normal berubah menjadi kanker," ujar dr. Muhammad Yusuf.
dr. Yusuf menekankan bahwa kanker serviks termasuk penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan pencegahan sekunder dan primer. Kedua pencegahan ini tidak menggantikan satu sama lain, tetapi dijalankan berbarengan.Â
Pencegahan primer yang dimaksud adalah dengan melakukan vaksin HPV. Sementara pencegahan sekunder adalah dengan melakukan Pap Smear dan skrining tes HPVÂ secara rutin.Â
Dari perspektif generasi muda, Putri Tanjung menyoroti bahwa pembahasan seputar HPV dan kesehatan serviks masih sering dianggap tabu. Informasi yang beredar pun terkadang masih sebatas mitos.
"Paling penting mencari informasi yang tepat dan lengkap sehingga kita bisa mengedukasi diri sendiri tentang HPV," tuturnya.
Putri Tanjung juga menyampaikan agar perempuan untuk mulai merawat diri dengan menjaga imunitas, melakukan vaksin, hingga rutin melakukan pengecekan kesehatan.Â
Sementara itu, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, MSD Indonesia juga menghadirkan kanal edukatif NgobrolinHPV yang dapat diakses kapan saja. Platform ini menyediakan informasi terpercaya, fitur Clinic Locator untuk menemukan fasilitas kesehatan, serta NONA (NgobrolinHPV Virtual Assistant), chatbot WhatsApp yang membantu menjawab pertanyaan seputar HPV secara praktis.
Semua fitur ini dirancang agar Bunda bisa lebih mudah mendapatkan informasi terkait kesehatan serviks, kapan pun dan di mana pun.
Melalui rangkaian kegiatan ini, MSD Indonesia berharap semakin banyak perempuan berani ngobrol soal HPV, mencari informasi yang benar, dan mengambil langkah pencegahan demi kesehatan diri di masa depan.
Tentang MSD
MSD, dikenal sebagai Merck & Co., Inc., Rahway, N.J., USA di Amerika Serikat dan Kanada, kami bersatu dalam tujuan kami: menggunakan kekuatan ilmu pengetahuan terdepan untuk menyelamatkan dan meningkatkan kehidupan di seluruh dunia. Selama lebih dari 130 tahun, MSD telah menghadirkan berbagai obat dan vaksin penting bagi masyarakat global. Kami bercita-cita menjadi perusahaan biofarmasi berbasis riset terdepan di dunia, dengan fokus pada solusi kesehatan inovatif untuk pencegahan dan pengobatan penyakit.
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Cegah Kanker Serviks, POGI Rekomendasikan Vaksinasi HPV bagi Perempuan Pra-nikah & Pascapersalinan
Mom's Life
Kemenkes Beri Vaksin HPV Gratis Bagi Perempuan Usia 20+
Mom's Life
5 Cara Mencegah Penularan Kanker Serviks, Hindari Risiko Sejak Dini
Mom's Life
Perhatian! Vaksin Kanker Serviks HPV Gratis di Semua Wilayah RI Mulai Tahun Ini
Mom's Life
Ingat Pesan Julia Perez, Zaskia Mecca Lakukan Vaksin HPV & Update Info Terbaru
Mom's Life
Risiko Kanker Serviks dan Cara Mencegahnya, Salah Satunya Jaga Gaya Hidup Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda