moms-life
10 Kebiasaan yang Bikin Terjebak dalam Mental Miskin
HaiBunda
Jumat, 06 Feb 2026 17:40 WIB
Daftar Isi
-
10 Kebiasaan yang bikin terjebak dalam mental miskin
- 1. Mengeluh tanpa bertindak
- 2. Menunggu 'momen yang sempurna'
- 3. Menyalahkan keadaan eksternal
- 4. Hidup di zona nyaman
- 5. Berfokus pada masalah, bukan solusi
- 6. Mencari kepuasan yang instan
- 7. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
- 8. Merasa serba kurang
- 9. Menghindari pengembangan diri
- 10. Takut akan kegagalan
Ketika berbicara soal pola pikir yang 'kaya dan miskin', sebenarnya ini berkaitan dengan kehidupan kita dalam keseharian. Banyak hal yang terbentuk dari sikap, perilaku, dan kebiasaan yang dijalani.
Kebiasaan yang terbentuk sejak lama bisa membantu seseorang berkembang, tetapi bisa juga menjadi penghambat. Cara inilah yang akhirnya berpengaruh pada cara kita melihat hidup dan berbagai peluang.
Seorang motivator asal Amerika Serikat, David Meltzer, pernah menyampaikan bahwa kebanyakan orang menjalani hidupnya dengan cara berpikir yang serba terbatas.
Cara berpikir seperti ini dapat membuat seseorang merasa memiliki kesempatan yang sedikit dan persaingan terasa semakin berat. Sebaliknya, hanya sedikit orang yang terbiasa melihat hidup dengan cara yang lebih positif.
Nah, yang patut diwaspadai adalah kebiasaan dalam keseharian yang kerap dianggap sepele. Tanpa kita sadari, kebiasaan inilah yang bisa bikin seseorang terjebak dalam mental yang miskin.
10 Kebiasaan yang bikin terjebak dalam mental miskin
Dilansir dari laman Nasdaq, terdapat kebiasaan yang dapat membuat seseorang terjebak dalam mental yang miskin. Simak selengkapnya.
1. Mengeluh tanpa bertindak
Sering kali, kebiasaan yang membuat mental miskin berawal dari terlalu sering mengeluh tanpa diiringi dengan usaha. Masalah yang muncul justru dipandang sebagai hambatan, bukan sebagai tantangan yang bisa dicari jalan keluarnya.
Mengeluh memang terasa lega, tapi hal itu bisa bikin seseorang berhenti melangkah. Sebaliknya, pola pikir yang lebih sehat dimulai dengan mengakui masalah lalu bergerak mencari solusi, Bunda.
2. Menunggu 'momen yang sempurna'
Kebiasaan lain yang kerap membuat mental terasa miskin adalah terlalu lama menunggu waktu yang dianggap paling 'tepat'. Karena merasa situasi belum ideal, peluang yang ada justru ditunda dan akhirnya terlewat begitu saja.
Padahal, momen yang benar-benar sempurna hampir tidak pernah datang, Bunda. Semakin lama menunggu, semakin banyak pula kesempatan baik yang berlalu.
3. Menyalahkan keadaan eksternal
Kebiasaan yang bisa bikin mental terasa miskin salah satunya adalah mudah menyalahkan keadaan di luar diri. Kegagalan sering kali dianggap karena orang lain, kondisi ekonomi, atau nasib, jadi tanggung jawab diri sendiri malah sering diabaikan.
Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, seseorang bisa stuck di situasi yang sama tanpa adanya perubahan, Bunda. Lambat laun, sikap seperti ini justru menutup peluang untuk berkembang.
4. Hidup di zona nyaman
Terlalu betah di zona nyaman juga bisa membuat mental menjadi miskin, Bunda. Karena merasa dirinya aman, seseorang jadi enggan untuk mengambil risiko dan menantang diri untuk berkembang lebih jauh.
Pilihan untuk selalu bermain aman sering kali membuat kemajuan tertunda. Tanpa kita sadari, rasa nyaman justru menahan langkah untuk mencoba hal baru yang sebenarnya bisa membawa perubahan.
5. Berfokus pada masalah, bukan solusi
Banyak orang yang justru terlalu fokus memikirkan masalahnya saja. Pikiran dipenuhi oleh hal-hal negatif sampai lupa bahwa sebenarnya masih ada pilihan lain yang bisa dicoba.
Kalau perhatian hanya tertuju pada hambatan saja, solusi pun bisa tidak terlihat. Akhirnya, masalah akan terasa semakin berat dan langkah untuk bergerak maju pun jadi tertunda.
Berbeda dengan pola pikir yang lebih maju, fokus utama diarahkan pada jalan keluarnya, Bunda. Saat masalah muncul, mereka berusaha mencari solusi yang realistis, mulai dari menyusun rencana, mengatur keuangan, sampai mencari masukan agar tetap bisa melangkah ke depan.
6. Mencari kepuasan yang instan
Kebiasaan mengejar sesuatu yang didapat secara instan juga bisa membuat mental terasa miskin. Pengeluaran impulsif dan kebiasaan menunda hingga kini masih dianggap hal yang sepele.
Padahal, jika terus dilakukan, kebiasaan ini bisa menghambat rencana seseorang di masa depan. Berbeda dengan pola pikir yang lebih matang, fokusnya ada pada hasil jangka panjang, Bunda.
Ketika kita bisa menahan diri dan bersikap disiplin, percayalah bahwa kesabaran hari ini akan membawakan hasil yang lebih baik di kemudian hari.
7. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Kebiasaan terus-menerus membandingkan hidup kita dengan orang lain ternyata bisa memicu pola pikir yang negatif. Bunda mungkin jadi merasa kurang percaya diri dan sulit menghargai kemajuan yang sudah berhasil dicapai.
Sebaiknya, mari kita lebih fokus pada proses dan perjalanan hidup sendiri demi menjaga kesehatan mental. Bunda bisa mulai belajar merayakan kesuksesan orang lain tanpa harus merasa pencapaian sendiri jadi terlihat lebih kecil.
8. Merasa serba kurang
Pola pikir ini membuat seseorang sering merasa khawatir karena menganggap peluangnya di dunia ini sangatlah terbatas. Akibatnya, muncul rasa takut bersaing hingga sering merasa iri saat melihat orang lain mencapai kesuksesannya terlebih dahulu.
Sebaliknya, Bunda yang punya pola pikir positif akan percaya bahwa rezeki dan kesempatan untuk sukses akan datang untuk siapa saja. Dengan keyakinan ini, kita akan lebih mudah berbagi dan merasa bahagia atas pencapaian orang lain.
9. Menghindari pengembangan diri
Kebiasaan enggan belajar hal baru sering kali membuat kita merasa sudah cukup tahu padahal kehidupan itu terus berkembang. Jika Bunda terjebak dalam rasa puas diri ini, kemajuan hidup pun akan mulai berjalan di tempat.
Lebih baik, kita terus membuka diri untuk belajar banyak hal bermanfaat demi masa depan yang indah. Percayalah, meluangkan waktu untuk belajar dan mengasah kemampuan akan membawa hasil yang baik di hari yang akan datang.
10. Takut akan kegagalan
Banyak orang merasa sulit maju karena rasa takut gagal yang terlalu besar. Nah, karena tidak berani mencoba peluang baru atau mengambil risiko, potensi dalam diri pun jadi tidak berkembang.
Sebaliknya, Bunda yang punya pola pikir sukses memandang 'kegagalan' sebagai bagian dari proses belajar. Kesulitan dianggap sebagai pelajaran 'berharga' untuk menuju keberhasilan di masa depan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Ciri-ciri Orang Bermental Miskin, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini
Mom's Life
3 Kebiasaan Buruk yang Rusak Kesehatan Mental di Usia Muda Menurut Penelitian
Mom's Life
9 Kebiasaan yang Ternyata Bisa Mengganggu Kesehatan Mental
Mom's Life
5 Kebiasaan Buruk yang Tidak Akan Pernah Dilakukan Orang Kaya Cerdas
Mom's Life
Ingin Jadi Orang Kaya dan Sukses? Coba Hentikan 10 Kebiasaan Buruk Ini Ya
Mom's Life
Cegah Kerusakan Otak, Hindari 7 Kebiasaan Ini Bunda
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
100 Kata-kata Semangat untuk Diri Sendiri dalam yang Estetik hingga dalam Bahasa Inggris
4 Doa Sebelum Memulai Pekerjaan agar Lancar dan Dipermudah
Fitur Wajah Ini Sering Dianggap Ciri Orang Baik, Ini Fakta Menariknya