HaiBunda

MOM'S LIFE

7 Kesalahan saat Makan Sayur yang Malah Bikin Kolesterol Tinggi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 11 Feb 2026 12:40 WIB
Ilustrasi Kesalahan saat Makan Sayur yang Malah Bikin Kolesterol Tinggi / Foto: Getty Images/Thai Liang Lim
Jakarta -

Bunda, mengonsumsi sayuran setiap hari adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kesehatan. Namun siapa sangka, ternyata ada beberapa kesalahan saat makan sayur yang bikin kolesterol tinggi.

Makan berbagai jenis sayur dikaitkan dengan manfaatnya untuk melindungi jantung, karena jantung membutuhkan antioksidan, serat, dan vitamin serta mineral lainnya untuk melawan penyakit dan berfungsi secara optimal.

Sayuran hijau khususnya, seperti brokoli dan bayam, serta beberapa sayuran bertepung lainnya, kaya akan antioksidan pelindung dan khasiat yang menyehatkan.


Selain itu, ketika memiliki lebih banyak sayuran di piring, Bunda cenderung mengurangi karbohidrat dan daging, hanya dengan perubahan cara penyajian.

Namun sayangnya, Bunda mungkin meninggalkan tujuan utama dari melakukan perubahan pola makan yang sehat ini hanya dengan menggunakan teknik memasak yang salah atau menambahkan bahan-bahan tidak baik untuk kesehatan jantung.

7 Kesalahan saat makan sayur dan bikin kolesterol tinggi

Oleh karena itu, kali ini Bubun akan membagikan beberapa kesalahan yang perlu Bunda hindari ketika menyajikan sayur di rumah.

1. Menggoreng sayur

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperingatkan bahwa cara mengolah sayur yang salah dapat membuat asupan lemak meningkat dan berdampak pada kenaikan berat badan hingga kolesterol.

“Makan sayur tapi kok bikin gemuk dan kolesterol naik ya? Pantas saja karena makan sayurnya kaya begini, digoreng. Atau kayak gini, terong balado. Ya pantas jadi tambah gemuk sama kolesterolnya naik,” ujar Budi, dikutip dari laman detikcom, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa sayur itu memiliki sifat yang sama dengan spons, menyerap minyak masuk ke serat dalam sayur.

“Sayur itu sehat karena dia banyak serat dan vitaminnya. Nah, tetapi sayur juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng atau digoreng pakai minyak, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat di dalam sayur ini,” jelasnya.

2. Menggunakan minyak kelapa

Penulis buku The Protein-Packed Breakfast Club, Lauren Harris-Pincus, MS, RDN, mengungkap bahwa meskipun memiliki citra sehat, minyak kelapa tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Oleh karena itu, Bunda dianjurkan untuk tidak memasak sayur menggunakan jenis minyak yang satu ini. Tetap pilih minyak dengan rasio lemak tak jenuh yang lebih tinggi, seperti minyak zaitun atau canola.

3. Menambahkan banyak garam

Dilansir dari laman Allrecipes, menggunakan garam secara berlebihan akan menggagalkan manfaat kesehatan dari sayuran dan meningkatkan tekanan darah serta kolesterol.

Hal itu pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan jantung. Jadi, lebih baik gunakan rempah-rempah dan herba sebagai pengganti garam.

4. Merebus sayuran

Merebus sayuran menghilangkan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan jantung. Alih-alih merebus, Bunda sebaiknya memanggang, membakar, atau mencoba metode yang mempertahankan lebih banyak nutrisi dalam proses memasak.

Mengukus juga boleh saja, tetapi perlu berhati-hati agar tidak memasaknya terlalu lama, atau Bunda akan menghancurkan nutrisinya, seperti halnya saat merebus.

5. Melapis sayuran dengan mentega

Memasak sayuran dengan mentega mungkin terasa enak, tetapi juga memiliki risiko kesehatan. Mentega tinggi lemak jenuh, yang dapat menyumbat arteri dan meningkatkan kolesterol jahat.

6. Memasak saat wajan terlalu panas

Menumis sayuran dengan minyak yang sudah mulai berasap dapat berarti mengonsumsi asam lemak yang teroksidasi dan berubah. Hal itu dapat memengaruhi peradangan dan kesehatan jantung.

7. Menggunakan sayuran yang sudah dipotong

Sayuran yang sudah dipotong bisa menjadi jalan pintas yang praktis ketika Bunda tidak punya banyak waktu. Namun, sayuran tersebut mungkin tidak sehat lagi.

Buah dan sayuran yang telah dipotong, sel-selnya terpapar oksigen yang mengurangi potensi antioksidan vitamin C dalam tubuh. Mengonsumsi banyak makanan alami vitamin C dalam diet dapat membantu melindungi tubuh.

Nah, itulah beberapa kesalahan saat makan sayur yang dapat meningkatkan kolesterol. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Tanda Perubahan Kulit yang Bisa Jadi Gejala Diabetes

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Fajar Alamri Bocah 5 Tahun Jadi Peserta Termuda di Kompetisi Biliar Internasional

Parenting Annisa Karnesyia

33 Arti Emoji Imlek di WhatsApp yang Terpopuler dan Terbaru, Lengkap dengan Gambarnya

Mom's Life Natasha Ardiah

Catat Bun! Pemerintah Berlakukan WFA Sebelum dan Sesudah Lebaran 2026

Mom's Life Nadhifa Fitrina

3 Kebiasaan Orang yang Tahu Nilai Dirinya Sendiri Tinggi Menurut Psikolog

Mom's Life Natasha Ardiah

Masa Newborn Si Kecil, Ini Batas Usianya

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tes Kepribadian Finansial: Kenali 7 Tipe dari Cara Kelola Uang

Potret Fajar Alamri Bocah 5 Tahun Jadi Peserta Termuda di Kompetisi Biliar Internasional

33 Arti Emoji Imlek di WhatsApp yang Terpopuler dan Terbaru, Lengkap dengan Gambarnya

Catat Bun! Pemerintah Berlakukan WFA Sebelum dan Sesudah Lebaran 2026

Masa Newborn Si Kecil, Ini Batas Usianya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK