moms-life
9 Ciri Kepribadian Orang yang Biarkan Piring Menumpuk Menurut Psikologi, Bukan Malas
HaiBunda
Rabu, 18 Feb 2026 15:40 WIB
Daftar Isi
-
9 Ciri kepribadian orang yang biarkan piring menumpuk menurut psikologi
- 1. Sangat fokus pada prioritas
- 2. Mengalami kelelahan dalam mengambil keputusan
- 3. Berpikir kreatif dan nyaman dengan “kekacauan terkendali”
- 4. Mengalami time blindness
- 5. Sedang belajar lepas dari perfeksionisme
- 6. Memiliki toleransi sensorik yang tinggi
- 7. Ahli menghemat energi
- 8. Tidak sepenuhnya tunduk pada budaya produktivitas
- 9. Cara mengelola stres yang berbeda
Pernahkah Bunda merasa bersalah saat melihat piring kotor menumpuk di wastafel dapur? Atau diam-diam menilai orang lain kurang rapi hanya karena urusan cucian piring? Faktanya, kebiasaan membiarkan piring menumpuk sering kali langsung dikaitkan dengan sifat malas, padahal anggapan ini belum tentu benar.
Dalam sudut pandang psikologi, kebiasaan sehari-hari termasuk urusan rumah tangga, sering kali mencerminkan kondisi mental, pola pikir, hingga kepribadian seseorang.
Menariknya, sejumlah kajian psikologi modern menunjukkan bahwa orang yang membiarkan piring menumpuk justru memiliki ciri kepribadian tertentu yang kompleks dan manusiawi.
Yuk, Bunda pahami penjelasannya agar tidak mudah menghakimi diri sendiri maupun orang lain dengan membaca artikel di bawah ini.
9 Ciri kepribadian orang yang biarkan piring menumpuk menurut psikologi
Mengutip dari laman VegOut, psikologi memandang kebiasaan membiarkan piring menumpuk bukan sebagai kemalasan semata. Perilaku ini kerap berkaitan dengan cara seseorang mengelola energi, fokus, stres, dan kesehatan mentalnya.
Berikut ini 9 ciri kepribadian yang kerap dimiliki orang yang membiarkan piring menumpuk, lengkap dengan penjelasannya.
1. Sangat fokus pada prioritas
Orang yang membiarkan piring menumpuk sering kali sedang tenggelam dalam hal yang mereka anggap lebih penting, seperti pekerjaan atau proyek yang mereka sukai. Mereka bisa berjam-jam fokus tanpa menyadari hal lain di sekitarnya.
Dalam psikologi, ini disebut selective attention, yaitu kemampuan otak memusatkan energi pada satu prioritas utama. Jadi, bukan karena malas, melainkan karena mereka memilih menjaga fokus dan alur produktivitasnya terlebih dahulu.
2. Mengalami kelelahan dalam mengambil keputusan
Melansir dari laman American Psychological Association, decision fatigue adalah kondisi nyata. Setelah seharian membuat keputusan penting, energi mental bisa habis, membuat tugas sederhana seperti mencuci piring terasa berat.
3. Berpikir kreatif dan nyaman dengan “kekacauan terkendali”
Banyak seniman, penulis, dan inovator justru bekerja optimal di lingkungan yang tampak tidak rapi. Secara psikologis, sebagian orang memang membutuhkan sedikit stimulasi visual untuk memicu ide dan kreativitasnya.
Bagi mereka, piring yang menumpuk bukan gangguan, karena pikiran sedang sibuk membangun koneksi dan gagasan baru. Alih-alih menghambat, “kekacauan kecil” itu justru bisa mendukung proses berpikir kreatif.
4. Mengalami time blindness
Sebagian orang kesulitan merasakan kapan waktu berlalu. Mereka merasa baru sebentar beraktivitas, padahal tanpa sadar sudah berjam-jam berlalu.
Akibatnya, rencana mencuci piring sering terlewat. Kondisi ini kerap dialami orang yang mudah larut dalam suatu kegiatan dan bukan karena sengaja menunda, melainkan karena “jam internal” mereka bekerja berbeda.
5. Sedang belajar lepas dari perfeksionisme
Sebagian orang membiarkan piring menumpuk bukan karena malas, melainkan karena sedang belajar melepaskan sifat perfeksionis. Jika merasa tidak bisa mencuci piring dengan maksimal, mereka memilih menundanya sampai punya waktu dan tenaga yang cukup.
Kini, banyak yang mulai menerapkan prinsip cukup baik. Bahkan, menunda mencuci piring hingga esok hari bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berusaha lebih ramah pada diri sendiri dan keluar dari pola perfeksionisme yang melelahkan.
6. Memiliki toleransi sensorik yang tinggi
Setiap orang memproses rangsangan visual secara berbeda. Ada yang langsung stres melihat dapur berantakan, ada pula yang tetap tenang karena otaknya tidak menganggap hal tersebut sebagai ancaman.
7. Ahli menghemat energi
Sebagian orang secara alami tahu kapan harus menghemat tenaga. Saat tubuh dan pikiran sudah lelah, mereka memilih menunda mencuci piring agar energi tersisa untuk hal yang lebih penting, seperti beristirahat, merawat diri, atau berinteraksi dengan orang terdekat.
Bagi mereka, energi itu terbatas, sehingga perlu digunakan dengan bijak.
8. Tidak sepenuhnya tunduk pada budaya produktivitas
Mereka menolak anggapan bahwa nilai diri diukur dari seberapa sibuk atau seberapa bersih rumah. Istirahat dianggap sama pentingnya dengan menyelesaikan pekerjaan.
9. Cara mengelola stres yang berbeda
Jika sebagian orang merespons stres dengan bersih-bersih, yang lain justru mematikan fokus pada urusan rumah. Ini adalah mekanisme koping, bukan kelemahan.
Bunda, piring yang menumpuk di dapur tidak selalu mencerminkan kemalasan atau ketidakpedulian. Bisa jadi, itu adalah tanda seseorang sedang menjaga kesehatan mental, memprioritaskan energi, atau proses mengenal diri sendiri.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi
7 Ciri Kepribadian Orang yang Jalannya Cepat Menurut Studi Psikologi
Tes Kepribadian: Gambar Kopi yang Dipilih Ungkap Karakter Pribadimu