Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Suka Ngaret

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 22 Feb 2026 18:40 WIB

Ilustrasi terlambat
Ilustrasi 7 Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Suka Ngaret/Foto: Getty Images/Phimwilai Kitsuriya
Daftar Isi
Jakarta -

Para psikolog melaporkan bahwa orang yang sering ngaret atau terlambat memiliki alasan, terlepas dari apakah orang lain menganggapnya valid atau tidak. Sering kali, mereka juga memiliki beberapa ciri kepribadian yang dapat Bunda kenali.

Keterlambatan yang konsisten dapat disebabkan oleh kesulitan dalam perencanaan dan keterampilan fungsi eksekutif, seperti yang terkait dengan ADHD, penghindaran, masalah kesehatan fisik atau mental, kurangnya batasan dan terlalu banyak janji, sikap budaya terhadap waktu, hingga mengasuh anak.

Terlepas dari penyebabnya, ternyata ada sejumlah ciri kepribadian yang dapat Bunda kenali dari orang yang sering terlambat.

7 Ciri-ciri kepribadian orang yang suka ngaret

Berikut kumpulan ciri-ciri kepribadian yang dapat Bunda kenali dari orang yang suka terlambat:

1. Optimis terhadap waktu

Dilansir dari laman Parade, optimisme memiliki tempatnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, optimisme yang berlebihan pada dasarnya adalah toxic positivity.

Para psikolog menyebut ini sebagai kekeliruan perencanaan, bias kognitif di mana orang mengasumsikan skenario terbaik daripada skenario yang realistis. Perjalanan 10 menit mungkin sebenarnya memakan waktu 20 menit termasuk parkir, tetapi mereka hanya fokus pada versi idealnya.

2. Mudah teralihkan perhatiannya

Saat ini, ada begitu banyak cara untuk teralihkan perhatiannya, berkat notifikasi yang terus bermunculan di smartphone Bunda.

3. Buta waktu

Dilansir dari laman Verywell Mind, tipe ini sering ditemukan pada mereka yang memiliki ADHD atau yang memiliki masalah fungsi eksekutif.

Bagi mereka, ‘kebutaan waktu’ bukan hanya manajemen waktu yang buruk. Otak mereka sebenarnya mengalami kesulitan dalam mendaftarkan dan memproses informasi temporal, yang menyebabkan gangguan pada memori kerja.

4. Terlalu banyak janji

Keterlambatan kronis sering kali disertai dengan terlalu sering mengatakan “Ya”. Orang-orang ini terlalu mengisi jadwal mereka karena ingin menyenangkan orang lain, takut kehilangan kesempatan, atau me-overstimated kemampuan mereka.

Hasilnya adalah keterlambatan dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya, yang tidak pernah benar-benar membuat siapa pun senang.

5. Pemberontak

Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain dapat terlalu membebani diri sendiri hingga mengabaikan ketepatan waktu. Namun, pemberontak sering kali menganggap sifat mereka sebagai penyebab keterlambatan kronis.

6. Perfeksionis

Perfeksionisme dapat membuat orang selalu tertinggal. Terkadang, upaya untuk ‘siap sepenuhnya’ atau memeriksa semua ‘hal’ sebelum meninggalkan rumah justru membuat orang tersebut terlambat.

Sebagai contoh, seseorang mungkin perlu mengganti pakaian atau gaya rambut berkali-kali hingga merasa telah mencapai penampilan yang tepat. Ciri-ciri ini berasal dari gejala yang mirip dengan OCD (Gangguan Obsesif Kompulsif).

7. Kecemasan sosial

Orang dengan kecemasan sosial mungkin lebih memilih datang terlambat daripada menjadi orang pertama yang tiba karena takut merasa canggung.

Keterlambatan adalah tentang mengurangi atau menghindari ketidaknyamanan bagi mereka yang cemas secara sosial.

Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang yang suka ngaret. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda