Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Daftar Negara yang Pangkas Jam Kerja Kantoran saat Puasa Ramadhan 2026

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 23 Feb 2026 20:55 WIB

Ilustrasi wanita muslim memulai pekerjaan di kantor
Ilustrasi Daftar Negara yang Pangkas Jam Kerja Kantoran saat Puasa Ramadhan/Foto: Getty Images/Rifka Hayati
Daftar Isi
Jakarta -

Umat muslim tengah menjalani ibadah puasa. Menyesuaikan kondisi tersebut, banyak kantor di berbagai negara mengatur ritme aktivitas harian secara berbeda. Kebijakan ini termasuk memangkas jam kerja selama Ramadhan 2026.

Bagi jutaan muslim, ini adalah bulan suci untuk berpuasa, berdoa, dan meningkatkan ketakwaan. Sementara bagi para pemberi kerja dan karyawan, ini juga merupakan periode di mana jam kerja dan peraturan kantor sering berubah.

Dari fajar hingga matahari terbenam, muslim harus menahan diri untuk tidak makan dan minum. Lantaran puasa adalah salah satu dari lima Rukun Islam, banyak pemerintah menyesuaikan peraturan ketenagakerjaan selama waktu ini.

Ide sederhana, membantu orang-orang untuk mengatur pekerjaan bersamaan dengan kewajiban agama.

Namun, jam kerja selama Ramadhan tidak sama di setiap tempat. Setiap negara memiliki kebijakannya sendiri. Beberapa mengurangi jam kerja harian, yang lain menetapkan batasan mingguan.

Selain itu, beberapa perusahaan juga menawarkan fleksibilitas. Lantas, negara mana saja yang mengurangi jam kerja kantoran selama Ramadhan? Simak selengkapnya berikut ini.

Negara yang pangkas jam kerja selama puasa Ramadhan 2026

Dilansir dari laman Times of India, berpuasa dalam waktu lama dapat memengaruhi tingkat energi. Oleh karena itu, beberapa negara mayoritas muslim secara resmi mempersingkat jam kerja kantor selama Ramadhan.

Aturan tersebut berlaku untuk semua orang, baik yang berpuasa maupun tidak. Di beberapa negara ini, tidak ada aturan hukum yang ketat, tetapi banyak perusahaan yang menyesuaikan jadwalnya.

1. Uni Emirat Arab (UEA)

Dilansir dari laman Khaleejtimes, Uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan pengurangan jam kerja bagi karyawan sektor swasta selama bulan suci Ramadhan.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi (MoHRE) menyatakan bahwa jumlah jam kerja akan dikurangi sebanyak 2 jam selama bulan suci Islam tersebut.

Menurut MoHRE, perusahaan sektor swasta dapat menetapkan jadwal kerja fleksibel atau jarak jauh dalam batasan jam kerja harian yang ditentukan selama bulan suci Ramadhan, sesuai dengan kepentingan bisnis dan sifat pekerjaan mereka.

Karyawan di UEA biasanya bekerja 8 hingga 9 jam sehari dan selama Ramadhan, jam kerja akan dikurangi 2 jam setiap hari. Jam kerja tambahan di luar jadwal yang dikurangi dapat dianggap sebagai lembur, di mana pekerja berhak mendapatkan kompensasi tambahan.

2. Bahrain

Di Bahrain, karyawan muslim dibatasi hanya boleh bekerja 6 jam per hari atau 36 jam per minggu selama bulan suci Ramadhan.

3. Oman

Oman juga mengizinkan karyawan muslim untuk bekerja maksimal enam jam sehari atau 36 jam seminggu selama Ramadhan.

4. Kuwait

Di Kuwait, jam kerja maksimal selama Ramadhan adalah 36 jam per minggu. Ketentuan ini berlaku untuk semua karyawan, tanpa memandang agama. Staf sektor publik umumnya bekerja 6 jam per hari.

5. Qatar

Di Qatar, karyawan dapat bekerja hingga 36 jam per minggu selama Ramadhan, dan ini berlaku untuk semua orang, Bunda.

Di Qatar Financial Centre, karyawan yang berpuasa berhak mendapatkan jam kerja yang lebih pendek, asalkan mereka tidak bekerja lebih dari 6 jam per hari.

6. Indonesia

Indonesia tidak memiliki kebijakan pengurangan jam kerja wajib di sektor swasta secara nasional.

Namun, banyak perusahaan yang mengizinkan jadwal kerja yang fleksibel atau jam tutup lebih awal selama Ramadhan. Kantor-kantor pemerintah sering menyesuaikan jam kerja mereka.

7. Malaysia

Malaysia mengikuti pola yang serupa. Tidak ada aturan nasional yang luas untuk perusahaan swasta, tetapi banyak pemberi kerja menawarkan penyesuaian shift atau cuti lebih awal. Kantor pemerintah biasanya mengurangi jam kerja mereka.

8. Mesir

Di Mesir, lembaga pemerintah biasanya menggunakan jam kerja yang lebih pendek. Kebanyakan perusahaan beroperasi selama 5 hingga 6 jam per hari selama Ramadhan. Banyak bisnis swasta yang juga mengikuti pola ini.

9. Pakistan

Di Pakistan, kantor-kantor pemerintah biasanya hanya beroperasi lima hingga enam jam sehari selama Ramadhan. Kebanyakan perusahaan swasta di sana juga mengikuti jam kerja yang sama, Bunda.

10. Turki

Di Turki, tidak ada aturan resmi untuk mengurangi jam kerja selama Ramadhan. Namun, banyak perusahaan mengubah jam kerja kantor agar karyawan dapat datang dan pulang lebih awal.

Negara dengan umat muslim yang minoritas

Di negara-negara di mana umat muslim merupakan kelompok minoritas, Ramadhan biasanya bukan hari libur nasional. Meski begitu, banyak tempat kerja yang berusaha untuk tetap mendukung kewajiban agama mereka.

1. Amerika Serikat dan Kanada

Beberapa perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel, mengizinkan karyawan untuk bekerja di rumah, atau menyediakan tempat untuk salat selama Ramadhan.

2. Britania Raya dan Jerman

Beberapa perusahaan mengizinkan karyawan muslim untuk menyesuaikan jadwal kerja mereka selama bulan tersebut. Banyak perusahaan multinasional juga mempromosikan inisiatif keberagaman.

3. Prancis

Prancis menerapkan kebijakan sekuler yang ketat. Meski demikian, beberapa tempat kerja menawarkan waktu istirahat yang lebih panjang untuk berbuka puasa atau melakukan penyesuaian terbatas.

Nah, itulah beberapa negara yang memangkas jam kerja kantoran selama Ramadhan 2026. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda