Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Rumah Termurah di Dunia Seharga Rp16 Ribuan Kini Laku Rp874 Juta

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Jumat, 27 Feb 2026 11:50 WIB

Cute tiny yellow house on green lawn 3d render Surrounded by nature.
Ilustrasi rumah / Foto: Getty Images/runna10
Daftar Isi

Bunda, pernahkah terbayang ada rumah termurah di dunia yang harganya hanya setara uang jajan? Kisahnya mungkin terdengar sederhana dan tak masuk akal, tapi justru menyimpan fakta menarik yang bikin penasaran. 

Kisah tentang penjualan rumah termurah ini mendadak jadi perbincangan hangat. Banyak orang tak menyangka ada hal menarik di balik nominal yang terlihat tak masuk akal itu.

Lalu, bagaimana kisah rumah termurah tersebut hingga menjadi sorotan banyak orang? Yuk, simak kisah lengkapnya supaya Bunda tak ketinggalan informasi mengejutkan berikut ini.

Awal mula penjualan rumah termurah di dunia

Dikutip dari situs People, kisah penjualan rumah termurah ini berawal dari sebuah properti di Pontiac, Michigan, Amerika Serikat, yang ditawarkan dengan harga hanya US$1 atau sekitar Rp16 ribuan. Angka yang sangat minim itu membuat banyak orang terkejut dan langsung menyematkan julukan rumah termurah di dunia pada hunian tersebut karena terasa tidak lazim di pasar properti.

Hunian bergaya ranch dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi itu berada di kawasan East Ypsilanti Avenue dan sudah cukup lama tidak berpenghuni. Sejak mulai dipasarkan pada 15 Agustus lalu, seorang agen properti real estate, Chris Hubel, mempromosikannya dengan deskripsi yang unik, sehingga rumah termurah ini cepat menyita perhatian publik.

Penetapan harga yang ekstrem dalam penjualan rumah tersebut bukan tanpa alasan, Bunda. Agen properti sengaja memasang harga simbolis agar rumah termurah ini memancing minat dan memicu persaingan penawaran saat transaksi jual-beli dilakukan.

Strategi itu pun berhasil membuat banyak orang penasaran dengan nilai sebenarnya dari rumah tersebut. Dari situlah, kisah penjualan rumah termurah ini dimulai hingga akhirnya menjadi perbincangan luas di masyarakat.

Daya tarik penjualan rumah termurah yang viral

Mengutip dari sumber yang sama, pemilik properti tersebut adalah klien lama dari sang agen, Mary Blair. Ia membeli rumah itu pada tahun 2004 dengan harga sekitar Rp538 juta, lalu sempat mencoba menjualnya kembali pada 2011 di angka Rp168 juta. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. 

Melihat kondisi itu, sang agen real estate mengusulkan strategi tak biasa yang sudah lama ingin ia terapkan, yakni memasang harga simbolis sebesar Rp16 ribuan agar menarik perhatian pasar. Blair pun menyetujui langkah tersebut, sehingga rumah itu resmi dipasarkan sebagai rumah termurah di dunia dan sukses menyita perhatian publik.

Bunda, sejak pertama kali iklan penjualan dipasang, rumah termurah ini langsung menyita perhatian publik karena cara pemasarannya yang tak biasa. Harga ekstrem yang dipajang semakin membuat banyak orang menjadi ingin tahu detailnya.

Tak butuh waktu lama, listing rumah termurah tersebut menyebar luas di berbagai platform online. Jumlah penontonnya melonjak drastis hanya dalam hitungan hari.

Banyak calon pembeli yang semakin penasaran. Bukan hanya karena harganya yang nyaris tak masuk akal, tetapi juga karena potensi yang ditawarkan. Rumah termurah itu memancing rasa ingin tahu tentang bagaimana kondisi aslinya dan peluang renovasinya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa strategi unik bisa mengubah rumah biasa menjadi sorotan internasional. Lewat momentum viral itu, rumah termurah tersebut sukses menarik minat pembeli dari berbagai latar belakang.

Ribuan tawaran mengalir untuk membeli rumah termurah

Bunda, sejak pertama kali diumumkan, rumah termurah ini langsung dibanjiri respons dari para calon pembeli. Dalam hitungan hari, jumlah penawarannya sudah melonjak jauh di luar dugaan. Antusiasme tersebut membuat listing ini semakin ramai diperbincangkan publik.

Tak sedikit orang yang mencoba peruntungan dengan mengajukan penawaran beragam nominal. Ada yang sekadar ikut meramaikan, ada pula yang benar-benar serius ingin memiliki rumah termurah tersebut. Situasi ini membuat proses seleksi pembeli berlangsung cukup ketat.

Menariknya, minat terhadap rumah termurah ini tidak hanya datang dari warga sekitar. Banyak calon pembeli dari luar daerah bahkan luar negeri ikut memantau perkembangannya. 

Banjir tawaran tersebut akhirnya mendorong harga bergerak jauh dari angka pembuka. Dari sekadar strategi untuk menarik perhatian, rumah termurah itu kini berubah menjadi properti yang diperebutkan banyak orang. Fenomena ini pun menjadi bukti bahwa cara pemasaran yang unik bisa menciptakan persaingan sengit di pasar properti.

Penjualan rumah termurah yang berakhir mengejutkan

Bunda, siapa sangka rumah termurah yang awalnya hanya dibanderol sekitar Rp16 ribuan itu justru terjual dengan harga setara Rp874 juta. Lonjakan nilainya benar-benar di luar dugaan banyak orang.

Harga akhir tersebut menunjukkan bahwa angka fantastis bisa tercapai ketika minat pembeli saling bersaing untuk mendapatkannya. Rumah termurah itu akhirnya menemukan pemilik baru yang melihat potensi besar di balik kondisinya.

Pembeli yang memenangkan penawaran, Saida Garcia Hernandez, disebut siap melakukan perbaikan agar hunian tersebut lebih layak dan bernilai. Ia berencana melakukan renovasi menyeluruh selama kurang lebih delapan bulan sebelum melepasnya kembali ke pasar dengan nilai yang lebih tinggi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda