Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Es Teh vs Teh Hangat Saat Berbuka Puasa, Mana yang Lebih Sehat?

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 02 Mar 2026 08:55 WIB

Ilustrasi es teh
Ilustrasi Es Teh vs Teh Hangat Saat Berbuka Puasa, Mana yang Lebih Sehat?/Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, banyak orang memilih minuman sederhana seperti es teh atau teh hangat untuk melepas dahaga setelah seharian menahan haus. Rasanya yang enak dan mudah dibuat ini kerap menjadi pilihan utama untuk menyegarkan tenggorokan.

Meski sama-sama terbuat dari teh, sensasi yang diberikan bisa terasa berbeda. Suhu minuman sering kali memengaruhi rasa nyaman di tenggorokan serta perasaan segar saat berbuka.

Hal inilah yang membuat sebagian masyarakat, mungkin termasuk Bunda, mulai mempertanyakan dampak kesehatan dari keduanya. Lantas, mana yang lebih sehat?

Es teh vs teh hangat, mana yang lebih sehat?

Dilansir dari laman detikcom, teh hangat sering dianggap lebih baik dibandingkan es teh. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa air dingin dapat mengganggu sistem pencernaan.

Sementara itu, air dengan suhu rendah atau dingin disebut dapat membuat pencernaan menjadi lebih sulit karena menyebabkan otot-otot perut berkontraksi. Inilah yang membuat sebagian orang lebih memilih minum teh hangat saat berbuka untuk menghindari risiko tersebut.

Namun, ada juga pendapat lain yang mengatakan lebih baik minum es teh setelah buka puasa. Meski begitu, dianjurkan untuk mengonsumsi air putih terlebih dahulu sebelum menikmati minuman teh.

Efek samping minum teh saat buka puasa

Jika memilih minum teh saat buka puasa, kemungkinan Bunda akan mengalami beberapa hal berikut ini:

1. Memicu heartburn

Teh diketahui mengandung kafein yang dapat memicu sensasi panas di dada atau heartburn. Kondisi ini juga bisa memperparah gejala pada penderita GERD.

Semakin sering dan banyak orang mengonsumsi teh, semakin besar pula risiko mengalami heartburn atau gangguan pencernaan lainnya.

2. Menghambat penyerapan zat besi

Teh juga mengandung tanin yang berikatan dengan zat besi dalam makanan, yang dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.

Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan zat besi dan gangguan nutrisi.

3. Menimbulkan rasa mual

Bunda juga mungkin akan merasa mual ketika mengonsumsi teh pada waktu buka puasa. Tanin dalam teh dapat mengiritasi sistem pencernaan dan menyebabkan rasa mual atau sakit perut.

Orang yang sensitif terhadap tanin sebaiknya membatasi konsumsi minuman ini, terutama jika dalam jumlah 240-480 ml atau setara dengan 1-2 cangkir.

Minum air putih saat buka puasa untuk kesehatan tubuh

Air sangat penting untuk fungsi tubuh, termasuk memetabolisme dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh serta membuang limbah.

Jumlah air dalam tubuh berfluktuasi, air hilang melalui urine dan keringat, dan diperoleh kembali dari makanan dan minuman. Karena itu, tak jarang seseorang mengalami dehidrasi secara berkala saat berpuasa.

Alih-alih langsung minum teh, sebaiknya Bunda minum air putih terlebih dahulu saat buka puasa. Berikut beberapa manfaat minum air putih setelah berpuasa:

1. Membantu sistem pencernaan

Dilansir dari laman Medical News Today, usus membutuhkan air agar dapat berfungsi dengan baik. Dehidrasi dapat menyebabkan masalah pencernaan, sembelit, dan lambung yang terlalu asam. Hal ini dapat meningkatkan risiko mulas dan tukak lambung.

2. Membuat mineral dan nutrisi mudah diakses

Zat-zat ini larut dalam air, sehingga memungkinkan mereka untuk mencapai berbagai bagian dalam tubuh.

3. Mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh

Darah lebih dari sekedar 90 persen air dan darah bekerja membawa oksigen ke berbagai bagian tubuh Bunda.

Lebih baik air hangat atau dingin?

Bunda disarankan minum air hangat saat buka puasa karena dianggap lebih bermanfaat. Hal ini disampaikan oleh ahli penyakit dalam dr Tengku Bahdar Johan, SpPD, dari RS Premier Bintaro dikutip dari detikcom.

Ia mengatakan air hangat dapat membantu saluran cerna bekerja lebih baik dengan menjaga aliran di pembuluh darah tetap lancar. Sedangkan air dingin, dapat membuat pembuluh darah menjadi menciut.

“Itu sebabnya ada orang yang habis minum es perutnya langsung terasa tidak enak karena pembuluh darahnya menciut,” ungkapnya.

Demikian penjelasan tentang mana yang lebih baik antara minum es teh atau teh hangat saat buka puasa. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda