HaiBunda

MOM'S LIFE

Tenang, Iuran BPJS Enggak Naik di Semua Golongan, Cek di Sini!

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 27 Feb 2026 10:35 WIB
BPJS Kesehatan/ Foto: dok. detik/ BPJS Kesehatan
Jakarta -

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sempat menjadi sorotan publik. Baru-baru ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa iuran BPJS Kesehatan tidak naik di semua golongan, Bunda.

Menurut Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, kenaikan resmi iuran BPJS Kesehatan hanya berpengaruh ke masyarakat kelas menengah ke atas. Mereka yang berada di golongan ini telah membayar iuran secara mandiri, misalnya sekitar Rp 42 ribu per bulan.

Sebaliknya, kenaikan iuran tak akan berdampak pada kelompok miskin. Menkes mengatakan, peserta dari desil 1 sampai 5 tetap ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).


"Kenaikan premi BPJS tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin. Ini hanya berpengaruh pada masyarakat menengah ke atas," kata Budi kepada wartawan, Rabu (25/2/26).

"Konsepnya asuransi sosial seperti BPJS memang orang yang mampu mensubsidi yang kurang mampu. Sama seperti pajak, yang kaya bayar lebih besar tapi akses jalannya sama," sambungnya.

Budi sebelumnya sempat mengatakan soal iuran BPJS Kesehatan yang sebaiknya naik setiap lima tahun sekali. Hal itu karena adanya inflasi dan perluasan pelayanan, Bunda.

"BPJS itu sudah negatifnya (defisit, red) setahunnya Rp20-an triliun, sudah hampir Rp20 triliun," ungkap Budi, di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (23/2/26).

"Jadi memang tidak mungkin tarif BPJS itu tidak disesuaikan setiap lima tahun, kenapa? Karena inflasi ada, kedua layanannya makin diperluas oleh pemerintah," sambungnya.

Budi memaparkan dua faktor yang menjadi alasan mengapa kenaikan iuran ini penting. Menurutnya, hal itu dilakukan agar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa mendapatkan pelayanan dan alat-alat kesehatan yang lebih lengkap.

"Dan perkembangan dinamika antara realita teknis dan politis ini mesti kami jaga agar jangan sampai kemudian teknisnya jangan sampai rusak," ungkapnya.

Menurut data, BPJS Kesehatan sudah dihantui oleh defisit sejak tahun 2014 hingga 2025. Seperti apa datanya?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Baru Menikah? Begini Cara Gabungkan BPJS Kesehatan Suami dan Istri secara Online

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Surat Menyentuh Khadeejah Putri Oki Setiana Dewi untuk Ibunda

Parenting Annisa Karnesyia

Sejarah Pembalut dari Masa ke Masa, dari Kain hingga Produk Menstruasi Modern

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Kepribadian Orang yang Cerdas secara Emosional, Jarang Mengeluhkan 9 Hal Ini

Mom's Life Elia Amaliana

15 Ide Foto Pasangan Romantis dari Artis Tanah Air

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Kepribadian Anak lewat Kebiasaan Tidurnya

Parenting Dilla Atqia Rahmah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sejarah Pembalut dari Masa ke Masa, dari Kain hingga Produk Menstruasi Modern

Surat Menyentuh Khadeejah Putri Oki Setiana Dewi untuk Ibunda

Surah Luqman untuk Ibu Hamil: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Ciri Kepribadian Orang yang Cerdas secara Emosional, Jarang Mengeluhkan 9 Hal Ini

15 Ide Foto Pasangan Romantis dari Artis Tanah Air

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK